think positive – imaginative creative

Entries categorized as ‘Uncategorized’

widyaiswara success presentation (4)

November 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

KOMUNIKASI EFEKTIF

 

Komunikasi adalah proses dimana seseorang atau kelompok mengirimkan informasi kepada orang lain atau kelompok lain sebagai penerima. Komunikasi merupakan penyampaian informasi dan pemahaman dengan menggunakan simbol baik verbal maupun nonverbal.

 

Komunikasi ini dibutuhkan untuk menyampaikan sebuah informasi sehingga seorang widyaiswara  bisa mentrta.ansfer pengetahuannya dengan mudah, dan sharing pengalaman antara peserta dengan widyaiswara, antara peserta dengan peserta dapat berjalan efektif. Komunikasi merupakan penyampaian informasi yang secara psikologis memberikan perhatian  baik kepada pihak komunikator maupun komunikan dan yang menjadi fokus utama adalah proses internal antara penerima dan pemberi pesan. Komunikasi ada beberapa jenis dan seorang widyaiswara dapat menggunakan jenis komunikasi lisan maupun tulisan untuk menyampaikan pesan atau materi yang diampunya kepada peserta diklat.

 

Komunikasi dalam hal ini adalah komunikasi dua arah yaitu antara widyaiswara dengan peserta maupun sebaliknya dimana jika komunikasi ini gagal maka gagal pula proses tranfer  baik itu knowledge maupun expert. Jadi dalam proses belajar mengajar harus terjadi proses komunikasi yang interaktif.

 

Tahapan tahapan dalam berkomunikasi terutama dalam proses pembelajaran dalam suatu pelatihan dimana widyaiswara sebaga komunikator dan audience sebagai komunikan.

  1. Tahapan pendahuluan atau pembukaan.

Widyaiswara pada awal sebuah sesi pertemuan maka akan menjelaskan kerangka pikir materi yang akan disampaikan. Sehingga terjadi kesiapan dalam bentuk konsentrasi antara komunikator dengan komunikan. Tahap pembukaan ini merupakan ajang perkenalan yang membutuhkan alokasi waktu sekitar 10 % dari total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyajian materi. Meski alokasi waktu yang cukup sempit namun pendahuluan atau sesi pembukaan ini merukan sesi yang cukup penting dimana peserta widyaiswara sebagai pembicara harus bisa mendapatkan kesan yang baik bagi peserta sehingga peserta akan memberi perhatian terhadapa materi yang akan disampaikan. 

  1. Tahap isi

Dalam kontek ini widyaiswara menyampaikan seluruh materi yang disajikan secara jelas dan tuntas dengan alokasi waktu sekitar 85% yang memuat isi materi, diskusi dan tanya jawab. Ada kalanya karena waktu yang begitu panjang atau materi yang disajikan kurang menarik bagi peserta maka widyaiswara harus bisa membawa diri dan memaparkan materi yang diampunya secara gamblang dan berusaha untuk membuat audience tertarik. Hal ini bisa dilakukan jiak seorang widyaiswara sudah punya jam terbang yang cukup dan punya kemampuan dalam mengelola kelas dan memanajemeni proses pembelajaran.

  1. Tahap penutup

Merupakan sesi simpulan dari isi materi serta tindak lanjut dari materi yang disampaikan. Biasanya sesi penutup ini digunakan oleh widyiswara untuk memberi kesan terbaik sehingga peserta akan mengingatnya serta sesi untuk melakukan tanya jawab dan widyaiswara harus berusaha untuk memberikan jawaban yang sederhana dan bisa memberikan kepuasan kepada penanya.Alokasi waktu biasanya sekitar 5  % dari toatal alokasi yang disediakan.

 

Keberhasilan seorang widyaiswara dalam melakukan komunikasi bisa dilihat melului feedback yang diterimanya dari peserta, tingkat perhatian peserta terhadap widyiswara, daya tarik pesan yang disampaikan dan tercapainya tujuan pembelajaran. Komunikasi ini sangat penting dalam proses pembelajaran dan mutlak seorang widyaiswara harus mampu melakukan komunikasi efektif secara baik.

 

Berikut tip – tip yang bisa digunakan supaya widyaiswara dapat melakukan komunikasi yang efektif:

  1. Keep it simple, sebuah informasi usahakan disampaikan sesederhana mungkin sesuai tingkat pemahaman peserta, sesuaikan dengan kemampuan pendengar, dan jangan bergaya sok pintar karena dapat membuat anti pati bagi pendengar. Banyak widyaiswara yang lupa untuk menyederhanakan bahasanya, menggunakan kata kata njlimet yang mungkin susah diterima oleh orang lain yang mungkin disebabkan tingkat intelejensia, atau kebiasaan komunikasi yang berbeda akibat budaya yang berbeda pula.
  2. Lakukan komunikasi ini dengan ramah dan murah senyum.
  3. Sampaikan dengan santai tidak tegang dan tidak terburu buru.
  4. Ketika anda berdiri didepan kelas uasahakan penuh dengan kepercayaan diri, selalu berikan perhatian kepada peserta selalu pikirkan bahwa peserta adalah yang utama.
  5. Dekati audience jangan hanya berdiri dibelakang meja., tatap secara merata kepada seluruh peserta dan jika berbicara jangan membelakangi peserta. Jiak harus menulis di media white board misalnya janganlah sambil berbicara, tulis terlebih dahulu baru anda berbicara.
  6. Jangan bergaya sebagai bos atau pejabat, karena anda adalah widyaiswara seorang fasilitator. Gunakan bahasa yang membumi, jangan bangga dengan bahasa intelektual tinggi tapi tidak dapat dimengerti oleh peserta, sangat membosankan bukan jika anda mendengar kata kata yang tinggi yang tidak anda mengerti.
  7. Tidak kalah penting adalah body language anda, dengan bahasa tubuh yang menarik maka peserta akan memberi perhatian, jangan berdiri disatu tempat tetapi anda juga tidak bergerak mondar mandir. Dengan bahsa tubuh yang tepat maka esensi dari komunikasi dapat dipahami oleh audience.
  8. Jika perlu menggunakan bahasa humor, maka gunakanlah sesuaikan dengan kondisi yang ada.
  9. Pastikan intonasi anda bisa ditangkap oleh pendengar, nada bicara jangan terlalu pelan, variasikan sesuai dengan tingkat penekanan.
  10. Gunakan jawaban yang tidak menggunakan pertanyaan lanjutan untuk itu perlu mempersiapkan jawaban.
  11. Namun jangan lupa untuk tidak merancang kata kata selanjutnya jika lawan bicara sedang berbicara ’ never plan what you say when listening!’
  12. Komunikasi efektif ini dapat terwujud jika anda sering berlatih.

 

Banyak sekali buku buku yang membahas cara berkomunikasi efektif dan juga cara cara presentasi yang sukses, perbanyak pengetahuan anda dengan membaca buku bagaiman memberikan presentasi yang baik. Hindari bahasa tubuh berikut: tangan bersilang atau bergaya bos, menghindar dari pandangan mata, menunjut dengan jari tunggal, memasukan tangan kedalam kantong celana, bersembunyi dibelakang meja, berdiri dengan tubuh yang loyo.

 

Dalam berkomunikasi atau dalam memberikan materi usahakan jangan melakukan  gerakan tubuh yang sama secara berulang ulang, atau mengucapkan kata kata yang sama berulang ulang. Biasakan tidak menggunakan kalimat yang ambigo atau mempunyai beberapa arti. Seorang pembicara baik juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Berikan perhatian jika ada audience yang bertanya.

 

Komunikasi adalah sebuah kunci sukses namun banyak pembicara baik itu presenter, narasumber, termasuk widyaiswara yang gagal menerapkannya, alasan klasiknya adalah tidak percaya diri didepan forum, atau penampilan fisik yang tidak memadai, atau bahkan takut terlihat bodoh ketika mengucapkan sebuah pernyataan atau kalimat. Gunakan kata kata yang pas ditempat yang pas.

Kategori: Uncategorized

PENGENALAN HYDRAULIC (1)

November 17, 2008 · 1 Komentar

1.1   Obyektif

Tergantung pada kelengkapan bab ini, satu hal yang dapat di lakukan:

  • Memahami latar belakang  dan sejarah hidrolik
  • Menjelaskan fungsi utama fluida hidrolik dan juga belajar tentang sifat dasar fluida hidrolik.
  • Memahami bagaimana pentingnya sifat fluida hidrolik seperti kecepatan, percepatan, gaya dan gaya adalah saling terkait, dan juga mempelajari tentang hubungan  dengan fluida hidrolik.
  • Mengerti konsep dari kekentalan dan indek kekentalan.
  • Menjelaskan sifat sifat pelumas dari fluida hidrolik.

 

1.2 Pengenalan dan latar belakang

Dalam dunia modern sekarang ini, permainan hidrolik sangat penting dalam kehidupan manusia dari hari kehari. Betapa pentingnya ini dapat diukur dari kenyataan bahwa ini terkait sebagai salah satu urat  yang menggerakan industri, selain pneumatik. Kegunaan dari buku ini adalah untuk membiasakan satu prinsip mendasarhidrolikseperti membuat sebuah usaha pada pemahaman konsep praktis membangun rancangan dan konstruksi bermacam sistem hidrolik dan aplikasinya. Aspek fungsi tambahan, fokus pada sistem komponen utama hidrolik  yang sudah disetujui, secara deatil. Bagian akhir buku ini adalah pembahasan kepada  maintenance umum yang praktis dan teknik penyelesaian masalah yang digunakan dalam sistem hidrolik dengan cara yang spesifik dan bermaksud untuk mencegah kerusakan komponen atau sistem. Dalam bahasa yunani hidro artinya air sedang aulos arinya pipa. Kata hidroli aslinya dari yunani dengan kombinasi kata ini, yang dalam bahasa inggris artinya air dalam pipa. Manusia sudah sadar akan pentingnya hidrolik sejak jaman dulu. Dalam kenyataan pertamanya sebagai permulaan ketika periode waktu antara tahun 100 dan 200, manusia sudah merealisasikan  energi potensial liran air disungai. Prinsip hidrolik telah digunakan pada awal ahun tersebut, dalam merubah energi air yang mengalir kedalam energi mekanik dengan memanfaatkan sebuah  roda air. Bagaimanapun penggunaan pertama gaya fluida membutuhkan gerakan jumlah fluida yang besar  karena tekanan rendah yang disediakan oleh alam.

Dengan melalui masa ini, pengetahuan hidrolik terus berkembang lebih dan lebih efisiendalam merubah gaya hdrolik ke kerja yang bermanfaat yang tercakup didalamnya. Subjek hidrolik yang terkait kebiasaan fisik dari air ketika diam atau dalam keadaan bergerak sebagai bagian teknik sipil dalam kurun waktu yang panjang. Bagaimanapun setelah penemuan mesin uap oleh James Watt, disana muncul kebutuhan penerus gaya yang efisien dari generasike titik penggunaan. Secara bertahap beberapa bagian mekanikal seperti poros, sistem roda gigi, puli dan rantai ditemukan. Itu adalah kemudian menjadi konsep pemikiran penerus gaya melalui fluida bertekanan. Sungguh hal ini adalah sesuatu yang baru dalam hal hidrolik, meliputi berbagai subjek seperti penerus gaya dan pengontrol gerakan mekanis, ketika  terkait juga dengan karakteristik fluida bertekanan. Untuk membedakan cabang hidrolik dari air, sebuah nama baru yang disebut hidrolik industri atau lebih umum disebut oli hidrolik dipasarkan.

Hal yang signifikan dibelakang pemilihan nama ini membohongi kenyataan bahwa area ini membuat oli sebagai media meneruskan gaya. Air yang dalam prakteknya incompressible masih digunakan pada saat ini pada teknologi hydro. Dalam hal hidrolik dari air sudah di perdadangkan untuk area teknik. Tetapi secara nyata dari  kualitas seperti ketahanan terhadap korosi seperti kemampuan luncur dan pelumasan, oli adalah mineral dasar yang umum sebagai penerus gaya hidrolik.

Pemebelajaran mengenai oli hidrolik secara aktual dimulai diakhir abad tujuh belas ketika Pascal menemukan sebuah hukum yang menjadi bentuk dasar untuk keseluruhan ilmu hidrolik. Konsep pengembangan penerus tekanan dalam batasan ruang zat cair dibuat melalui prinsip ini. Terakhir Josep Bramah mengembangkan sebuah peralatan berdasarkan pada hukum Pascal, dikenal dengan Bramah press, ketika Bernoulli mengembangkan hukumnya tentang konservasi energi untuk aliran fluida didalam pipa.

Ini sejalan dengan pengoperasian  hukum Pascal pada setiap jantung dari semua penggunaan gaya hidrolik dan digunakan untuk penganalisisan, meskipun mereka dapat secara nyata diaplikasikan pada industri hanya setelah terjadi revolusi industri tahun 1850 di Inggris.

Pengembangan terakhir telah dihasilkan dalam penggunaan sebuah jaringan dari pipa air bertekanan tinggi, antara pusat pembangkit yang mempunyai pompa pengalir uap dan penggiling yang membutuhkan gaya. Dalam melakukan ini, beberapa bagian tambahan seperti katup pengontrol, akumulator dan seal juga ditemukan. Bagaimanapun proyek ini telah dikesampingkan karena dua alasn utama, pertama tidak tersedianya komponen hidrolik yang lain, kedua berkembang pesatnya elektrik, yang mana sudah ditemukan untuk menjadi lebih nyaman dan sesuai untuk penggunaan.

 Sedikit perkembangan kedepan diakhir abad sembilan belas memimpin elektrik secara drastis sebagai sebuah teknologi yang dominan menghasilkan dalam penggantian fokus, menjauh dari gaya fluida. Gaya listrik cepat ditemukan menjadi lebihsuperior dibanding hidrolik untuk meneruskan gaya pada jarak yang jauh.

Awal abad duapuluh menjadi saksi munculnya era modern dari gaya fluida dengan sistem hidrolik yang menggantikan sistim elektrik dimana telah digunakan sebagai alat mengelevasikan dan mengontrol senjata pada kapal perang USS Virginia. Aplikasi ini menggunakan oli sebagai pengganti air. Hal ini menjadi tonggak sejarah lahirnya kembali fluida sebagai gaya hidrolik. Setelah perang Dunia II, area perkembangan gaya hidrolik menjadi saksi perkembangan yang luar biasa. Di masa modern ini, sebagian besar permesinan bekerja dengan prinsip “hidrolik dengan oli” sudah dikerjakan untuk meneruskan gaya. Ini telah sukses menggantikan penggerak mekanikal dan elektrikal. Hidrolik kemudian disebut ‘ ilmu pengetahuan dari sifat fisik fluida’.

 

1.3  Klasifikasi.

Beberapa bagian yang dioperasikan dengan menggunakan fluida hidrolik mungkin disebut bagian hidrolik, tetapi sebuah perbedaan telah dibuat antara bagian yang menggunakan impak atau momentum dari pergerakan fluida dan ini dioperasikan dengan sebuah daya dorong pada fluida yang dibatasi, sebagai contoh dengan tekanan. Ini menuntun kita untuk membagi kategori dari area hidrolik ke dalam:

  • Hidrodinamik.
  • Hidrostatik

Hidrodinamik sesuai dengan karakter zat cair yang mengalir, khususnya ketika zat cair membentur pada sebuah obyek dan melepas sebagian dari energinya untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bermanfaat.

Hidrostatik sesuai dengan energi potensial yang tersedia ketika zat cair dibatasi dan diberi tekanan. Energi potensial ini juga dikenal sebagai energi hidrostatik yang diaplikasikan paling banyak pada sistem hidrolik. Area hidrolik ini dipengaruhi oleh hukum Pascal. Ini kemudian dapat disimpulkan bahwa energi tekanan dikonversi kedalam gerakan mekanik dalam sebuah bagian hidrostatik dimana energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik dalam bagian hidrodinamik.

1.4  Sifat sifat yang dimiliki fluida hidrolik.

Satu material paling penting dalam sistem hidrolik adalah fluida kerja itu sendiri. Karakter fluida hidrolik mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap performa dan umur, dan karena itu penting untuk menggunakan fluida yang berkualitas tinggi dan bersih sehingga menjadi pengoperasian sistem hidrolik yang didapat menjadi efisien. Pada esensinya, sebuah fluida hidrolik mempunyai empat fungsi:

  1. Meneruskan gaya: sifat incompressibel dari fluida terkait dengan penerusan energi yang mengambil tempat dari sisi masuk ke sisi keluaran (gambar 1.1)

 

 

 

Gambar 1.1

Sifat pengantar energi dari fluida hidrolik

 

  1. Pelumas bagian bagian yang bergerak: Fungsi pelumasan dari fluida adalah untuk mengurangi gesekan dan keausan (Gambar 1.2)

 

Gambar  1.2

Sifat melumasi dri fluida hidrolik

 

  1. Menutup celah antara dua bagian: Fluida antara piston dan dinding tabung bertindak sebagai seal.

Gambar 1.3 Sealing Sifat menutup dari fluida hidrolik

 

  1. Menghilangkan panas: Menghilangkan panas terkait dengan sifat fluida yang meneruskan panas.

Gambar 1.4

Sifat meneruskan panas dari fluida hidrolik

Untuk fluida hidrolik yang sesuai dengan fungsi utamanya, sifat sifat berikut sangat esensial:

  • Kemampuan melumasi yang baik.
  • Kekentalan yang ideal.
  • Kestabilan terhadap kimia dan lingkungan.
  • Tahan api
  • Kemampuan meneruskan panas yang baik.
  • Berat jenis yang rendah.
  • Tidak mudah berbusa.
  • Tidak beracun.
  • Tidak mudah menguap.

Terakhir bukan berarti yang paling kecil, fluida dipilih harus karena biaya yang efektif dan mudah tersedia. Hal ini cukup menjelaskan dasar pemahaman tentang fluida yang dibutuhkan secara luas pada konsep hidrolik. Secara gamblang kami mengulas hal penting dan definisi yang sering digigunakan dalam hidrolik.

1.4.1        Fluida

Zat cair adalah fluida, yang memiliki massa akan mempunyai volume tetap dan berbentuk sesuai dengan tempatnya. Hal ini akan berimplikasi bahwa fluida akan mengisi bagian dari tempatnya dengan volume yang  sesuai dengan volume zat cair, walaupun itu diasumsikan sesuai bentuk tempatnya. Sebagi contoh, jika kita menuangka air ke dalam bejana dan volume air tidak cukup untuk mengisi bejana, kemudian permukaan rata (gambar 1.5) akan dibentuk seperti dalam gambar.

 

 

Gambar 1.5

Permukaan rata dari air

 

Tidak seperti gas, zat cair susah dikompresikan dan itu menjadi alasan mengapa volume mereka tidak berubah dengan adanya perubahan tekanan. Meski ini tidak lengkap  benar sebagai perubahan volume yang terjadi pada variasi jumlah tekanan, perubahan ini begitu kecil yang banyak diabaikan oleh aplikasi rekayasa teknik.

Gas dilain hal merupakan zat cair yang mudah dikompresikan. Untuk itu tidak seperti zat cair yang mempunyai volume yang pasti dengan massa yang dimiliki, volume dengan massa sebuah gas akan bertambah dengan pasti memenuhi bejana yang berisi gas. Terlebih gas sangat dipengaruhi oleh tekanan yang mana sangatlah subyektif. Sebuah penambahan tekanan menyebabkan volume gas berkurang  dan kebaikanatau kekurangan. Udara adalah gas yang umum digunakan dalam hidrolik sistem karena udara murah dan mudah tersedia.

 

1.4.2        Massa

Massa sebuah benda atau objek diukur dari jumlah kandungan materi yang terkandung didalamnya. Massa sebuah benda adalah konstan dan independent  dari lingkungan sekitar maupun posisinya. Sebuh keseimbangan fisik digunakan untuk mengukur massa sebuah benda. Massa secara normal diukur dalam kg atau pounds (lbs). Massa satu liter air pada suhu 4ºC diambil sebagai 1 kg. Satuan massa yang umum lainnya adalah metrik ton, dimana 1 metrik ton = 1000 kg.

 

1.4.3        Volume

Ruangan yang diduduki oleh sebuah benda disebut volume. Volume bisanya dituliskan dalam kubik meter (m3) atau kubik feet (ft3) atau liter. Satu liter sama dengan 1000 cm3 dan sama dengan volume 1 kg air pada suhu 4ºC.

Satuan dari volume adalah sebagai berikut:

1 m3     = 1000 liter.

1 dm3   = 1000 cm3      = 1 liter

1 cm3   = 1 ml              = 1000 mm3

 

1.4.4        Berat Jenis

Berat jenis dari sebuah substansi adalah didefinisikan sebagai massa benda tersebut dibagi unit volume. Dituliskan dengan simbol p rho. Jika persamaan massa dari kapas dan timah  diambil (katakan masing masing 1 kg), kita akan menemukan bahwa volume kapas akan lebih bessar dibanding volume timah. Ini karena timah lebih berat  dibanding kapas. Partikel timah akan lebih mengumpul sedangkan kapas lebih menyebar. Berat jenis dapat dihitung dari persamaan berikut:

 

Massa dari 1 cm3 besi adalah 7,8 g; karena itu berat jenis besi adalah 7,8g/cm3 atau 7,8 X 103kg/m3. Berat jenis berubah seiring perubahan temperatur. Contoh:

Ketika air didinginkan sampai suhu 4ºC, perjanjiannya adalah volumenya berkurang, dengan demikian hasil penambahan berat jenis. Tetapi jika air lebih didinginkan dibawah 4ºC, akan mulai mengembang sebagai contoh volume bertambah dan dengan alasan ini berat jenis berkurang.  Jadi, berat jenis air adalah maksimum pada 4ºC dan 1gm/cm3 atau 1000 kg/m3.

 

1.4.5        Berat Jenis Relatif atau Spesifik Gravity

Berat jenis relatif dari sebuah zat  adalah perbandingan berat jenis zat itu ke berat jenis zat standar. Ini ditunjukan dengan huruf s. Zat standar biasanya air (pada 4ºC) untuk zat cair dan padat, sedang gas biasanya udara.

Berat jenis zat (cair atau padat) = Berat jenis air 4ºC X Berat jenis relatif zat sebagai contoh (cair atau padat) = 1000 X s dan (gas) =1,29 x 5

Berat jenis relatif adalah mutlak perbandingan, tidak mempunyai satuan.

 

1.4.6        Kecepatan

Jarak yang ditempuh oleh sebuah benda dalam sebuah unit interval waktu dan dalam sebuah arah tertentu dinamakan kecepatan. Jika perpindahan benda sama dengan jarak dalam interval waktu sepanjang arah yang khusus, dikatakan bahawa benda bergerak dengan kecepatan tetap. Jika perpindahan benda tidak sama dengan jarak dalam arah lurus pada interval waktu yang sama atau jika benda bergerak dengan jarak yang sama dalam interval waktu yang sama tetapi ada perubahan arah, maka kecepatan benda dikatakan berubah ubah.

Kecepatan rata rata (v) =  

Satuan kecepatan dalam meter/detik (m/s) atau kilometer/jam (km/h)

 

1.4.7        Percepatan

Secara umum, benda tidak bergerak dengan kecepatan tetap. Kecepatan mungkin berubah dalam jarak atau arah atau kedua duanya. Sebagai contoh, sebuah mobil berubah kecepatananya ketika berjalan dijalanan yang sibuk. Ini menunjukan kepada kita tentang konsep  percepatan yang mungkin didefinisikan sebagai perubahan angka kecepatan dalam pergerakan benda. Percepatan dikatakan seragam ketika perubahan kecepatan yang sama terjadi dalam interval waktu yang sama pula, bagaimanapun kecil kemungkinan ini terjadi. Jika kecepatan bertambah, percepatannya positif. Jika kecepatannya berkurang, percepatannya negatif dan biasanya disebut penurunan kecepatan atau pelambatan.

Satuan percepatan adalah ft/dt2 atau m/dt2  

 

1.4.8        Percepatan terkait gaya gravitasi

Perepata dihasilkan dengan menjatuhkan sebuah benda secara bebas yang dipengaruhi gaya gravitasi bumi dinamakan percepatan yang dipengaruhi gaya gravitasi. Ini dinotasikan dengan huruf g. Jika benda jatuh kebawah percepatan akibat gravitasi dikatakan positif, ketika benda bergerak vertikal, percepatannya dikatakan negatif. Nilai rata rata percepatan gravitasi adalah 9,8 m/dt2 (sekitar 32 ft/dt2). Kemudian untuk benda jatuh bebas kecepatannya akan bertambah dari angka 9,8m/dt sebagai contoh detik pertama kecepatan 9,8m/d setelah 2 detik kecepatannya akan menjadi 9,8 x2 = 19,6 m/dt dan seterusnya. Aktualnya nilai ‘g’ beragam dari satu tempat ke tempat yang lain. Pada permukaan bumi ‘g’ maksimum di titik tengah dan minimum di ekuator.

 

1.4.9        Gaya

Sehubungan dengan hal berikut:

  • Mendorong pintu untuk membukanya.
  • Menarik troley
  • Menarik per dengan beban yang ada padanya.

Dalam contoh diatas, kita mempunyai gaya yang digunakan untuk mendorong, menarik atau menggeser. Besarnya gaya berbeda tiap kasus tergantung pada ukuran dan isi benda. Gaya dalam kasus diatas disebut gaya kontak sebab gaya langsung digunakan bersentuhan dengan  benda. Teanaga bukan perubahan posisi/tempat sebuah benda atau dimensinya. Besarnya sebuah gaya terkait pengaruh gravitasi pada sebuah obyek tergantung pada massa benda itu. Pada tempat tertentu, gaya gravitasi langsung secara proporsional mempengaruhi masa benda. Gaya yang dipengaruhi gravitasi pada massa 1 kg gaya disebut (1 kgf) atau diekspresikan dalam Newton (9,8 Newton).

Ini dapat diperoleh dari percobaan jika, sebuah gaya (F) bekerja pada sebuah massa benda (m), benda mengalami percepatan secara langsung karena gaya. Percepatan (a) proporsional terhadap gayadan terbalik terhadap massa.

F = ma

Hubungan ini juga disebut sebagai hukum gerakNewton kedua. Yang telah didiskusikan diatas  dalam sistem SI, satuan gaya adalah Newton yang disingkat N. Satu Newton didefinisikan  sebagai gaya yang bekerja pada sebuah bnda dengan masa 1 kg, menghasilkan percepatan 1 m/dt2

 

1.4.10    Berat

Berat merujuk pada gaya gravitasi yang diberiakan massa. Di bumi, berat adalah gaya gravitasi yang menarik bend. Jika m adalah massa benda, kemudian berat mempunyai hubungan.

Berat (W) = Massa benda (m) x percepatan gravitasi (g), sehingga

W = mxg

Satuan berat dalam SI adalah Newton (N). Selama g di bumi adalah 9,81 m/dt2, sebuah 1 kgf  berat benda 9,8 N di bumi.

1 kgf = 9,81 N

 

1.4.11    Berat Spesifik

Berat spesifik atau berat jenis sebuah zat cair didefinisikan sebagai perbandingan dari berata fluida terhadap volumenya. Ditulis dalam V. Kemudian berat per unit volume dari fluida disebut berat jenis.

                    =

Selama m/V adalah berat jenis persamaan dapat ditulis sebagai berikut

Sehingga berat jenis (W) = massa jenis ( ) x percepatan gravitasi (g)

Berat jenis air ditunjukan dengan = 1000 x 9,81 = 9810N/m3 ( dalam Satuan SI)

 

1.4.12    Usaha

Usaha didefinisikan sebagai gaya yang melalui jarak. Dengan kata lain, ketika sebuah benda bergerak dibawah pengaruh gaya, usaha dikatakan sedang dilakukan. Sebaliknya, jika disana tidak ada gerakan yang dilakukan benda, usahanya nol. Selanjutnya usaha dikatakan dilakukan hanya ketika gaya diaplikasikan ke benda untuk membuatnya bergerak contoh ada perubahan tempat dari benda). Jika anda mencoba mendorong batu besar tetapi anda tidak dapatmenggerakannya, maka kerja yang dilakukan adalah nol. Merujuk pada gambar 1.6 usaha dikatakan disempurnakan jika kita mengerakan 100 kg dengan jarak 2 m. Jumlah usaha diukur dalam Kg m.

 

Gambar 1.6 Prinsip usaha

Kerja yang dilakukan akan besar, jika gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan benda adalah besar  atau jika perpindahan benda membutuhkan gaya yang besar. Rumus matematika untuk menghitung kerja adalah

Usaha (W) = Gaya (F)xJarak perpindahan (s)

W = Fs

Sistem SI untuk kusaha adalah Newton meter yang juga direferensikan dalam Joule (J). Satu Joule adalah usaha yang dilakukan gaya 1N ketika benda dipindahkan 1 m dengan arah gaya.

 

1.4.13    Energi

Sebuah benda dikatakan memiliki energi ketika benda itu mampu melakukan kerja. Karena itu energi mungkin secara luas disebut kemampuan melakukan usaha. Dengan kata lain energi adalah kemampuan benda mengahasilkan akibat. Dalam hidrolik, metodenya energi diteruskan, diketahui sebagai tenaga zat cair. Penerusan tenaga dari penggerak mula atau sumber tenaga input ke bagian output atau silinder

Energi diklasifikasikan sebagai:

Energi yang disimpan : contohnya energi kimia di bahan bakar dan energi didalam air.

Energi dalam transisi   : contohnya menjadi panas dan kerja.

Berikut adalah berbagai macam energi.

Energi Potensial (PE)

Energi ini adalah energi yang disimpan dalam sistem terkait dengan letak gravitasi. Jika benda berat seperti batu besar diangkat dari tanah ke atap, energi yang dibutuhkan untuk mengangkat batu yang tersimpan didalamnya disebut energi potensial. Energi potensial ini tidak berubah sepanjang batu tetap dalam posisinya.

Energi potensial ditunjukan  dengan rumuh

PE = z x g

Dimana z adalah ketingian benda dari dasar.

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda ketika sedang bergerak. Jika benda engan berat 1 kg bergerak dengan kecepatan v m/dt, kemudian energi kinetik yang disimpan dalam benda ditunjukan sebagai berikut:

Energi ini akan tetap tersimpan di benda selama bergerak terus menerus dalam kecepatan konstan. Ketika kecepatan nol, energi kinetik juga nol.

Energi Internal

Molekul memiliki massa dan mempunyai gerakan translasi dan gerakan rotasi dalam keadaan cair maupun gas. Keduanya, massa dan gerakan molekul, mempunyai sejumlah energi kinetik didalamnnya. Perubahan temperatur menghasilkan perubahan energi kinetik molekul, selama kecepatan molekul adalah bagian fungsi temperatur. Tambah lagi, molekul dalam kondisi padat mengalami gaya saling tarik menarik antara satu sama lainnya yang cukup bessar. Gaya ini cenderung menghilang ketika satu molekul menjadi gas sempurna. Dalam proses seperti mencairnya benda padat atau menguapnya zat cair, ini membutuhkan gaya . Energi dibutuhkan untuk melakukan  perubahan di molekul sebagai energi potensial. Kumpulan energi ini disebut energi dalam dan disimpan di dalam benda tersebut. Merujuk energi sebagai energi dalam atau energi panas dinotasikan dengan simbol µ. Atau diekspresikan dengan British thermal unit (Btu) atau Joule (J).

 

1.4.14    Tenaga

Dasar untuk melakukan kerja disebut tenaga. Ini diukur sebagai jumlah yang dilakukan dalam 1 detik. Jika total kerja dalam waktu ‘t’ adalah W maka

Ini dapat ditulis

Tenaga = gaya x kecepatan rata rata

P = Fxv

Selama kerja yang dilakukan = gaya x jarak dan kecepatan = jarak/waktu.

Dari gambar 1.7 jika kita mengangkat 100kg, 2 m dan dalam 2 detik, kita menyelesaikan 100 unit tenaga atau dengan kata lain 100 kali 2 dibagi 2 detik. Ini biasanya dikonversikan ke kilowatt atau horsepower dengan maksud untuk mendapatkan maksud relatif untuk mengukur tenaga.

Gambar 1.7 Prinsip Tenaga

Satuan SI dari tenaga adalah J/detik atau W. Jika sejumlah kerja dilakukan 1 J dalam 1 detik, kemudian tenaga akan menjadi 1 W.

1 W = 1J/dt

Satuan unit tenaga yang lebih besar adalah (kW) dan Megawatt (MW).

1 kW =1000W

1MW = 106W

Dalam prakteknya satuan tenaga sering digunakan dalam teknik mesin adalah (hp).

 

Horsepower (Tenaga Kuda)

Horsepower adalah tenaga satu kuda, atau diukur dari nilai satu ekor kuda dapat bekerja. Ketika mesin memiliki 30 hp, itu sama bahwa mesin dapat bekerja sama dengan 30 ekor kuda. Satu kuda dikatakan dapat berjalan 50 m dalam satu menit, mengangkat 90 kgf berat.

Kerja yang dilakukan kuda = 90×50 = 4500 kgfm

Tenaga = Kerja yang dilakukan/waktu = 4500 kgfm/menit

1 hp = 4500/60 =75 kgfm/detik

1 hp = 746 W.

Kami maksudkan diawal bahwa energi diekspresikan dalam satuan yang lebih besar disebut kilowatt hour (kWh)

1 kWh = 1 kW x 1 h

= 1000J/sx60×60s

= 3,6 x 106J

1kWh = 3,6 x 106J

1Wh = 3,6 x 103J

 

1.4.15    Bulk Modulus

Tenaga tinggi yang diharapkan terhadap perbandingan berat dan kekakuannya dan perbandingan dengan sistem lain membuat sistem hidrolik merupakan sebuah pilihan yang tepat untuk penggunaan dengan tenaga yang tinggi. Kekakuan dari sistem hidrolik langsung terkait dengan sifat incompressibilitas oli. Bulk modulus ini diukur dari komressibilitas ini. Bulk modulus yang lebih tinggi, kemampuan kompressibilitasnya berkurang atau kekakuan fluida lebih tinggi.

Bulk modulus ditunjukan dengan rumus sebagai berikut:

  

Dimana

V         = volume awal.

      = perbedaan tekanan

     = perbedaan volume

 

1.4.16    Viskositas dan Indek Viskositas

Viskositas adalah  sifat terpenting yang mungkin dimiliki oleh fluida hidrolik. Ini diukur dengan kelembaman ketika fluida mengalir atau dengan kata lain mengukur hambatan aliran zat cair. Fluida yang pekat memiliki viskositas yang lebih tinggi pula dan oleh sebab itu bertambahlah hambatan aliran. Kekentalan  diukur dengan bilangan dimana fluida melawan deformasi. Kekentalan sebagai sifat fluida dipengaruhi oleh temperatur. Penambahan temperatur fluida hidrolik akan menyebabkan penurunan viskositasnya  atau hambatan untuk mengalir.

Kekentalan yang terlalu tinggi mengakibatkan:

  • Hambatan yang tinggi dalam mengalir menyebabkan kelembaman pada operasinya.
  • Menambah konsumsi tenaga akibat kehilangan gesekan.
  • Bertambahnya tekanan yang melalui katup dan jalur.
  • Bertambahnya kondisi suhu disebabkan gesekan.

Kekentalan yang terlalu rendah:

  • Bertambahnya kerugian akibat kebocoran melalui seal.
  • Banyaknya keausan pada bagian yang bergerak.

 

Viskositas dapat diklasifikasikan:

  • Viskositas absolute
  • Viskositas kinematik

Viskositas absolute juga diketahui sebagai koefisien kekentalan dinamik, kekentalan dinamik ini merupakan gaya tangensial pad sebuah satuan area, satu sama lain atau  dua permukaan paralel dengan sedikit jarak, ketika celah diisi dengan zat cair dan satu permukaan digerakan mendekati lainnya pada satuan kecepatan. Ini diukur dalam poise. Satuan paling umum yang digunakan adalah centipoise yang mana 1/100 poise.

Viskositas kinematik pada umumnya digunakan pada perhitungan hidrolik yang meliputi penggunaan viskositas kinematik dibanting viskositas absolute. Viskositas kinematik adalah sebuah pengukuran waktu yang dibutuhkan untuk sejumlah oli mengalir melalui tabung kapiler dibawah pengaruh gaya gravitasi. Ini juga dapat didefinisikan sebagai hasil bagi dari viskositas absolute dalam centipoise dibagi dengan masa jenis fluida. Viskositas kinematik secara matematik dapat ditunjukan dengan . Biasanya diukur dalam centistokes. Viskositas fluida diukur dengan menggunakan saybolt viskometer, dimana skematik yang representative ditunjukan dalam gambar 1.8.

Bagian ini terdiri dari ruang dalam yang berisi contoh oli yang akan ditest.Sebuah kompatement luar yang terpisah, yang ada disekitar ruang dalam, terdiri dari sejumlah oli yang temperaturnya dikontrol dengan thermostat dan sebuah pemanas. Sebuah orifice standar diletakan pada bagian tengah dasar ruang oli. Ketika oli mencapai temperatur yang diinginkan, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi 60cm3 penampungan dicatat melalui orifice meter. Waktu (t) diukur dalam detik, viskositas dalam saybolt universal second (SUS). Viskositas SUS untuk fluida yang pekat akan lebih tinggi dibanding untuk fluida yang encer, selama hal itu mengalir pelan.

Untuk mengkonversikan SUS ke dalam centistokes, digunakan persamaan empiris berikut:

V (centistokes) =

V (centistokes) = > 100SUS.

Dimana v menunjukan viskositas dalam centistokes dan waktu diukur dalam SUS atau detik yang sederhana.

 

Gambar 1.8 Saybolt Viskometer

 

Indek viskositas

Indek viskositas adalah sebuah angka empiris yang mengindikasikan nilai perubahan viskositas dari sebuah oli yang ditunjukan dalam kisaran suhu. Indek viskositas yang rendah  mengindikasikan perubahan yang lebih besar dalam viskositas dengan temperatur tertentudimana sebuah indek viskositas yang tinggi mengindikasikan perubahan yang lebih kecil dalam kekentalan dengan temperatur tertentu.

Indek viskositas dikalkulasi sebagai berikut:

Dimana

U adalah viskositas dalam SUS dari oli dimana indek viskositas dihitung pada suhu 37.8°C atau 100 °F.

L adalah viskositas oli dalam SUS dari indek viskositas 0 pada suhu 37.8 °C (100 °F).

H adalah viskositas oli dalam SUS dari indek viskositas 100 pada suhu 37.8 °C (100 °F).

 

1.4.17 Panas

Ini adalh sifat penting yang lain terkait fluida hidrolik.  Menurut hukum konversi energi, walaupun panas mengalami perubahan bentuk, panas ini tidak dapat dibuat maupun dihancurkan. Energi yang tidak digunakan dalam sistem hidrolik menjadi bentuk panas. Sebagai contoh jika fluida mengalir melalui sebuah relief valve dengan setingan tekanan standar yang diketahui, jumlah energi dirubah menjadi panas dan mudah dihitung.

 

1.4.18                            Torsi

Torsi juga diketahui sebagai gaya puntir diukur dalam kgm atau ftpound. Dalam ilustrasi yang ditunjukan dalam gambar 1.9, sebuah torsi 10kgm dihasilkan ketika gaya 10 kg dikenakan pada kunci pas dengan panjang 1 m. Temuan teori ini diaplikasikan pada motor hidrolik. Untuk memberikan tekanan, motor hidrolik dinilai pada angka torsi sepesifik. Torsi atau gaya puntir yang  dihasilkan oleh motor hidrolik  membangkitkan kerja. Spesifikasi motor hidrolik dalam hal rpm memberikan sebuah kapasitas torsi dari energi yang digunakan atau yang dibutuhkan.

 

 

 

 

Gambar 1.9 Prinsip Torsi

 

 

1.4.19 Pelumasan

Fluida hidrolik harus mempunyai sifat melumasi yang baik untuk mencegah keausan dan baret antara bagian yang saling bergesekan. Kontak antara permukaan metaldengan metal pada komponen hidrolik normalnya dicegah dengan kerja fluida yang mempunyai viskositas yang cukup dimana memberikan lapisan pelumas antara bagian yang bergerak (gambar 1.10). Ini ditunjukan dalam gambar 1.3

Gambar 1.10 Lapisan film mencegah metal dengan metal saling bersentuhan.

 

Gambar 1.10 Lapisan film mencegah kontak antara permukaan metal dengan metal.

Komponen hidrolik yang paling menderita akibat tidak cukupnya kemampuan melumasi adalah pompa, spool katup, ring dan rod bearing.

Keausan dan goresan adalah pengurangan permukaan material terkait dengan gesekan antara dua permukaan logam. Ini sudah ditentukan bahwa gaya gesek adalah proporsional terhadap gaya normal dimana gaya dua permukaan bersatu dan proporsionalnya tetap, diketahui sebagai koefisien gesek (CF).

 NOTE; GAMBAR TDK DIUPLOAD 

Kategori: Uncategorized

WIDYAISWARA SUCCESS PRESENTATION(3)

November 14, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

APA CIRI WIDYAISWARA YANG BAIK

 

Ketrampilan mengajar didepan kelas dari widyaiswara adalah kemampuan hasil dari pengalaman, atau bisa diambil dari berbagai informasi yang sudah dialami oleh orang lain sehingga bisa untuk  mengembangkan kemampuan mengajar seorang widyaiswara. Seorang widyaiswara yang intelektualnya tinggi belum tentu mampu memberi pengajaran yang baik, karena itu selain intelektual juga dibutuhkan kemampuan dalam menyampaikan informasi secara tepat serta kemampuan dalam mengkomunikasikan sebuah gagasan. Dalam subbab – subbab berikutnya akan dibahas mengenai seorang widyaiswara yang baik yaitu yang menguasai hal hal berikut:

Menguasai landasan pendidikan

Landasan pendidikan berikut merupakan landasan bagi sesorang dalam memberikan pengajaran sehingga bisa mengembangkan kondisi yang optimal dalam penyampaian sebuah materi. Dengan menguasai landasan pendidikan maka transfer knowledge dan transfer expert akan dapat berjalan dengan baik.

Memahami peserta didik

Seorang widyaiswara yang sukses dalam menjalankan tugasnya harus menyesuaikan diri dengan kondisi peserta didiknya. Widyaiswara yang sukses lebih berminat kepada peserta didik daripada kepada materinya, ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Walter Raleigh. Widyaiswara diusahakan harus menguasai masalah profesional, akademik, kemampuan berfikir, gaya belajar dan perilaku sosial peserta didik. Dengan memahami peserta didik maka proses belajar mengajar akan berjalan secara efisien dan efektif dan memang hal inilah yang menjadi acuan tercapanya tujuan pembelajaran baik tujuan pembelajaran umum maupun tujuan pembelajaran khusus.

 

Memahami kurikulum

Widyaiswara yang memberikan pembelajaran harus memahami kurikulum diklat yang sedang berjalan, tidak asal menyampaikan materi, sudah selasai sudah gugurlah kewajibannya. Bukan …bukan seperti itu seorang widyaiswara, harus punya tanggung jawab moral terhadap peserta dengan materi yang disampaikannya. Kurikulum yang sudah disusun bersama harus dipahami sehingga materi tidak kemana mana dan tujuan dari diklat dapat tercapai.

 

Memahami pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas adalah usaha yang dilakukan oleh widyaiswara untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif  dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal. Semua komponen yang ada didalam kelas harus mempunyai fokus dan tujuan yang sama untuk menghasilkan belajaran yang optimal. Antara widyaiswara dan peserta diklat harus terjalin hubungan yang akrab sehingga suasana yang tercipta ketika proses pembelajaran akan terasa menyenangkan. Jika pembelajaran dilakukan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan maka penyerapan materi oleh peserta akan terasa lebih mudah, suasana kelaspun akan lebih cair. Widyaiswara harus mampu membaca situasi dan kondisi peserta diklat, seorang widyaiswara harus tetap mengutamakan peserta atau kelas yang dikelolanya.  Peserta menjadi yang utama dalam hal ini, sehingga perhatian widyaiswara harus fokus kepada peserta, dengan demikian pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dalam suasana yang hangat tidak menegangkan.

 

Memahami manajemen pembelajaran

Peran penting yang dimiliki oleh  widyaiswara dalam mengelola kelas harus dijalankan sebaik baiknya. Di kelas ada peserta diklat yang harus dibina oleh widyaiswara untuk menerima dan menelaah secara bersama sama terhadap materi tertentu. Manajemen pembelajaran ini dilakukan untuk meminimalkan segala hambatan yang mungkin terjadi dalam proses pembelajaran sehingga tranfer pengetahuan dan transfer expert dapat berjalan optimal, widyaiswara harus bisa memfasilitasi keinginan peserta Sebagai mediator, widyaiswara harus mampu menggunakan berabagai media pembelajaran yang ada sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dan materi dapat diserap dengan mudah oleh  peserta.

 

Penguasaan Materi

Seorang yang melakukan presentasi didepan audience akan lebih percaya diri jika menguasai materi.

Seorang widyaiswara sebaiknya hanya mengambil materi yang dikuasainya saja. Jangan menjadi MSI…..menguasai segala ilmu, tidak dikuasai asal ada materi diampunya juga…pepatah bilang main sikat main embat…

Dengan mengampu materi yang benar benar dikuasai, maka proses penyampaian kepada audience akan lebih mudah.

Kategori: Uncategorized

WIDYAISWARA SUCCES PRESENTATION(2)

November 14, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sukses dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting, itulah yang menjadi tujuan widyaiswara ketika berada didepan kelas. Keberhasilan ini tidak akan terlepas dari berbagai elemen dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tranfer knowledge dan transfer expert harus dicapai secara efektif dan efisien. Keberhasilan ini tidak akan terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan didalam  kelas, yaitu diantaranya:


Peserta

Kondisi peserta harus disadari oleh seorang widyaiswara, karena mereka mempunyai motivasi yang berbeda beda tergantung tujuan masing masing, ada yang benar benar ingin belajar bahkan ada yang hanya untuk melepaskan diri dari rutinitas kerja, minat tidak jauh berbeda dengan motivasi, tiap peserta yang datang dari berbagai daerah mempunyai minat yang berbeda pula, dalam kediklatan peserta sudah dewasa sehingga tahu mana materi yang dibutuhkannya atau mana yang tidak dibutuhkan yang akan selalu dikaitkan dengan pengetahuan mana yang akan menunjang dalam kerjanya,  latar belakang pendidikan juga akan mempengaruhi kondisi peserta, karena itu seorang fasilitator haruslah mengetahui kondisi awal sebelum memberikan materi termasuk latar belakang pendidikan peserta sehingga proses pembelajran dapat berjalan dengan baik.

 

Widyaiswara

Kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik mutlak dibutuhkan, maksudnya bahwa seorang widyaiswara harus bisa menjadi komunikator dan komunikan yang baik, atau bisa menjadi pembicara dan pendengar yang baik. Kemampuan menguasai materi harus dimiliki oleh seorang widyaiswara, meskipun dalam proses pembelajaran selalu ada yang lebih baik atau lebih berpengalaman maka kemampuan seorang widyaiswara untuk saling memberikan sharing pengalaman sangatlah dibutuhkan, kesabaran widyaiswara sebagai fasilitator dalam menghadapi berbagai karakter dan pribadi yang berbeda beda dari peserta diklat juga sangat diperlukan sehingga pengelolaan kelas dapat berjalan dengan baik, kemampuan mengelola kelas harus dimilki oleh seorang widyaiswara sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

 

Lingkungan

Faktor lingkungan memegang peran yang sangat penting dikarenakan akan berpengaruh terhadap kenyamanan fisik, akibatnya membuat peserta merasa lebih menikmati dan jika sudah menikmati maka akan lebih fokus dan konsentrasi.

 

Seperti dalam kata kata bijak yang dikemukakan oleh Conficius dari Cina:

I hear I forget, I see I remember, I do I understand, maka seorang widyaiswara dalam menyampaikan presentasinya harus diingat bahwa jika peserta mempraktekan maka akan dimengerti oleh peserta.

Namun adapula anekdot yang mengatakan ‘sedikit belajar sedikit lupa, banyak belajar banyak yang lupa’.

 

TAMPILAN SLIDE PRESENTASI

 

Sudah sangat umum bahwa seorang widyaiswara dalam memberikan materinya melalui audio visual berupa power point atau slide. Peserta bisa fokus ke materi jika slide yang ditampilkan menarik bagi peserta, karenanya diperlukan ketrampilan widyaiswara untuk menampilkan berbagai bentuk slide yang menarik dan tidak menjemukan bagi peserta. Tampilan slide bisa di tambah dengan animasi maupun film yang relevan dengan materi yang disajikan. Pilihan warna yang sesuai dan enak dipandang. Jumlah kata kunci yang ada dalam sebuah slide tidak berlebihan yaitu sepuluh baris dalam satu slide sehingga ukuran huruf dari kata juga sesuai dengan standar, tidak terlalu kecil.

 

Slide merupakan alat bantu yang digunakan oleh widyaiswara, dosen, presenter atau orang lain yang melakukan presentasi baik itu materi kuliah, diklat, marketing atau materi seminar. Slide hanya memuat kata kata kunci, bukan copy paste dari sebuah makalah, maka harus dipilih kata kata kunci saja dan kewajiban  widyaswara, atau orang yang melakukan presentasi untuk mengembangkannya. Karena itu sangat terkait dengan  alinea sebelumnya bahwa seorang presenter atau widyaiswara harus menguasai materi yang dibawakannya. Banyak buku yang membahas cara pembuatan slide dengan program power point atau menggunakan flash media.

Kategori: Uncategorized

MAINTENANCE

November 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

MAINTENANCE DAN RELIABILITAS

 

2.1  Definisi

Maintenance dan reliabilitas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam manajemen operasional. Hal ini disebabkan semua fasilitas yang dimiliki harus dijaga agar dapat digunakan sehingga proses operasional tidak terganggu.

Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai pada suatu kondisi atau standar yang dapat diterima atau suatu aktivitas yang dibutuhkan untuk menjaga semua fasilitas produksi dalam kondisi siap pakai / operasi dan tetap dalam kondisi seperti semula.

Tujuan pemeliharaan adalah untuk menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga digunakan untuk mengendalikan biaya serta perbaikan dan pencegahan jika terjadi kerusakan.

Untuk kelancaran proses produksi, mutlak diperlukan perawatan yang baik terhadap mesin dan peralatan. Inilah sistem perawatan yang tepat. Perawatan mesin dan peralatan, sangat diperlukan untuk ikut menjamin kelancaran prosesproduksi.
Namun, sebelumnya harus diperhatikan soal tata letak dan urutan mesin / peralatan, yang harus sesuai dengan urutan proses. Juga, harus disesuaikan dengan tata ruang dan diatur sedemikian rupa, sehingga proses produksi efektif dan efisien. Tata letak ini juga harus memperhatikan arus keluar masuknya bahan dan produk.

Perawatan perlu dilakukan secara periodik, untuk mencegah terjadinya kerusakan fatal mendadak, yang bisa mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Perawatan juga berarti menyiapkan mesin/peralatan, pada kondisi puncak kerja dan memperpanjang umur ekonominya. Untuk menghemat biaya perawatan, perlu dicari sarana produksi yang vital. Artinya, jika sarana itu rusak dapat berakibat fatal bagi keseluruhan unit yang ada disuatu badan usaha.

Biasanya, jumlah sarana vital tersebut tidak banyak. Karena itu, hendaknya dilakukan perawatan yang lebih intensif, sehingga terhindar dari kerusakan yang fatal, proses produksi tetap berjalan dengan menggunakan sarana cadangan tersebut.

Ada baiknya pula memberikan latihan atau kursus untuk meningkatkan ketrampilan pekerja, agar lebih menguasai dalam menangani mesin/peralatan. Masalah keselamatan kerja juga harus mendapat perhatian serius. Pengaman tidak hanya diberikan pada mesin, tetapi juga terhadap penggunanya.

Perawatan peralatan, pada akhirnya, sangat erat terkait dengan pengendalian mutu. Pengendalian mutu ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan mutu, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan mutu yang terjadi. Berarti, pengendalian ini tugasnya adalah memeriksa apakah penyimpangan mutu yang telah terjadi dan kemudian melakukan tindakan perbaikan dan pengendalian.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan itu hendaknya pengendalian dilakukan terhadap tiap-tiap tahap proses. Dengan cara ini maka akan sempat dilakukan pembenahan di tengah jalan sehingga produk akhir terjamin mutunya.

Untuk keperluan pengendalian mutu ini ada beberapa unsur yang harus tersedia yaitu :

·         Petugas pengawas mutu yang terlatih

·         Alat standar untuk mengukur waktu

·         Tempat-tempat yang diawasi

·         Batas-batas penyimpangan yang dapat diterima

Reliabilitas merupakan probabilitas bahwa suatu bagian dari mesin atau produk akan berfungsi sebagaimana mestinya untuk waktu dan kondisi tertentu.

Dengan demikian maintenance dan reliabilitas adalah dua hal yang saling terkait dan  tidak dapat dipisahkan

Batas penyimpangan atau kondisi yang dapat diterima :

Mengacu pada standar yang telah ditentukan:

1. Pemeliharaan mesin pesawat terbang memerlukan standar yang lebih tinggi dibanding dengan mesin mesin pada bengkel.

2. Ketelitian ukuran, bagi mesin presisi penyimpangannya dalam ukuran mikron.

 

 

 

Menurut Teroteknologi

Kombinasi dari manajemen, keuangan, rekayasa dan kegiatan lain yang diterapkan bagi aspek fisik untuk mendapatkan biaya siklus hidup ekonomis.

Hal tersebut berkaitan dengan spesifikasi dan rancangan untuk keandalan serta pemeliharaan mesin mesin, peralatan, bangunan dan struktur, instalasi, pengujian, pemeliharaan, modifikasi dan penggantian dengan umpan balik informasi untuk rancangan, unjuk kerja dan biaya.

 

2.2. Tujuan

 

Adapun tujuan dari perawatan adalah:

  1. Memperpanjang umur kegunaan dari aset (bangunan, mesin dan fasilitas lain yang digunakan untuk berproduksi).
  2. Menjamin ketersedianan optimum peralatan yang terpasang untuk produksi atau jasa dan mendapatkan laba investasi (return of investmen) yang maksimum.
  3. Menjamin kesiapan operasi dari seluruh peralatan / mesin yang diperlukan setiap waktu, misalnya pengoperasian mesin mesin cadangan, dan mesin mesin pembantu lainnya.
  4. Menjamin keselamatan kerja dari orang yang menggunakan peralatan / mesin dan peralatan bantu lainnya.
  5. Menaikan produktivitas dengan melakukan berbagai modifikasi terhadap peralatan/mesin sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi.

 

Perawatan atau pemeliharaan mestinya harus:

  1. Dilaksanakan secara efisien artinya teknisi perawatan harus membuat perencanaan dan melaksanakannya sesuai dengan yang telah direncanakan.
  2. Dikelola secara baik artinya pengorganisasian pemeliharaan harus disusun secara baik untuk mendapatkan unjuk kerja yang baik.
  3. Terpisah dari unit produksi, artinya bagian maintenance / pemeliharaan harus terpisah dari unit produksi, sehingga jelas dekripsi dari tugas masing masing.
  4. Jelasnya deskripsi tugas masing masing teknisi bagian pemeliharaan.

 

2.3. Ruang Lingkup dan Fungsi Bagian Perawatan

Tugas dan tanggung jawab dari bagian akan bervariasi dengan ukuran dan jenis perusahaan, tetapi tujuan dari setiap bagian akan sama, yaitu bertujuan menjaga agar semua peralatan produksi tetap dapat bekerja secara normal.

Karena itu bagian perawatan adalah bagian pelayanan terhadap semua kegiatan yang berlangsung diindustri atau perusahaan atau unit tertentu, sehingga proses produksi atau semua kegiatan yang telah diprogramkan dapat berlangsung sesuai dengan rencana kerja. Untuk industri kecil, bagian perawatan mungkin hanya memiliki beberapa staff, sementara untuk industri besar mempunyai beberapa tenaga spesialis dan pekerjaan dikontrol secara komputerisasi.

Fungsi divisi perawatan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Fungsi utama, yang meliputi:

a.    Perawatan terhadap semua peralatan dan bangunan.

b.    Merehabilitasi dan mengubah peralatan yang ada dan bangunan yang ada

c.    Memasang instalasi peralatan baru.

d.    Melaksanakan penyediaan tenaga, panas, udara, dan air.

e.    Mengontrol pengeluaran untuk bagian perawatan.

 

2.    Fungsi kedua adalah:

Dikarenakan pengalamannya, kemampuan, dan tidak adanya bagian yang menangani pekerjaan tersebut, maka tugas tersebut diserahkan kepada bagian lain, yaitu antara lain:

a. Perlindungan terhadap instalasi perusahaan, seperti perlindungan terhadap bahaya kebakaran.

b. Kebersihan perusahaan

c.  Pergudangan

d. Penanganan limbah.

Kedua fungsi diatas adalah jenis jenis pekerjaan yang akan ditangani oleh bagian perawatan, tetapi bisa berubah sesuai dengan besar kecilnya dan kompleksitas dari perusahaan.

 

 

2.4. Kegiatan Pemeliharaan

Secara umum pemeliharaan dapat dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

  1. Kegiatan yang tidak direncanakan:

Kegiatan perbaikan yang dilakukan segera untuk mencegah terjadinya kerusakan yang fatal, misal kegiatan produksi menjadi terhenti jika tidak segera dilakukan atau perbaikan, atau akan terjadi kerusakan yang lebih besar atau dapat menyebabkan kecelakaan kerja.

  1. Kegiatan yang direncanakan, yaitu:

Kegiatan yang telah dijadwalkan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh industri pembuat mesin atau oleh petunjuk lainnya. Dengan demikian semua kegiatan telah dijadwalkan dan pelaksanaan telah ditetapkan.

Pada kegiatan yang direncanakan ini dapat dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

a.       Untuk pencegahan atau yang sering disebut dengan preventive maintenance, yaitu usaha yang dilakukan untuk menjaga atau mempertahankan sarana dan prasarana dalam kondisi tertentu melalui perlindungan dan pengawasan secara sistematis.

b.       Korektif yaitu kegiatan yang meliputi perbaikan ringan , perbaikan menengah sampai pada perbaikan besar besaran (overhoul), yang semua kegiatan tersebut dilakukan secara terjadwal, sesuai dengan petunjuk  dan kondisi pengoiperasian peralatan/mesin, korektif disini berarti suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan/kegagalan yang terjadi pada sarana dan prasarana  tersebut dapat berfungsi kembali.

 

        Organisasi Perawatan

 

Dalam operasionalnya atau pengendaliannya organisasi perawatan dapat dikelompokan menjadi 3 organisasi, yaitu:

1. Organisasi Perawatan Terpusat.

Semua teknisi perawatan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan pada seluruh daerah pabrik, dan laporan pekerjaan perawatan disampaikan pada seorang manajer perawatan.

Jenis organisasi ini biasanya diterapkan pada industri yang besar dimana  jumlah teknisi perawatan bisa bervariasi dari hanya 1 orang sampai ratusan orang seperti pada industri pengeboran minyak lepas pantai sampai industri penyulingannya.

Keuntungan dari organisasi terpusat adalah:

a.    Tersedia teknisi yang cukup untuk mengerjakan semua kegiatan perawatan.

b.    Sangat fleksibel dalam memberikan tugas pada teknisi yang mempunyai ketrampilan yang bervariasi.

c.    Penanganan keadaan darurat untuk pekerjaan perbaikan dan pemasangan mesin mesin baru dapat dilakukan dengan cepat.

d.    Jumlah teknisi pemeliharaan dapat rasional, artinya efisiensi kerja dapat ditata lebih baik

e.    Teknisi spesialis dapat optimum kerjanya

f.     Penggunaan peralatan khusus untuk perawatan dapat lebih efektif

g.    Masing masing individu  bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan perawatan

h.    Perhitungan kebutuhan biaya pemeliharaan dapat dilakukan secara terpusat

i.      Pengontrolan atau pengawasan dapat dilakukan lebih baik.

j.      Kebutuhan pelatihan dapat dikoordinasi dengan baik.

 

Kerugian organisasi terpusat:

a.    Jumlah tenaga pemeliharaan terpencar pencar pada seluruh plant, sehingga kurang tersupervisi.

b.    Kehilangan jam kerja karena dibutuhkan waktu untuk mencapai lokasi pekerjaan dan pengambilan peralatan.

c.    Koordinasi dan penjadwalan  para teknisi yang mempunyai berbagai tingkat keahlian untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi cukup sulit.

d.    Diperlukan pengontrolan administrasi yang lebih baik agar diperoleh unjuk kerja yang optimal.

e.    Karena dalam penyelesaian suatu pekerjaan kadang kadang dibutuhkan dua orang mekanik yang sama, sehingga peningkatan keahlian / profesionalisme kurang terlihat.

f.     Pengeluaran untuk investasi menjadi lebih besar karena diperlukan pengadaan peralatan transportasi guna menjangkau luasnya plant.

 

2. Organisasi Perawatan Berdasarkan Area

Jika organisasi pemeliharaan didasarkan pada area, maka teknisi pemeliharaan ditugaskan pada area yang khusus berada dalam plant. Seluruh laporan pemeliharaan disampaikan pada manager pemeliharaan. Pengelompokan area dapat dilakukan berdasarkan pada jenis produksi (jenis peralatan produksi), fungsi dan lainnya.

Keuntungan organisasi ini adalah:

a.    Teknisi perawatan dapat berakses langsung dengan teknisi produksi sehingga penjadwalan perawatan dapat disederhanakan.

b.    Waktu terbuang untuk perjalanan dan pengambilan peralatan dapat dikurangi / dipersingkat.

c.    Pemeliharaan dan perbaikan dapat dilakukan secara cepat oleh kelompok pemeliharaan karena ia sudah cukup mengenal dengan jenis peralatan dan sukucadang serta penyimpanannya. Dengan demikian proses penggantian komponen dapat dilakukan dengan cepat.

d.    Supervisi terhadap pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan dengan baik.

e.    Kesinambungan antar kelompok kerja dengan yang menggantikannya dapat lebih baik.

f.     Hubungan antara pekerja dan supervisor menjadi lebih akrab, sehingga pekerjaan pemeliharaan dapat berlangsung dengan baik , dan kegiatan penjadwalan dapat diatur dengan baik.

Kekurangan organisasi perawatan berdasarkan area:

  1.  
    1. Kecenderungan terjadi kelebihan teknisi pemeliharaan pada suatu tempat, sedangkan ditempat lain mungkin terjadi kekurangan teknisi.
    2. Perbaikan overhaul agak sulit dilakukan atau ditangani.
    3. Terjadi banyak masalah pada pengaturan jam kerja , pemindah personal, sehingga diperlukan aturan yang jelas dan dipahami oleh semua teknisi.
    4. Sulit untuk menetapkan peralatan peralatan khusus untuk pemeliharaan.
    5. Terlalu banyak duplikasi peralatan
    6. Banyak memerlukan pembantu teknisi, jika ruang lingkup kerjanya luas.
    7. Sulit untuk menempatkan para spesialis.

 

 

 

3. Organisasi Pemeliharaan Departemental

Pada system organisasi ini para teknisi ditempatkan  pada suatu unit kerja yang tetap  dan melaporkan kegiatannya pada supervisor produksi.

Keuntungan:

Keuntungan system organisasi ini adalah sama dengan keuntungan pada system organisasi berdasarkan area.

Perbedaannya hanya pada proses pelaporan pekerjaannya dimana pada organisasi ini, pelaporan kegiatan pemeliharaan disampaikan pada supervisor bagian produksi.

Kerugiannya:

a.    Supervisor produksi tidak mempunyai kualifikasi langsung terhadap pekerjaan perawatan, sehingga tidak memahami laporan pekerjaan perawatan.

b.    Supervisor produksi tidak dapat memberikan bantuan teknik kepada mekanik bagian perawatan.

c.    Supervisor produksi mungkin akan mengacuhkan jadwal atau masalah pemeliharaan atau perawatan.

d.    Sulit untuk mengontrol biaya pemeliharaan dan menetapkan besarnya biaya pemeliharaan.

e.    Persoalan tenaga kerja menjadi runit, sehingga perlu aturan yang jelas.

 

 

2.6  Analisa Kerusakan

Pada beberapa tahun lalu terminology tentang analisa kegagalan / kerusakan selalu diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan aktivitas analisa kegagalan yang disebabkan oleh perpatahan mekanik  dan kerusakan akibat korosi. Analisa kegagalan disini tidak hanya ditinjau dari segi metalurgi. Analisa kegagalan disini adalah untuk dapat menentukan metoda kegagalan dari komponen permesinan dan kemungkinan penyebab utamanya.

 

Sangat sering kegagalan suatu mesin merupakan rantai sebab dan akibat. Akhir dari rantai tersebut biasanya berupa penurunan performance ( unjuk kerja) yang umumnya mengacu pada gejala, permasalahan atau permasalahan yang sederhana. Troubleshooting merupakan pekerjaan yang berusaha untuk menelusuri rantai sebab dan akibat dan seterusnya  melakukan perbaikan setelah ditemukan penyebab terjadinya kerusakan  dan menghilangkan terjadinya kegagalan. Untuk kepentingan pelaksanaannya, aktivitas  seluruh kegiatan analisa kegagalan  dan troubleshooting sering menggabungkan satu dengan lainnya.

Ketidak normalan fungsi dari suatu komponen mesin akan menyebabkan kerusakan mesin secara keseluruhan. Untuk itu seorang investigator harus benar benar mengetahui system  yang berkaitan dengan fungsi dari masing masing komponen. Atau setidaknya investigator harus mengenal dengan baik hubungan antar komponen, cara mengoperasikan mesin , sifat dan karakteristik dari komponen / mesin.

Tujuan dari analisa kegagalan / kerusakan mesin dan troubleshooting adalah:

1.    Mencegah terjadinya kerusakan dimasa mendatang.

2.    Adanya jaminan keselamatan, kepercayaan dan sifat mampu rawat dari mesin sebagaimana dapat digambarkan sebagai suatu siklus yang meliputi:

a.    Proses perencanaan  dan spesifikasinya.

b.    Perencanaan asli peralatan / mesin dan proses pembuatannya.

c.    Pengapalan dan penyimpanan.

d.    Installasi dan komisioning

e.    Pengoperasian dan perawatan.

f.     Penggantian.

 

Dari hal tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa analisa kegagalan dan trouble shooting  adalah proses yang sangat penting untuk mencapai objective yang telah ditentukan oleh perusahaan yang mengoperasikan mesin.

 

Penyebab kegagalan dan kerusakan mesin dapat didefinisikan  atau ditetapkan sebagai setiap terjadi penyimpangan dalam komponen mesin yang dapat menyebabkan mesin tersebut tidak mampu mencapai unjuk kerjanya. Secara umum penyebab tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a.    Penyimpangan rancangan.

b.    Cacat pada bahan.

c.    Proses dan pembentukan yang tidak sempurna.

d.    Kesalahan dalam assembling.

e.    Kurang perhatian pada kondisi pengopersian.

f.     Perawatan yang tidak memadai.

g.    Ketidak sempurnaan dalam pengopersaian.

 

Tabel klasifikasi metoda kegagalan permesinan.

No

Jenis Kerusakan

Contoh kerusakan

1

Perubahan bentuk

1.    Plastic deformation

2.    Elastic deformation

2

Perpatahan

1.    Retak

2.    Fatik

3.    Perpatahan

4.    Pitting (korosi sumuran)

3

Perubahan permukaan (surface change)

1.    Hairline crack

2.    Cavitation

3.    Keausan

4

Perubahan bahan

1.    Kontaminasi

2.    Korosi

3.    Keausan

5

Displacement (salah penempatan)

1.    Loosening (terlalu longgar)

2.    Seizure

3.    Excessive Clearance (Kelonggaran yang berlebihan)

6

Kebocoran

 

7

Kontaminasi

 

 

Kita jangan sampai kebingungan antara model kerusakan dan penyebab kerusakan. Keduanya mempunyai arti yang berbeda, dimana model kerusakan adalah akibat, sedangkan penyebab merupakan hal yang dapat terjadinya kerusakan. Model kerusakan juga bisa dihasilkan dari sebab dan akibat  yang terjadi pada periode yang lama dimulai dengan adanya gejala, timbulny masalah dari suatu komponen mesin dan selanjutnya mesin secara keseluruhan mengalami kerusakan.

Mekanisme kerusakan biasanya menjelaskan tentang aspek metalurgi, kimia dan tribological proses yang mengarahkan terjadinya bentuk kerusakan. Sebagai contoh mekanisme kerusakan yang menjelaskan rantai hubungan sebab akibat pada kerusakan keausan freeting  dalam assembling roller bearing, kavitasi pada impeller pompa, dan initial pitting pada permukaan gigi roda gigi. Dasar utama yang menjadikan penyebab adalah gaya, waktu, temperature dan lingkungan yang reaktif.

 

  

 CORRECTIVE MAINTENANCE

 

Perawatan perbaikan ini bertanggung jawab atau berkonsentrasi pada pekerjaan perbaikan, baik pada perusahaan yang terorganisasi dengan baik dan telah dilakukan program perawatan yang baik, tetapi kerusakan tetap terjadi.

3.1 Alasan Mengapa Kerusakan Tetap Terjadi.

a.    Kelelahan logam komponen mesin, dimana hampir tidak mungkin untuk bisa dideteksi dan sangat sulit untuk dicegah.

b.    Kelelahan dari operator, bisa disebabkan ketidak hati hatian, kurangnya pengalaman atau kesalahan pengoperasian mesin atau tidak dimengertinya instruksi yang diberikan.

c.    Alasan kecelakaan, diakibatkan kerusakan pada sumber tenaga atau jatuhnya peralatan mesin  dan penyebab kecelakaan lain.

Untuk bisa dilakukan perbaikan yang efektif dan efisien maka bagian perawatan harus mengorganisir prosedur perbaikan, sehingga dapat dilakukan pekerjaan perbaikan yang cepat, karena mesin yang mengalami kerusakan akan berakibat menurunnya keuntungan. Pengorganisasian dan pengontrolan perawatan sangat tergantung pada ukuran  perusahaan dan rumitnya peralatan dan mesin.

Pada industri yang besar ada bagian khusus yang akan mengorganisir teknisi ahli perbaikan yang terlatih dengan baik yang mampu memperbaiki semua jenis mesin yang ada.

Ada empat factor yang harus diperhatikan dalam perbaikan:

  1.  
    1. Adanya personil yang professional
    2. Peralatan (perkakas potong, pembuka roda gigi, dll) tersedia komplit.
    3. Tersedianya suku cadang  yang diperlukan.
    4. Organisasi dan para pekerja administrasi.

 

3.2. Aturan Umum Pekerjaan Perawatan

Sebelum memulai pekerjaan perbaikan, pertimbangkan secara benar / tepat apa yang akan dikerjakan. Lihat  diagram atau gambar detail mesin dan tentukan seberapa banyak dan bagaimana cara melakukan pembongkaran mesin. Jangan membongkar mesin melebihi yang diperlukan. Jika anda kurang yakin cara melakukan pembongkaran sebaiknya anda menanyakan pada teknisi atau supervisor.

Aturan tersebut antara lain:

a.    Tidak menggunakan gaya yang berlebihan dalam melakukan pembongkaran mesin.

b.    Jaga kebersihan komponen mesin.

c.    Jaga kebersihan lingkungan atau area kerja.

d.    Jaga kualitas pekerjaan tetap tinggi.

e.    Temukan penyebab kerusakan.

f.     Dapatkan rancangan mesin  dan fungsi serta kondisi masing masing komponen mesin.

g.    Perhatikan prosedur keselamatan kerja.

h.    Lakukan hubungan yang baik dengan supervisor.

i.      Sebelum pekerjaan mesin dianggap selesai pastikan dilakukan running test.

Kategori: Uncategorized

HYDRAULIC

Juni 18, 2008 · & Komentar

DASAR HIDROLIK

Fungsi Hidrolik
Sistem hidrolik adalah suatu system pemindah tenaga dengan menggunakan zat cair atau fluida sebagai perantara. Sistem hydraulic ini mempunyai banyak keunggulan dibanding jika menggunakan sistem mekanikal.
Adapun keuntungannya adalah sebagai berikut:
o Dapat menyalurkan torque dan gaya yang besar
o Pencegahan overload tidak sulit
o Kontrol gaya pengoperasian mudah dan cepat.
o Pergantian kecepatan lebih mudah
o Getaran yang timbul relatif lebih kecil
o Daya tahan lebih lama.
Namun system hydraulic ini juga mempunyai beberapa kekurangan yaitu:
o Peka terhadap kebocoran
o Peka terhadap perubahan temperatur
o Kadang kecepatan kerja berubah
o Kerja system saluran tidak sederhana.

Hidrolik terbagi dalam 2 bagian :

Hidrodinamika : yaitu Ilmu yang mempelajar tentang zat cair yang bergerak

Hidrostatik : yaitu Ilmu yang mempelajari tentang zat cair yang bertekanan
Pada hidrostatik adalah kebalikan dari Hidrodinamika yaitu zat cair yang digunakan sebagai media tenaga, zat cair berpindah menghasilkan gerakan dan zat cair berada dalam tabung tertutup
Tekanan dan Gaya

Untuk menimbulkan tekanan maka fluida harus dikompress. Jumlah fluida yang dikompress dan nilai tekanan tergantung dari gaya yang digunakan untuk mengalirkan fluida dan gaya gaya yang menghambat (resisting) aliran fluida.
Pompa hydraulic menyebabkan gerakan aliran fluida dan resisting yang diakibatkan oleh sikuit hydraulic.
Hal hal yang menyebabkan aliran fluida terhambat adalah:
a. Beban piston silinder, semakin besar beban semakin besar tekanan yang dibutuhkan.
b. Jika ada back pressure, maka aliran akan terhambat.
c. Sirkuit hydraulic yang ada, hose, valve, fitting, filter dan orifice akan menyebabkan gesekan dan fluida sulit untuk mengalir.
Catatan: Gesekan aliran akan semakin besar jika:
- Bertambah panjangnya pipa atau hose
- Kecepatan oli
- Berkurang dengan besarnya diameter saluran.
- Berkurang karena temperatur oli
Tekanan dan Gaya
• Apabila suatu zat cair mendapat tekanan maka zat cair itu akan selalu mengalir melalui jalan yang termudah
• Karena sifat zat cair tersebut diatas adalah merupakan suatu kelemahan karena akan dapat merusak sistem, misalnya :

1. Kebocoran pada fitting-fitting yang kendor
2. Kebocoran pada seal-seal yang rusak

FLUIDA HIDROLIK
Pada system hydraulic, fluida yang umum digunakan adalah oli. Oli yang umum digunakan adalah:
1. Oli mesin ( Engine oil)
2. Oli hydraulic (hidrolik oil)

Oli Mesin (Engine Oil)

Kekentalan (viscosity)
Kekentalan oli mesin dinyatakan dalam SAE (Society of Automotive Engineering) dimana makin besar angkanya berarti oli mesin tersebut semakin kental. Contoh SAE 10, SAE 20, SAE 30.
Klasifikasi Oli mesin dinyatakan dalam API (American Petrolium Institute), dimana makin tinggi huruf akhir maka klasifikasi oli makin baik.
Contoh:
Untuk Diesel engine CA, CB, CC, CD
Untuk gasoline engine: SA, SB, SC, SD, SE, SF

Oli Hydraulic

Pada oli hydraulic mempunyai kekentalan dan klasifikasi sebagaimana oli mesin, hanya tidak dinyatakan dalam SAE maupun kode API service.
Sifat oli pada system hidrolik:
a. Bersifat tidak dapat dimampatkan (uncrompressible).
b. Bersifat mudah mengalir (fluidity).
c. Harus stabil sifat fisika dan kimianya.
d. Mempunyai sifat melumasi.
e. Mencegah terjadinya karat.
f. Bersifat mudah menyesuaikan dengan tempat.
g. Dapat memisahkan kotoran kotoran.
Fungsi fungsi fluida hidrolik:
Transmisi daya Menurut prinsip Pascal, daya hidrolik merupakan hasil kali antara transmisi (tekanan) gaya dengan debit aliran yaitu PQ/60 KW
Pelumasan Mencegah keausan dan gesekan pada komponen
Menutup Kekentalan oli akan membantu menutup celah antar komponen.
Mendinginkan Mencegah timbulnya panas, panas yang berlebihan akibat keausan, kehilangan tekanan, kebocoran internal.

Kerusakan Pada Oli.

Penggunaan oli hidrolik harus dijaga dari kerusakan, karena kerusakan oli hidrolik bisa mengakibatkan kerja yang tidak maksimal dari unit. Berikut adalah beberapa penyebab kerusakan oli:
o Kontaminasi (contamination)
Yaitu kerusakan yang diakibatkan pengaruh atau kesalahan dari luar luar oli tersebut.
o Deteriorasi (deterioration)
Yaitu kerusakan oli yang disebabkan oleh pengaruh dari oli itu sendiri

Selanjutnya pada gambar berikut ditunjukan ganguan gangguan yang terjadi jika oli mengalami kerusakan.
KOMPONEN, SIMBOL DAN DIAGRAM HIDROLIK

Komponen hidrolik dalam system pemindah tenaga dengan system hidrolik sangat penting untuk diketahui, fungsi dan cara kerjanya. Pembacaan symbol symbol hidrolik sangatlah sederhana namun sangat lengkap dan mewakili sesuai dengan kerja komponen yang sebenarnya.
Sebagai contoh pada symbol pompa, maka symbol digambar sama persis dengan cara kerja pompa yang sebenarnya .

Komponen dan Simbol
a. Hidrolik Tangki / Hydraulic Reservoir
Tangki hydraulic sebagai wadah oli untuk digunakan pada sistem hidrolik.
Oli panas yang dikembalikan dari sistem/actuator didinginkan dengan cara menyebarkan panasnya. Dan menggunakan oil cooler sebagai pendingin oli, kemudian kembali ke dalam tangki
Gelembung-gelembung udara dari oli mengisi ruangan diatas permukaan oli.
Untuk mempertahankan kondisi oli baik selama mesin operasi, dilengkapi dengan saringan yang bertujuan agar kotoran jangan masuk kembali tangki
Hidrolik tangki diklasifikasikan sebagai Vented Type reservoir atau pressure reservoir, dengan adanya tekanan di dalam tangki, masuknya debu dari udara akan berkurang dan oli akan didesak masuk kedalam pompa.

b. Pompa
Pompa hydraulic berfungsi seperti jantung dalam tubuh manusia adalah sebagai pemompa darah

Pompa hidrolik merupakan komponen dari sistem hidrolik yang membuat oli mengalir atau pompa hidrolik sebagai sumber tenaga yang mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga hidrolik.

Klasifikasi pompa

Non Positive Displacement pump : mempunyai penyekat antara lubang masuk/inlet port dan lubang keluar/out port, sehingga cairan dapat mengalir di dalam pompa apabila ada tekanan.
Contoh : Pompa air termasuk disebut juga tipe non positive diplasement.

Positive diplacement pump : Memiliki lubang masuk/inlet port dan lubang keluar/outlet port yang di sekat di dalam pompa. Sehingga pompa jenis ini dapat bekerja dengan tekanan yang sangat tinggi dan harus di proteksi terhadap tekanan yang berlebihan dengan menggunakan pressure relief valve.
Contoh : Pompa hidrolik alat-alat berat

Fixed displacement pump : mempunyai sebuah ruang pompa dengan volume tetap (fixed volume pumping chamber) Out putnya hanya bisa diubah dengan cara merubah kecepatan kerja (drive speed )

Variable displacement pump : mempunyai ruang pompa dengan volume bervariasi, outputnya dapat diubah dengan cara merubah displacement atau drive speed, fixed displacement pump maupun variable pump dipakai pada alat-alat pemindah tanah

d. Motor

Simbol untuk Fixed displacement motor adalah sebuah lingkaran dengan sebuah segitiga di dalamnya.
Simbol pompa mempunyai segitiga yang menunjukkan arah aliran., dan simbol motor memiliki segitiga yang mengarah ke dalam
Simbol untuk Single elemen pump / motor yang juga termasuk reversible memiliki dua segitiga di dalam lingkaran, masing-masing menunjukkan arah aliran.
Sebuah variable displacement pump/motor diperlihatkan sebagai simbol dasar dengan tanda anak panah yang digambarkan menyilang

d. Saluran Hose, Pipa

Ada tiga macam garis besar yang dipergunakan dalam penggambaran symbol grafik untuk melambangkan pipa, selang dan saluran dalam sehubungan dengan komponen-komponen hidrolik

Splid line digunkan melambangkan pipa kerja hidrolik. Pipa kerja ini menyalurkan aliran utama oli dalam suatu sistem hidrolik.

Dashed line digunakan untuk mlambangkan pipa control hidrolik. Pipa control ini menyalurkan sejumlah kecil oli yang dipergunakan sebagai aliran bantuan untuk menggerakkan atau mengendalikan komponen hidrolik.

Suatu ilustrasi simbol grafik terdiri dari line kerja, Line control dan line buang yang saling berpotongan.
Perpotongan di gambarkan dengan sebuah setengah lingkaran pada titik perpotongan antara satu garis dengan garis line, atau digambarkan sebagai dua garis yang saling bepotongan.
Hubungan antara dua garis tidak dapat diduga kecuali jika diperhatikan dengan sebuah titik penghubung.
Titik penghubung di gunakan untuk memperlihatkan suatu ilustrasi dimana garis-garis berhubungan.
Jika sambungan terjadi pada bentuk T , titik penghubung dapat diabaikan karena hubungan garis antara kedua garis tersebut terlihat jelas.
Bila diperlihatkan suatu arah aliran tertentu, tanda kepala panah bisa ditambahkan pada garis di dalam gambar yang menunjukkan arah aliran oli

e. Silinder hidrolik
Silider hidrolik merubah tenaga zat cair menjadi tenaga mekanik. Fluida yang tertekan , menekan sisi piston silinder untuk menggerakan beberapa gerakan mekanis.
Singgle acting cylinder hanya mempunyai satu port, sehingga fluida bertekanan hanya masuk melalui satu saluran, dan menekan ke satu arah. Silinder ini untuk gerakan membalik dengan cara membuka valve atau karena gaya gravitasi atau juga kekuatan spring.
Double acting cylinder mempunyai port pada tiap bagian sehingga fluida bertekanan bias masuk melalui kedua bagian sehingga bias melakukan dua gerakan piston.
Kecepatan gerakan silinder tergantung pada fluid flow rate ( gallon / minute) dan juga volume piston.
Cycle time adalah waktu yang dibutuhkan oleh silinder hidrolik untuk melakukan gerakan memanjang penuh. Cycle time adalah hal yang sangat penting dalam mendiagnosa problem hidrolik.
Volume = Area x Stroke
CYCLE TIME = (Volume/Flow Rate) x 60

f. Pressure Control Valve
Tekanan hidrolik dikontrol melalui penggunaan sebuah valve yang membuka dan menutup pada waktu yang berbeda berdasar aliran fluida by pass dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Tanda panah menunjukan arah aliran oli. Pressure control valve bisanya tipe pilot, yaitu bekerja secara otomatis oleh tekanan hidrolik, bukan oleh manuasia. Pilot oil ditahan oleh spring yang biasanya bias di adjust. Semakin besar tegangan spring, maka semakin besar pula tekanan fluida yang dibutuhkan untuk menggerakan valve.

g. Pressure Relief Valve

Presure Relief Valve membatasi tekanan maksimum dalam sirkuit hidrolik dengan membatasi tekanan maksimum pada komponen-komponen dalam sirkuit dan di luar sirkuit dari tekanan yang berlebihan dan kerusakan komponen.
Saat Presure relief valve terbuka, Oli bertekanan tinggi dikembalikan ke reservoir pada tekanan rendah. Presure Relief valve biasanya terletak di dalam directional control valve.
Ada dua macam relief valve yang digunakan yaitu :
Direct Acting Relief Valve yang menggunakan sebuah pegas kuat untuk menahan aliran dan membuka pada saat tekanan hidrlik lebih besar daripada tekanan pegas
Pilot Operated relief valve yang menggunakan tekanan pegas dan tekanan oli untuk menjalankan relief valve dan merupakan jenis yang lebih umum dipakai

h. Directional Controll Valve.

Aliran fluida hidrolik dapat dikontrol dengan menggunakan valve yang hanya memberikan satu arah aliran. Valve ini sering dinamakan dengan check valve yang umumnya menggunakan system bola.

Simbol directional control valve ada yang berupa gabungan beberapa symbol. Valve ini terdiri dari bagian yang menjadi satu blok atau juga yang dengan blok yang terpisah. Garis putus putus menunjukan pilot pressure. Saluran pilot pressure ini akan menyambung atau memutuskan valve tergantung dari jenis valve ini normaly close atau normally open.
Spring berfungsi untuk mengkondisikan valve dalam posisi normal. Jika tekanan sudah build up pada sisi flow side valve, saluran pilot akan akan menekan dan valve akan terbuka. Ketika pressure sudah turun kembali maka spring akan mengembalikan ke posisi semula dibantu pilot line pasa sisi satunya sehingga aliran akan terputus. Valve ini juga umum digunakan sebagai flow divider atau sebagai flow control valve.

i. Flow Control Valve
Fungsi katup pengontrol aliran adalah untuk mengontrol arah dari gerakan silinder hidrolik atau motor hidrolik dengan merubah arah aliran oli atau memutuskan aliran oli.
Flow control valve ada beragam macam, tergantung dari berapa posisi, sebagai contoh:
Flow control valve dua posisi biasanya digunakan untuk mengatur aliran ke actuator pada system hidrolik sederhana.
Simbol symbol flow control valve dibawah ini menunjukan beberapa jenis cara pengoperasiannya, ada yang menggunakan handle, pedal, solenoid dan lain sebagainya.

j. Flow Control Mechanis

Ada kalanya system hidrolik membutuhkan penurunan laju aliran atau menurunkan tekana oli pada beberapa titik dalam sistem. Hal ini bias dilakukan dengan memasang restrictor. Restrictor digambarkan seperti pengecilan dalam system, dapat berupa fixed dan juga variable, bahakan bias dikontrol dengan system lain.

k. Simbol pengkodisian zat cair
Pengkodisian oli bisa dilakukan dengan berbagai cara, biasanya berupa filter, pemanas dan pendingin.

Ada 2 jenis saringan yang umum dipakai yaitu :

Strainer

Terbuat dari saringan kawat yang berukuran halus.
Saringan ini hanya memisahkan partikel-partikel kasar yang ada didalam oli.
Saringan ini biasanya di pasang di dalam reservoir tank pada saluran masuk ke pompa.

Filter :

Terbuat dari kertas khusus.
Saringan ini memisahkan partikel-partikel halus yang ada di dalam oli
Saringan ini biasanya terdapat pada saluran balik ke reservoir tank

Tugas Hidrolik Oil filter
Menapis kotoran, partikel logam dsb.
Kotoran dapat menyebabkan cepat terjadinya keausan Oil Pump, Hydrlic Cylinder dan Valve.
Saringan filter yang halus akan menjadi buntu secara berangsur-angsur sejalan dengan jam operasi mesin, maka elemennya perlu diganti secara berkala.
Dilengkapi dengan by pass valve sehingga bila filter buntu, oli dapat lolos dari filter dan kembali ke tangki. Hal ini dapat mencegah terjadinya tekanan yang berlebihan dan kerusakan pada sistem tersebut.

l. Akumulator
Akumulator berfungsi sebagai peredam kejut dalam system. Biasanya akumulator terpasang paralel dengan pompa dan komponen lainnya. Akumulator menyediakan sedikit aliran dalam kondisi darurat pada sistem steering dan juga rem, menjaga tekanan konstan dengan kata lain sebagai pressure damper. Umumnya pada sistem hidrolik modern digunakan akumulator dengan tipe gas.

Kategori: Uncategorized

Bonsai Pelepas Stress

Januari 9, 2008 · 1 Komentar

sejak aku pergi ke tanah rantau.. bakalan bonsaiku pada mati kuabeh… gak ada yang urus di rumah… akhirnya aku coba lagi ngumpulin bakalan.. dan sudah ada beberapa bakalan.. (wareng gmelina…., beringin karet ficus benjamina, beringin korea…, kemuning muraya.. p,) bisa buat hiburan di tanah rantau yang jauh dari keluarga….saat ini sedang nyiapin cangkokan cemar udang.. mudah mudahan dalam 3 bulan sudah tumbuh akar atau malah gagal.. gak tahu aku….

Kategori: Uncategorized

Hello world!

November 26, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori: Uncategorized