think positive – imaginative creative

Entries categorized as ‘WIDYAISWARA’

widyaiswara profesional

Februari 12, 2009 · & Komentar

widyaiswara sebagai sub sistem merupakan daya ungkit yang kuat untuk membentuk pns yang berkopetensi” demikian disampaikan oleh Prof. DR.Ir Rahmat Syahni, MS.MSi dalam seminarnya pada acara konferda II widyaiswara se sumatera barat.

Tanggung jawab widyaiswara terasa berat ketika seorang wi harus menjadi fasilitator, pengajar, pendidik, pelatih, motivator, konsultan. Ini menuntut kompetensi tinggi untuk menjadi orang yang luar biasa sehingga bisa menularkan virus yang sama kepada peserta didiknya.

Tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara yaitu: kompetensi (penguasaan keilmuanbaik teori maupun konsep), komitmen (kebulatan tekad secara individu yang harus didukung oleh lembaga dan organisasi), Etika (mengetahui apa yang boleh dan  apa yang tidak boleh dilakukan). Kompetensi ini merupakan kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara dalam proses pembelajaran.

Ironisnya ketika jabatan widyaiswara dituntut dengan kompetensi tinggi dan tanggung jawab yang begitu besar namun tidak diimbangi atau belum diimbangi dengan reward yang sesuai. Akibat yang dialami adalah kondisi ini memicu jabatan widyaiswara menjadi jabatan yang sunyi dan sepi.. bertkebalikan dengan jabatan struktural yang banyak menjadi rebutan.

Mengapa kondisi ini terjadi adalah akibat euforia indonesia yang masih belum menghargai seorang spesialis, edunsia (indonesia)  masih mengagungkan jabatan struktural dari eselon empat sampai eselon satu yang cenderung seremonial kesana sini yang seolah gelamor, mengakibatkan seorang enggan menjadi widyaiswara.

Ketika rekannya sesama pendidik yaitu guru dan dosen dengan program sertifikasi namun bagaimana dengan widyaiswara. Ketika ada profesor APU (ahli peneliti utama yang sekarang menjadi profesor rekayasa) apakah di widyaiswara ada profesor widyaiswara? jawabannya adalah belum. Jadi ketika digemborkan widyaiswara adalah tulang punggung tapi widyaiswara malah menjadi warga kelas dua….dinegeri yang kita cintai bersama ini.

Semoga dengan adanya tulisan ini menjadi pihak pihak yang berkepentingan lebih care terhadap jabatan widyaiswara ini.

Kategori: WIDYAISWARA

TAMPILAN SLIDE (widyaiswara success presentation 8)

Februari 4, 2009 · 1 Komentar

Hambatan dari memory audience menjadi hal yang menyebabkan kemampuan untuk mengingat menjadi sulit dilakukan. Untuk itu hal yang perlu dilakukan adalah anda harus dapat menampilkan hal yang menarik dan mudah untuk diingat dari tampilan slide anda.

 

Berikut adalah beberapa tip untuk menampilkan slide yang menarik, dan tidak melelahkan mata audience:

-   Jangan menggunakan background warna putih dan tulisan hitam terang. Karena hal ini akan menyebabkan kelelahan pada mata audience, namun tetap gunakan warna yang kontras untuk tulisan dengan background.

-   Gunakan warna yang lembut dan kontras antara background dengan point point yang ada.

-   Jangan menggunakan background dan tulisan dengan warna yang hampir mirip.

-   Jangan menggunakan arsiran yang membuat retina mata seperti terbakar.

-   Jangan menggunakan garis keliling dari tampilan yang terlalu mencolok sehingga membuat tulisan anda ketutup dibanding garis keliling tadi.

-   Ketika menggunakan tabel atau diagram, tulisan sebaiknya jangan vertikal karena akan membuat audience kesulitan untuk membacanya.

-   Pada intinya buatlah tampilan slide yang mudah dilihat dan mudah diingat oleh audience.

-   Jangan terlalu banyak memberikan bukti sedang anda sendiri tidak mampu menjelaskan kebenarannya. Lebih baik banyak contoh nyata.

-   Tampilkan judul yang menarik, bukan hanya merefleksikan materi , tetapi juga memberikan ide bagaimana presentasi akan dimulai.

-   Pikirkan response audience terhadap point – point yang anda tampilkan di slide.

-   Dalam penyampaian ketika pindah dari satu point ke point berikutnya atau dari satu slide ke slide berikutnya, berikan kalimat atau kata pengantar.

Tampilan huruf dalam sebuah slide juga sangat mempengerahui, apakah huruf itu mudah dibaca atau tidak oleh peserta. Tampilan  setiap slidenya hanya dalam waktu yang singkat, maka gunakan huruf huruf yang dari posisi audience belakangpun mudah membacanya.

                                                           

 

TIPE SAN SERIF

 

TIPE TIME NEW ROMAN

 

 

 

 

Antara keduanya mana yang mudah anda baca? Tipe time new roman akan lebih mudah dibaca dari belakang oleh audience.

 

Perlu diingat apapun jenis huruf yang anda gunakan dalam slide, jangan memasukan kata kata terlalu banyak. Mengapa demikian? Karena slide bukan sebuah esay, cukup tampilkan kata – kata kunci yang akan anda presentasikan nantinya.

 

Slide yang anda gunakan juga dapat di link ke slide yang lain ataupun video dan audio yang lain. Hiperlink ini dilakukan jika anda membutuhkan penjelasan materi yang lebih mendalam. Hiperlink ini sangat membantu. Caranya dapat anda baca pada buku – buku yang menjelaskan tentang software powerpoint.

 

Kategori: WIDYAISWARA

WIDYAISARA SUCCESS PRESENTATION (7)

Januari 23, 2009 · & Komentar

PERSIAPAN

 

TAMPILAN SLIDE

Sudah sangat umum bahwa seorang widyaiswara dalam memberikan materinya melalui audio visual berupa power point atau slide. Peserta bisa fokus ke materi jika slide yang ditampilkan menarik bagi peserta, karenanya diperlukan ketrampilan widyaiswara untuk menampilkan berbagai bentuk slide yang menarik dan tidak menjemukan bagi peserta. Tampilan slide bisa di tambah dengan animasi maupun film yang relevan dengan materi yang disajikan. Pilihan warna yang sesuai dan enak dipandang. Jumlah kata kunci yang ada dalam sebuah slide tidak berlebihan yaitu sepuluh baris dalam satu slide sehingga ukuran huruf dari kata juga sesuai dengan standar, tidak terlalu kecil.

 

Slide merupakan alat bantu yang digunakan oleh widyaiswara, dosen, presenter atau orang lain yang melakukan presentasi baik itu materi kuliah, diklat, marketing atau materi seminar. Slide hanya memuat kata kata kunci, bukan copy paste dari sebuah makalah, maka harus dipilih kata kata kunci saja dan kewajiban  widyaswara, atau orang yang melakukan presentasi untuk mengembangkannya. Karena itu sangat terkait dengan  alinea sebelumnya bahwa seorang presenter atau widyaiswara harus menguasai materi yang dibawakannya. Banyak buku yang membahas cara pembuatan slide dengan program power point atau menggunakan flash media.

Tampilan yang ada dalam sebuah slide merupakan salah satu bentuk penyampaian kepada audiens supaya mudah menerima. Namun memori manusia berbeda beda kemampuannya ada yang bisa ingat terus ada yang mudah ingat namun mudah lupa.

Pada dasarnya ada empat tingkatan memori:

·         Memori jangka ultra pendek.

·         Memori jangka pendek.

·         Memori jangka menengah.

·         Memori jangka panjang

Manakah dari hal hal berikut yang mudah diingat bagi kita?

 

Kata kata yang diucapkan

Hitam dan putih

Kata kata yang ditulis

Gambar

Photo

Suara

Bau bauan

Perasaan

Irama

Musik

Tindakan

Tekstur

Rasa

Warna

Tempat

 

Dari beberapa referensi menyebutkan bahwa kata kata yang diucapkan, kata kata yang ditulis, hitam putih, merupakan hal hal yang mudah diingat oleh seseorang sehingga hal ini cocok digunakan oleh seorang presenter uuntuk menyempaikan materinya dalam bentuk bentuk seperti tiga hal tersebut sehingga munculah metode cara penyampaian dan hand out yang aplikatifdan mudah dipahami oleh audiens.(Dikutip dari buku success presentation handbook)

 

Kategori: WIDYAISWARA

widyaiswara success presentation (6)

Desember 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

KEHANGATAN DENGAN PESERTA

Suasana hangat yang tidak kaku dengan peserta itulah yang menjadi harapan dari proses penyampaian sebuah materi presentasi. Semakin kita mengetahui tentang audience kita maka semakin relevan dan semakin menarik presentasi yang kita lakukan. Bagaimana mungkin kita bisa menarik audience jika kita tidak tertarik terhadap mereka. Permasalahannya adalah bagiamana kita bisa menemukannya supaya kita apreciate terhadap audience? Dan bagiaman cara kita menemukenalinya?

Dengan pendekatan yang lebih mendalam terhadap audience akan lebih mempermudah dalam melakukan presentasi. Pendalaman terhadap audience ini dapat dilakukan dengan mengetahui latar belakang pendidikan, tempat dia bekerja, jenis pekerjaan yang sering mereka kerjakan dan lainnya yang bisa menunjang pengenalan kita terhadap latar belakang audience.

Permasalahan akan muncul ketika audience dalam jumlah yang banyak sehingga kita tidak mungkin menghafalnya. Sehingga perlu kita ambil garis besarnya saja.  Semakin kita mengenal audience maka akan semakin baik. Banyak sekali sebagai sumber informasi yang bisa digunakan untuk supaya presentasi anda sesuai dengan kebutuhan audience, jurnal – jurnal yang ada, website perusahaan, organisasi sosial, berita disurat kabar, kolega atau teman, termasuk kondisi audience itu sendiri. Jangan tutupi pengalaman anda sendiri dengan segala background anda sehingga presentasi yang anda lakukan berhasil dengan baik.

Penting untuk selalu dilakukan adalah fokus terhadap peserta anda sebagai pembicara atau pembawamateri harus selalu konsentrasi terhadap peserta, terhadap saran atau pertanyaan yang disampaikan oleh peserta sehingga anda bisa memberikan suasana sharing yang menyenangkan

Kategori: WIDYAISWARA

WIDYAISWARA SUCCESS PRESENTATION(5)

November 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

LANGKAH AWAL SEBAGAI KUNCI

 

Begitu jam pelajaran dimulai peserta masih asik dengan pikirannya, masih berkhayal dengan apa yang baru dibicarakan dengan teman teman jika baru saja cofee break.  Intinya badan ada diruangan tetapi kepala masih tertinggal entah dimana, sehingga penyaji yaitu widyaiswara harus bisa membuat suasana atau pikiran peserta ada didalam kelas. Terlebih widyaiswara merupakan subjek dalam kelas yaitu sebagai fasilitator yang memandu proses belajar mengajar, kewajibannyalah untuk mengelola kelas.

 

Masih beruntung jika baru mengawali pembelajaran, sehingga bisa melakukan perkenalan dan pembukaan dulu yaitu sekitar 5-10 persen dari total jam pelajaran dimulai. Dengan melakukan perkenalan akan didapat suasana yang lebih nyaman bagi proses selanjutnya. Seperti dalam iklan yang sering kita lihat dan dengar di media elektronik yaitu kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.

 

Aha…. itulah salah satu metode bagaimana seorang widyaiswara mengambil hati peserta, jika sudah terlanjur cinta…segalanya oke saja, mungkin itu yang bisa menjadi pegangan bagi seorang widyaiswara. Namun hal ini tidak terlepas dari kemampuan  widyaiswara membawa diri dihadapan peserta, mau tampil kaku? Bagaimana hasilnya? Harus selalu diingat bahwa ini adalah pembelajaran orang dewasa, jangan pernah merasa pinter sendiri. Biarkan peserta sharing pengalaman, pancing peserta untuk berkomentar, hal ini bisa membuat suasana mencair. Jika sudah demikian  maka pembelajran dapat berjalan dengan lancar serta tujuan umum dan tujuan khusus dapat tercapai tinggal bagaimana anda menguasai materi. Tentunya jika tidak menguasai materi jangan sekali sekali memberanikan diri berdiri didepan kelas.

 

Bagaimana Membuat Suasana Nyaman?

 

Diam berarti emas tidak berlaku dalam hal ini.

Kebekuan yang ada harus dipecahkan.

Kekakuan yang ada harus dilemaskan.

 

Kelas dibuat senyaman mungkin, buatlah suasana menjadi ceria. Kemampuan seorang fasilitator, demonstrator dan aktor teruji disini. Seperti tertulis sebelumnya bahwa widyaiswara harus biasa mencairkan suasana. Ice breaker solusinya, dengan game game kecil maka suasana akan menjadi ceria, peserta yang tadinya menjaga jarak akan merasa dekat dengan widyaiswara. Peserta yang tadinya ingin menyerang dengan pertanyaan pertanyaan menguji akan banyak memberikan saran sehingga suasana kelas yang saling sharing pengalaman akan terwujud.

 

Ice breaker adalah sebuah cara untuk membuat peserta pendidikan dan latihan menjadi fokus terhadap materi yang akan kita sampaikan. Jika peserta sudah terkonsentrasi kepada widyaiswara sebagai pembicara maka diharapkan peserta akan menyadari pentingnya materi yang disampaikan oleh widyaiswara. Cara ini mempermudah peserta memahami seluruh materi yang disajikan sampai akhir. Dengan ice breaker suasana yang membosankan bisa menjadi menyenangkan, untuk itu ice breaker bisa dilakukan di awal pelatihan, dipertengahan sesi atau dilakukan di akhir sesi sehingga dengan dilakukannya salah satu ice breaker maka peserta yang mengantuk jadi terjaga kembali dan bisa konsentrasi, peserta yang tegang menjadi rileks. Menurut Dr. Adi Soenarno, MBA game game kecil yang ada di ice breaker dapat dilakukan ketika peserta dalam kondisi lelah, mengantuk, tidak saling kenal, nada bicara monoton tidak ada variasi, ketika pertemuan dilakukan setelah makan siang dimana merupakan jam jam mengantuk atau bahkan ketika peserta sudah saling kenal dan mereka saling berbicara sendiri.

 

Contoh game kecil:

  1. Sebelum acara dimulai widyaiswara sudah menyiapkan wortel, kelereng dan biji kopi. Kemudian widyaiswara meminta peserta untuk membayangkan benda benda tersebut, peserta diklat diminta memilih salah satu benda yang sesuai dengan karakternya atau benda yang paling disukai. Jika ruangan kelas memungkinkan peserta untuk berkumpul dengan orang yang sama sama suka dengan benda yang dipilihnya bisa diminta untuk berkumpul. Setelah semuanya berkumpul barulah widyaiswara menjelaskan masing masing benda tersebut. Pembahasannya dengan kata kunci di kenai panas:

-          kelereng yang dikenai panas tidak berubah, menunjukan betapa  kakunya sifat orang tersebut dan tidak bergeming.

-          Wortel begitu terkena panas mudah lembek dan tidak baik untuk orang yang mudah patah semangat, jika tidak dapat kesempatan mudah ngambek.

-          Kopi jika terkena panas akan hancur apalagi jika di campur air panas, baunya akan harum dan banyak sekali orang yang menyukainya. Demikian harapan kita bersama setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diumpamakan air panas maka peserta akan mengharumkan ruangan dan area kerjanya sehingga menjadi pusat perhatian orang orang yang bekerja dengannya.

Kategori: WIDYAISWARA

OPERASI POMPA SENTRIFUGAL

Juli 9, 2008 · 1 Komentar

Banyak pompa sentrifugal didesain dengan cara memungkinkan pompa beropersai secara terus menerus  untuk berbulan bulan bahkan tahunan. Pompa sentrifugal ini seringkali mengandalkan zat cair yang dipompa sebagai pendinginan dan pelumasan terhadap bearing pompa dan komponen pompa yang ada didalam lainnya. Jika aliran yang melalui pompa dihentikan ketika pompa sedang beroperasi, pompa  tidak didinginkan sebagaimana mestinya sebentar dan pompa dapat lebih cepat rusak. Kerusakan pompa dapat juga diakibatkan dari zat cair yang dipompakan yangmana suhu  mendekati kondisi jenuh.

Kavitasi

Luasan aliran pada mata impeller pompa biasanya lebih kecil dari daripada luasan aliran pipa hisap pompa atau luas aliran yang melalui baling baling impeller. Ketika cairan dipompakan memasuki mata pompa sentrifugal, pengurangan luas area aliran terjadi seiring penambahan kecepatan aliran seiring dengan pengurangan tekanan. Jumlah aliran pompa yang lebih besar, penurunan tekanan yang lebih besar antara lubang hisap pompa dengan mata impeller. Jika tekanan yang turun cukup besar, atau temperature cukup tinggi, tekanan yang turun mungkin cukup untuk menyebabkan zat cair. Banyak gelembung  udara terbentuk akibat tekanan yang jatuh di ujung impeller di sapu oleh baling baling impeller  melalui aliran fluidanya. Ketika  gelembung udara memasuki daerah  dimana tekanan local  lebih besar dari tekanan jenuh yang menjauhi baling baling impeller, tiba  tiba meletup. Proses pembentukan gelembung udara dan berikutnya meletup di dalam pompa disebut kavitasi.

Kavitasi dalam pompa sentrifugal mempunyai efek yang sangat signifikan pad performa pompa. Kavitasi menurunkan performa pompa, menyebabkan fluktuasi jumlah aliran  dan tekanan buang. Kavitasi dapat juga menyebabkan kerusakan komponen pompa bagian dalam. Ketika pompa mengalami kavitasi, gelembung udara terbentuk didaerah tekanan rendah tepat sebelum putaran baling baling impeller. Gelembung uap kemudian bergerak pada baling baling impeller, dimana mereka meletup  dan menyebabkan kejutan secara fisik, pada susdut depan baling baling impeller. Kejutan secara fisik membuat bintik bintik kecil  pada bagian ujung baling baling impeller. Setiap bintik bintik kecil mempunyai ukuran mikron, tetapi akibat akumalasi dari jutaan bintik bintik ini dari waktu kewaktu benar benar merusak impeler pompa. Kavitasi juga bisa menyebabkan kelebihan getaran pada pompa, yang mana bisa menyebabkan kerusakan bearing pompa, ring penahan aus dan seal – seal.

Sebagian kecil pompa  sentrifugal didesain  untuk dioperasikan dibawah kondisi  dimana kavitasi tidak terhindarkan. Pompa ini harus dirancang secara khusus dan dirawat untuk sejumlah kecil kavitasi yang terjadi selama beroperasi. Banyak pompa sentrifugal dirancang tidak untuk kavitasi yang terus menerus. Suara berisik adalah salah satu indikasi bahwa pompa sentrifugal dalam keadaan kavitasi. Sebuah pompa yang mengalami kavitasi  dapat bersuara seperti suara kaleng isi kelereng yang dikocok. Indikasi lain yang dapat diobservasi dari pusat kontrol operasi adalah  tekanan buang yang fluktuatif, jumlah aliran, arus pompa motor. Metode untuk menghentikan atau mencegah kavitasi dijelaskan dalam paragraf  berikut.

 

Tinggi Tekan Hisap (NPSH)

Untuk menghindari kavitasi pada pompa sentrifugal, tekanan fluida pada semua titik dalam pompa harus dipertahankan diatas tekanan jenuh. Jumlah yang digunakan untuk menentukan  supaya  tekanan zat cair yang dipompa mampu mengindari kavitasi adalah tinggi tekan hisap dikenal dengan NPSH (Net Positive Suction Head).

NPSH yang tersedia (NPSHa) adalah perbedaan antara tekanan hisap pompa dengan tekanan jenuh ketika zat cair dipompa.

NPSH yang dibutuhkan (NPSHr) adalah NPSH minimum untuk menghindari kavitasi

Kondisi yang harus ada untuk menghindari kavitasi adalah bahwa NPSH yang tersedia harus lebih besar atau sama dengan NPSH yang dibutuhkan, secara matematis dapat dititunjukan sebagai berikut:

NPSHa ≥ NPSHr

Rumus untuk NPSHa adalah sebagai berikut

NPSHa = P hisap – P jenuh

Ketika pompa sentrifugal menghisap dari tangki ataupaun penampungan yang lain, tekanan pada saat hisap  dalah jumlah dari tekanan absolute pada permukaan zat cair yang ada ditanki ditambah tekanan sehubungan dengan perbedaan elevasi antara permukaan zat cair dengan hisapan pompa dikurangi kehilangan head yaitu gesekan pada saluran hisap dari tanki ke pompa.

 

NPSHA = Pa + Pst - hf - Psat

Dimana:

NPSHA                        =   Tinggi tekan hisap yang tersedia

Pa                                          =   Tekanan absolute pada permukaan zat cair

Pst                                        =  Tekanan akibat perbedaan antara permukaan zat cair dengan hisapan pompa

hf                                           =  Kehilangan head pada pipa hisap

Psat                                      = Tekanan jenuh ketika zat cair dipompakan

Mencegah Kavitasi

Jika pompa sentrifugal dalam kondisi kavitasi, beberapa perubahan dalam desain sistem  atau pengoperasian mungkin diperlukan untuk menambah NPSHA  diatas NPSHR dan menghentikan kavitasi. Salah satu metode untuk menambah NPSHA adalah menambah tekanan pada hisapan pompa. Sebagai contoh jika pompa menghisapa dari tanki tertutup, selain itu bisa meninggikan level zat cair didalam tanki atau menambah tekanan pada daerah diatas zat cair untuk menambah tekanan hisap. Cara lain yang mungkin untuk menambah NPSHA dengan mengurangi temperatur zat cair yang dipompakan.Pengurangan temperatur zat cair yang dipompakan mengurangi tekanan jenuh yang akibatnya menikan NPSHA. Mengulang modul sebelumnya  pada perubah panas yang mana uap kondensor biasanya didinginkan lebih rendah dari temperatur jenuh, hal ini disebut penekanan kondensator, untuk mencegah kavitasi pada pompa kondensator.

 

Jika kehilangan head pada pipa hisap pompa dapat dikurangi, NPSHA akan ditingkatkan. Banyak cara untuk mengurangi kehilangan head termasuk menambah diameter piapa, mengurangi jumlah elbow, katup dan fiting pada pipa, mengurangi panjang pipa.

Hal yang mungkin untuk mengehilangkan kavitasi adalah dengan mengurangi NPSHR untuk pompa. NPSHR yang diberikan pompa tidak selalu sama pada semua kondisi, tetapi tergantung faktor yang pasti. NPSHR dari pompa meningkat signifikan  ketika jumlah aliran meningkat. Oleh karena itu, pengurangan jumlah aliran  yang melalui pompa dengan pengecilan katup buang akan mengurangi NPSHR. NPSHR juga tergantung pada kecepatan pompa. Semakin cepat impeler pompa berputar  maka semakin besar NPSHR. Karena itu kecepatan sebagai sebuah variable dikurangi, NPSHR  pompa akan berkurang. Bagaimanapun, selama jumlah aliran pompa adalah sering didikte oleh kebutuhan sistem dimana pompa dihubungkan, hanya penyetelen terbatas yang dapat dilakukan tanpa menambah paralel pompa, jika ada.

Tinggi tekan hisap yang dibutuhkan untuk mencegah kavitasi  adalah ditentukan melelui uji coba oleh perusahaan pompa dan tergantung berepa faktor termasuk tipe masuk ke impeler, desain impeler, jumlah aliran pompa, kecepatan putar impeler, dan jenis zat cair yang dipompakan. Pabrikan biasanya memberikan  kurva NPSHR ketika fungsi aliran pompa digunakan untuk zat cair yang khusus (biasanya air), di buku manual pompa.

 

Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal

Untuk mempertahankan pompa beroperasi pada kecepatan konstan, jumlah aliran yang melalui pompa tergantung pada perbedaan tekanan atau head yang dihasilkan oleh pompa. Head terendah, maka jumlah aliran tertinggi. Buku manual untuk spesifikasi pompa dinamakan kurva karakteristik pompa. Setelah pompa dipasang di sistem biasanya dicoba untuk memastikan bahwa jumlah aliran dan head pompa sesaui dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Tipe kurva karakteristik sebuah pompa sentrifugal ditunjukan pada gambar 11. Ada beberapa hal yang terkait dengan kurva karakteristik pompa yang harus ditentukan.

Shut off head  adalah maksimum head yang dapat dihasilkan oleh pengoperasian pompa sentrifugal pada kecepatan tertentu.

Pompa run out adalah aliran maksimum yang dapat dihasilkan oleh pompa sentrifugal tanpa merusak pompa. Pompa sentrifugal dirancang dan dioperasikan terhindar dari kondisi pompa runout  atau pengoperasian shut off head. Tambahan informasi mungkin ditemukan didalam handbook pada bab thermodinamika, transfer panas, dan aliran fluida.

 

Perlindungan Terhadap Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal kehilangan head ketika pompa itu dioperasikan tanpa ada aliran yang melewatinya, sebagai contoh dengan katup buang yang tertutup, atau dilawan dengan check  valve.Jika katup buang tertutup dan tidak ada saluran kecil aliranpun  yang disediakan pada pompa, impeler akan mengaduk volme air  yang sama ketika berputar didalam rumah pompa. Ini akan meningkatkan temperatur zat cair (akibat gesekan) didalam rumah pompa pada titik dimana akan timbul uap air. Uap air dapat menimbulkan terhentinya aliran pendingin paking pompa, bearing, penyebab keausan dan panas. Jika pompa beroperasi pada jumlah yang kurang dengan waktu yang lama, pompa akan rusak. Ketika pompa dipasang dalam sebuah sistem seperti yang mungkin mengalami shut off head secara berkala, pompa ini memerlukan beberapa hal untuk perlindungan pompa. Salah satu cara untuk melindungi pompa beroperasi tanpa ada head  adalah menyediakan jalur ulang  dari saluran buang pompa yang mengalir dari katup buang, yang kembali untuk mensuplai pompa. Saluran sirkulasi ulang ini harus diukur untuk memberikan jumlah aliran yang cukup pada pompa untuk mencegah kelebihan panas dan kerusakan pompa. Proteksi mungkin juga dilakukan dengan menggunakan sebuah kontrol aliran otomatis. Pompa sentrifugal harus juga diproteksi dari aliran maksimal. Aliran maksimal dapat menyebabkan kavitasi dan juga kelebihan panas pada motor pompa akibat kelebihan arus. Salah satu cara untuk memastikannya adalah selalu ada hambatan aliran pada saluran buang pompa untuk mencegah kelebihan aliran yang melalui pompa, dengan memasang katup throttle atau orifice pada setelah saluran buang. Rancangan sistem pemipaan yang baik sangat penting untuk mencegah pompa mengalir secara maksimal.

 

Gas Terjebak

Gas  terjebak dari pompa sentrifugal adalah kondisi  dimana rumah pompa terisi dengan gas atau  uap air pada titik dimana impeller tidak cukup lama bertemu dengan fluida yang cukup terhadap fungsinya secara benar. Impeler memutar gelembung gas, tetapi tidak dapat mendorong fluida melalui pompa. Ini dapat membuat masalah pendinginan untuk paking pompa dan bearing. Pompa sentrifugal didesain  sehingga rumah pompanya penuh terisi dengan zat cairselama pompa beroperasi. Banyak pompa sentrifugal tetap dapat beroperasi ketika sejumlah kecil  gas yang terus bertambah  didalam rumah pompa, tetapi sistem pompa mengandung larutan gas yang tidak dirancang bisa melakukan ventilasi dengan sendirinya, harus dilakukan pengeluaran secara manual untuk memastikan gas tidak mengembang dalam rumah pompa.

Priming Pompa Sentrifugal

Banyak pompa sentrifugal yang tidak dapat melakukan priming sendiri. Dengan kata lain, rumah pompa harus diisi denganzat cair sebelum pompa dihidupkan, atau pompa tidak akan menjalankan fungsinya. Jika rumah pompa kemasukan dengan uap atau gas, impeller menjadi mengikat gas  dan tidak mampu memompakan. Untuk memastikan pompa tetap terpriming dan tidak ada gas terjebak, banyak pompa sentrifugal diletakan dibawah level sumber dimana pompa menghisap dengan sendirinya. Efek yang sama dapat didapatkan dengan memberikan zat cair dibawah tekanan yang disuplaikan dengan pompa lain yang diletakan pada saluran hisap.

Kategori: WIDYAISWARA

HARUSKAH WIDYAISWARA

November 28, 2007 · & Komentar

banyak masyarakat umum yang tidak mengetahui siapa dan apa itu widyaiswara. Dalam kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga terbitan Balai Pustaka 2003 disebutkan bahwa widyaiswara adalah guru; jabatan fungsional yang diberikan kepada pegawai negeri sipil dengan tugas mendidik, mengajar dan /atau melatih  secara penuh pada unit pendidikan dan latihan dari instansi pemerintah.

Seorang widyaiswara yang mempunyai tugas dikjartih, maka harus mempunyai kemampuan dalam melakukan komunikasi yang efektif dalam transfer expert dan transfer knowledge, sehingga apa yang diberikan kepada peserta diklat dapat optimal dan efektif.

Widyaiswara berdiri didepan kelas bukan menjadi orang yang paling pinter karena dalam hal ini peserta sangat beragam yang datang dari berbagai back ground yang berbeda beda. Kelas yang dihadapi tidaklah sama dengan dosen yang berhadapan dengan mahasiswa atau guru dengan murid yang menggunakan metode paedagogy. Karena itu widyaiswara berdiri didepan kelas sebagai fasilitator yang mengarahkan supaya peserta atau audience mempelajari materi diklat lebih terarah dan efektif.

(dilanjut  ’sukses dalam kelas’)

Kategori: WIDYAISWARA