think positive – imaginative creative

DASAR KOMPRESSOR

Desember 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pada dasarnya compressor tidak jauh berbeda dengan pompa, dimana pompa digunakan untuk mengalirkan cairan, sedangkan compressor digunakan untuk mengalirkan udara dan gas. Selain compressor ada mesin mesin lain yang digunakan untuk mengalirkan udara  yaitu blower, kipas atau vacuum pump. Menurut ASME (American Society of Mechanical Engineering) mengklasifikasikan berdasarkan discharge pressurenya:

 

DEVICE

DISCHARGE

PRESSURE

Compressor

Greater than 69 kPa (g)

10 psig

Blower

13.8 kPa to 69 kPa (g)

2 to 10 psig

Fan

0-13.8 kPa (g)

0 to 2 psig

Vacuum Pump

Dibawah tekanan atmosfer

 

Tipe Kompressor

Kompressor terdiri dari beberapa jenis dan ukuran yang berbeda beda, bentuk, design yang dapat diperoleh dari berbagai pabrik manufaktur compressor. Walaupun demikian semua compressor dapat diklasifikasikan secara sederhana yaitu:

  1. Dynamic
  2. Positive Displacement

 

 Adapun perbandingan dua dasar compressor yang berdasarkan aliran dan efisiensi adalah sebagai berikut:

Tipe

Laju aliran

Tekanan

Efisiensi

Aksial

Sentrifugal

Tinggi

Sedang

Rendah

Sedang

Sedang

Rendah

Positive Displacement

Rendah

Tinggi

Tinggi

 

Dinamik Kompressor

Prinsip Kerja

Prinsip kerja dari dua jenis dinamik kompressor yaitu aksial dan sentrifugal pada dasarnya sama, adapun langkah langkahnya :

  1.  
    1. Kecepatan bagian yang berputar akan mempercepat aliran gas yang melalui mesin. Untuk sentrifugal kompressor menggunakan impeller, sedangkan untuk kompressor jenis aksial menggunakan blade untuk mempercepat aliran gas.
    2. Kompressi gas terjadi apabila kecepatan gas dikonversi menjadi tekanan oleh bagian mesin yang stasioner. Kompressor sentrifugal dilengkapi dengan diffuser sedang pada kompressor aksial menggunakan stasioner blade.

Perbedaan utama yaitu pada aliran yang melalui kompressor tersebut

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tambang bawah tanah

Hydraulic (2)

Desember 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

 Tekanan

Tekanan dan aliran adalah salah satu parameter kunci menyangkut dalam pembelajaran hidrolik. Tekanan dalam sebuah sistem hidrolik muncul dari hambatan aliran.

Menimbang aliran dari pompa hidrolik seperti yang ditunjukan. Disini pompa hanya menghasilkan aliran dan bukan tekanan. Bagaimanapun hambatan aliran dari pompa menghasilkan formasi tekanan. Hambatan aliran ini normalnya didapat dari aktuator yang menyebabkan beban. Bermacam konduktor dan komponen sistem hidrolik seperti pipa dan elbow juga dapat berlaku sebagai titik penghambat dan berkontribusi dalam membangkitkan tekanan didalam sistem.

Tekanan P didefinisikan sebagai gaya (F) yang bekerja normal per satuan area permukaan (A) . 

Tekanan dalam sistem SI diukur dalam N/m2 atau juga dikenal sebagai Pascal. Tekanan dapat juga diekspresikan dalam bar dimana,

1 bar = 105 N/m2

Tekanan dalam sistem Amerika diukur dalam lb/in2 atau psi, dimana

1 psi = 0,0703 kg/cm2

 

 Tekanan fluida

Komposisi fluida adalah molekul molekul, yang bergerak secara terus menerus dan acak. Molekul ini bergerak keseluruh volume fluida saling bertubrukan satu sama lainnya dan dengan didinting  penampungnya yang mana molekul bersama sama momentumnya berubah.

Sekarang kita menimbang sebuah permukaan fluida yang mana diimpak dengan sejumlah besar molekul. Akibatnya momentum dari molekul diteruskan ke permukaan. Perubahan momentum yang diteruskan perdetik oleh molekul molekul ini pada permukaan memberikan gaya merata  pada permukaan, ketika gaya normal dikenakan pada fluida per satuan luas permukaan, ini dikenal sebagai tekanan fluida.

 

 Tekanan pada satu titik pada zat cair.

Tekanan pada sembarang titik dari fluida diam, ditunjukan dengan hukum hidrostatik, yang mana penambahan nilai tekanan vertikal arah kebawah harus sama terhadap berat jenis fluida pada titik tersebut.

Garis vertikal atas dari permukaan bebas diatas beberapa titik zat cair yang diam diketahui sebagai kepala tekanan. Implikasi tekanan itu (disebut tekanan kepala) pada suatu titik dalam zat cair diberikan dalam persamaan berikut:

P=pgh

dimana

p adalah berat jenis zat cair

h adalah ketinggian zat cair dari titik tersebut ke permukaan.

G adalah percepatan gravitasi.

Selanjutnya tekanan pada suatu titik tergantung pada tiga faktor:

  1. Kedalaman suatu titik dari permukaan.
  2. Berat jenis zat cair.
  3. Percepatan garvitasi.

 Atmosfir, absolut, pengukur tekanan dan vakum

Tekanan Atmosfir

Permukaan bumi diselubungi oleh udara yang disebut atmosfir, dimana naik keatas dari permukaan bumi. Udara mempunyai masa dan terkait akibat dari gravitasi yang dikenakan pada gaya disebut berat. Gaya dibagi luas area disebut tekanan. Tekanan yang dikenakan pada permukaan bumi dinamakan tekanan atmosfir.

Tekanan Alat Ukur

Banyak instrumen alat ukur untuk mengukur perbedaan tekanan antara zat cair dengan tekanan udara . Ini disebut tekanan alat ukur.

Tekanan absolute

Tekanan absolute adalah jumlah tekananan di alat ukur dan tekanan atmosfir.

Vakum

Jika tekanan lebih rendah dari tekanan atmosir, alat ukur ini negatif dan hal kevakuman digunakan ketika tekanan absolut nya nol (conton tidak ada udara)

 

Gambar 2.2. Hubungan antara tekanan absolut, alat ukur dan kevakuman

Dalam gambar 2.2, Pa adalaha tekanan atmosfir, Pgage adalaha tekanan pada alat ukur, Pab adalah tekanan absolut, Pvacuum adalah tekanan vakum.

 

 Efek tekanan pada titik didih

Titik didih zat cair akan naik dengan bertambahnya tekanan dan sebaliknya menurun dengan berkurangnya tekanan. Sehingga jika tekanan atmosfir lebih dari 14,7 psi atau 101,3 kPa, air akan mendidih dengan suhu diatas 100ºC (212ºF). Sama halnya dengan air mendidih dibawah temperatur jika tekanan lebih rendah dari 14,7 psi atau 101,3 kPa.

Pada titik didih, tekanan uapa yang terjadi dipermukaan zat cair sama dengan tekanan tekanan atmosfer diluar. Sehingga jika tekanan atmosfir diluar meningkat, maka zat cair mendidih pada temperatur yang lebih tingi untuk menghasilkan tekanan uap sama dengan tekanan luar.

Pada daerah yang lebih tinggi, tekanan atmsfer rendah, akibatnya air mendidih pada suhu dibawah 100ºC (212ºF). Ini mengakibatkan memasak menjadi sulit. Sebuah point penting yang bisa dicatat adalah dengan  bertambahnya  kotoran pada zat cair dapat menanmbah titik didih.

 

 Pengukuran Tekanan

Biasanya fluida bisa disimpulkan bahwa pengukurannya dengan dua parameter penting yaitu aliran dan tekanan. Untuk pengukuran aliran,  transducer aliran atau transmiter dipasang sama dimana seperti pengukuran tekanan, transmitter tekanan dapat dipasang terpisah dengan sambungan pipa, dikenal dengan monitor kontrol.

Peralatan dasar untuk menemukan kerusakan pada hidrolik maupun pneumatik adalah pressure gauge. Sebuah contoh alat ukur tekanan yang mengukur tekanan secara sederhana adalah presure gage Bourdon.  Alat ukur tekanan jenis  Bourdon terdiri dari tabung rata berbentuk C, yang tetap pada ujung satunya. Ketika tekanan dikenakan pada tabung, tabung akan menegang, dengan gerakan yang bebas dan kekanan. Untuk tekanan rendah, per pada tabuung digunakan untuk menambah sensitivitas.

Gerakan tabung dikonversi  kedalam gerakan sirkular dengan kuadran mekanik dan roda gigi pinion.   

Jika keluaran signal elektrik diperlukan untuk pengindikasian, pointernya dapat diganti dengan potensiometer   

Sistem hidrolik dan pneumatik cenderung untuk menunjukan tekanan yang besar penyumbatan beban percepatan dan perlambatan. Penyumbatan  ini dapat menjadikan kesalahan penunjuk khususnya terkait pada nilai sebenarnya yang diukur dan juga akhirnya menyebabkan kerusakan pada alat pengukur tekanan. Untuk menghindari ini, tonjolan penghambat (snubber) disediakan untuk mengurangi respon dari sensor tekanan.

 

Pengukur tekanan Bourdon didasarkan pada tranducer yang kuat tetapi keakuratannya rendah. Untuk lebih mengakuratkan pengukuran tekanan, tranducer yang didasarkan pada prinsip keseimbangan gaya digunakan, seperti pada gamabr 2.4.

Ini adalah sebuah tranducer yang berbeda, lubang  tekanan masuk rendah (LP) dibiarkan terbuka ke udara dan yang lubang tekanan tinggi (HP) dihubungkan dengan sistem. Perbedaan antara dua pembacaan (HP-LP) didapat dari sebuah sinyal yang menunjukan ukuran tekanan.

Penambahan tekanan pada sistem, mendefleksikan diafragma tekanan ke kiri. Gerakan ini dideteksi oleh tranducer dan yang melalui sebuah servo amplifier, dilanjutkan ke sebuah penambahan dikoil. Arus yang melalui tranducer adalah sebanding dengan perbedaan tekanan sebagai gaya dari koil penyeimbang tepatnya menyeimbangkan gaya yang muncul dari perbedaan tekanan antara LP dan HP. Tekanan tidak tergantung pada bentuk atau ukuran tempatnya.

 

 Hukum Pascal

Dibawah prinsip bagaimana fluida meneruskan tenaga adalah dinyatakan dengan hukum Pascal. Area hukum Pascal menerangkan bahwa tekanan diaplikasikan untuk fluida tebatas yang diteruskan dan tidak kurang ke segala arah. Bentuk hukum ini memberikan pemahaman dasar hubungan antara gaya, tekanan dan luas area, yang secara matematika dikspresikan sebagai:

Gaya = tekanan x luas area

Penerusan tekanan berlangsung dengan gaya yang sama pada setiap satuan luas dari bejana dan dalam arah sudut lurus ke permukaan bejana diteruskan menyeluruh ke zat cair. Hukum Pascal dapat di ilustrasikan dalam contoh berikut.

Sebuah botol diisi dengan zat cair yang tidak dapat dikompresi. Sebuah gaya sebesar 4 kg diapikasikan ke penutup pdengan luas permukaan 3 cm2. Mari kita asumsikan luas dasar botol adalah 60cm2. Jika penutup dimasukan kedalam mulut botol, dengan gaya sebesar 4 kg sehingga menyentuh zat cair, kemudian tekanan digunakan mendesak zat cair dalam botol melalui penutup yang dapat ditunjukan sebagai berikut:

P = 4/3 = 1.34 kgf/cm2

Tekanan ini akan diteruskan ke segala arah dalam botol.Dasar botol mempunyai luasan 60cm2 akan dikenai gaya sebesar F = PxA = 1.34 x 60 = 80.4 kgf/cm2. Gaya ini bisa memecahkan banyak botol. Hal ini menunjukan kenapa botol kaca yang diisi dengan zat cair bisa pecah jika penutupnya dimasukan kedalam mulut botol. Gambar 2.5 menunjukan gambaran yang lebih baik. Itu juga menunjukan bahwa subtansinya bahwa tekanan tidak tergantung pada bentuk dan ukuran tempatnya.

<script src=”http://kumpulblogger.com/dam.php?b=20858” type=”text/javascript”>
     </script>

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tambang bawah tanah

widyaiswara success presentation (6)

Desember 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

KEHANGATAN DENGAN PESERTA

Suasana hangat yang tidak kaku dengan peserta itulah yang menjadi harapan dari proses penyampaian sebuah materi presentasi. Semakin kita mengetahui tentang audience kita maka semakin relevan dan semakin menarik presentasi yang kita lakukan. Bagaimana mungkin kita bisa menarik audience jika kita tidak tertarik terhadap mereka. Permasalahannya adalah bagiamana kita bisa menemukannya supaya kita apreciate terhadap audience? Dan bagiaman cara kita menemukenalinya?

Dengan pendekatan yang lebih mendalam terhadap audience akan lebih mempermudah dalam melakukan presentasi. Pendalaman terhadap audience ini dapat dilakukan dengan mengetahui latar belakang pendidikan, tempat dia bekerja, jenis pekerjaan yang sering mereka kerjakan dan lainnya yang bisa menunjang pengenalan kita terhadap latar belakang audience.

Permasalahan akan muncul ketika audience dalam jumlah yang banyak sehingga kita tidak mungkin menghafalnya. Sehingga perlu kita ambil garis besarnya saja.  Semakin kita mengenal audience maka akan semakin baik. Banyak sekali sebagai sumber informasi yang bisa digunakan untuk supaya presentasi anda sesuai dengan kebutuhan audience, jurnal – jurnal yang ada, website perusahaan, organisasi sosial, berita disurat kabar, kolega atau teman, termasuk kondisi audience itu sendiri. Jangan tutupi pengalaman anda sendiri dengan segala background anda sehingga presentasi yang anda lakukan berhasil dengan baik.

Penting untuk selalu dilakukan adalah fokus terhadap peserta anda sebagai pembicara atau pembawamateri harus selalu konsentrasi terhadap peserta, terhadap saran atau pertanyaan yang disampaikan oleh peserta sehingga anda bisa memberikan suasana sharing yang menyenangkan

→ Tinggalkan KomentarKategori: WIDYAISWARA

Secangkir Kopi di Pagi Buta

November 24, 2008 · & Komentar

TERUS BERBUAT

Bila anda hanya merenung tanpa tindakan apa – apa, anda tidak akan pernah mendapat apa yang anda inginkan, benar adanya kata kata tersebut.. Terbayang bagi kita ketika kita banyak merenung dengan mengharapkan perubahan terjadi pada diri kita… ah hanya sebuah angan angan kalau hanya direnungkan. Tindakan konkret yang harus dilakukan akan menghasilkan perubahan sekecil apapun.. Terus berbuat berbuat dan berbuat.. tentu akan kita nikmati hasilnya.. Contoh yang cukup simple… ketika kita menanam bunga ..tak terasa sekian hari dan bulan sudah berbunga. coba ketika hanya anda renungkan .. saya ingin bunga tetapi tak sekalipun menanamnya.. apa yang terjadi?.. hanya isapan jempol belaka…

Tetaplah hidup bersemangat karena kata Kahlil Gibran” semangat adalah gunung api yang rumput keragu raguan tidak akan tumbuh di atasnya..”

Jangan hanya merenung… berbuatlah… nasib kita tidak berubah hanya karena merenung

Indek prestasi tidak akan berubah kalau anda hanya merenung..

Penghasilan anda tidak bertambah kalau hanya merenung

Blog anda tidak bertambah tulisan jika hanya merenung..

Selamat berbuat.. sehingga ada perubahan meski itu hanya kecil… teruslah berbuat… untuk hidup ini…

→ 2 CommentsKategori: awur awur

WIDYAISWARA SUCCESS PRESENTATION(5)

November 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

LANGKAH AWAL SEBAGAI KUNCI

 

Begitu jam pelajaran dimulai peserta masih asik dengan pikirannya, masih berkhayal dengan apa yang baru dibicarakan dengan teman teman jika baru saja cofee break.  Intinya badan ada diruangan tetapi kepala masih tertinggal entah dimana, sehingga penyaji yaitu widyaiswara harus bisa membuat suasana atau pikiran peserta ada didalam kelas. Terlebih widyaiswara merupakan subjek dalam kelas yaitu sebagai fasilitator yang memandu proses belajar mengajar, kewajibannyalah untuk mengelola kelas.

 

Masih beruntung jika baru mengawali pembelajaran, sehingga bisa melakukan perkenalan dan pembukaan dulu yaitu sekitar 5-10 persen dari total jam pelajaran dimulai. Dengan melakukan perkenalan akan didapat suasana yang lebih nyaman bagi proses selanjutnya. Seperti dalam iklan yang sering kita lihat dan dengar di media elektronik yaitu kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda.

 

Aha…. itulah salah satu metode bagaimana seorang widyaiswara mengambil hati peserta, jika sudah terlanjur cinta…segalanya oke saja, mungkin itu yang bisa menjadi pegangan bagi seorang widyaiswara. Namun hal ini tidak terlepas dari kemampuan  widyaiswara membawa diri dihadapan peserta, mau tampil kaku? Bagaimana hasilnya? Harus selalu diingat bahwa ini adalah pembelajaran orang dewasa, jangan pernah merasa pinter sendiri. Biarkan peserta sharing pengalaman, pancing peserta untuk berkomentar, hal ini bisa membuat suasana mencair. Jika sudah demikian  maka pembelajran dapat berjalan dengan lancar serta tujuan umum dan tujuan khusus dapat tercapai tinggal bagaimana anda menguasai materi. Tentunya jika tidak menguasai materi jangan sekali sekali memberanikan diri berdiri didepan kelas.

 

Bagaimana Membuat Suasana Nyaman?

 

Diam berarti emas tidak berlaku dalam hal ini.

Kebekuan yang ada harus dipecahkan.

Kekakuan yang ada harus dilemaskan.

 

Kelas dibuat senyaman mungkin, buatlah suasana menjadi ceria. Kemampuan seorang fasilitator, demonstrator dan aktor teruji disini. Seperti tertulis sebelumnya bahwa widyaiswara harus biasa mencairkan suasana. Ice breaker solusinya, dengan game game kecil maka suasana akan menjadi ceria, peserta yang tadinya menjaga jarak akan merasa dekat dengan widyaiswara. Peserta yang tadinya ingin menyerang dengan pertanyaan pertanyaan menguji akan banyak memberikan saran sehingga suasana kelas yang saling sharing pengalaman akan terwujud.

 

Ice breaker adalah sebuah cara untuk membuat peserta pendidikan dan latihan menjadi fokus terhadap materi yang akan kita sampaikan. Jika peserta sudah terkonsentrasi kepada widyaiswara sebagai pembicara maka diharapkan peserta akan menyadari pentingnya materi yang disampaikan oleh widyaiswara. Cara ini mempermudah peserta memahami seluruh materi yang disajikan sampai akhir. Dengan ice breaker suasana yang membosankan bisa menjadi menyenangkan, untuk itu ice breaker bisa dilakukan di awal pelatihan, dipertengahan sesi atau dilakukan di akhir sesi sehingga dengan dilakukannya salah satu ice breaker maka peserta yang mengantuk jadi terjaga kembali dan bisa konsentrasi, peserta yang tegang menjadi rileks. Menurut Dr. Adi Soenarno, MBA game game kecil yang ada di ice breaker dapat dilakukan ketika peserta dalam kondisi lelah, mengantuk, tidak saling kenal, nada bicara monoton tidak ada variasi, ketika pertemuan dilakukan setelah makan siang dimana merupakan jam jam mengantuk atau bahkan ketika peserta sudah saling kenal dan mereka saling berbicara sendiri.

 

Contoh game kecil:

  1. Sebelum acara dimulai widyaiswara sudah menyiapkan wortel, kelereng dan biji kopi. Kemudian widyaiswara meminta peserta untuk membayangkan benda benda tersebut, peserta diklat diminta memilih salah satu benda yang sesuai dengan karakternya atau benda yang paling disukai. Jika ruangan kelas memungkinkan peserta untuk berkumpul dengan orang yang sama sama suka dengan benda yang dipilihnya bisa diminta untuk berkumpul. Setelah semuanya berkumpul barulah widyaiswara menjelaskan masing masing benda tersebut. Pembahasannya dengan kata kunci di kenai panas:

-          kelereng yang dikenai panas tidak berubah, menunjukan betapa  kakunya sifat orang tersebut dan tidak bergeming.

-          Wortel begitu terkena panas mudah lembek dan tidak baik untuk orang yang mudah patah semangat, jika tidak dapat kesempatan mudah ngambek.

-          Kopi jika terkena panas akan hancur apalagi jika di campur air panas, baunya akan harum dan banyak sekali orang yang menyukainya. Demikian harapan kita bersama setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diumpamakan air panas maka peserta akan mengharumkan ruangan dan area kerjanya sehingga menjadi pusat perhatian orang orang yang bekerja dengannya.

→ Tinggalkan KomentarKategori: WIDYAISWARA

widyaiswara success presentation (4)

November 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

KOMUNIKASI EFEKTIF

 

Komunikasi adalah proses dimana seseorang atau kelompok mengirimkan informasi kepada orang lain atau kelompok lain sebagai penerima. Komunikasi merupakan penyampaian informasi dan pemahaman dengan menggunakan simbol baik verbal maupun nonverbal.

 

Komunikasi ini dibutuhkan untuk menyampaikan sebuah informasi sehingga seorang widyaiswara  bisa mentrta.ansfer pengetahuannya dengan mudah, dan sharing pengalaman antara peserta dengan widyaiswara, antara peserta dengan peserta dapat berjalan efektif. Komunikasi merupakan penyampaian informasi yang secara psikologis memberikan perhatian  baik kepada pihak komunikator maupun komunikan dan yang menjadi fokus utama adalah proses internal antara penerima dan pemberi pesan. Komunikasi ada beberapa jenis dan seorang widyaiswara dapat menggunakan jenis komunikasi lisan maupun tulisan untuk menyampaikan pesan atau materi yang diampunya kepada peserta diklat.

 

Komunikasi dalam hal ini adalah komunikasi dua arah yaitu antara widyaiswara dengan peserta maupun sebaliknya dimana jika komunikasi ini gagal maka gagal pula proses tranfer  baik itu knowledge maupun expert. Jadi dalam proses belajar mengajar harus terjadi proses komunikasi yang interaktif.

 

Tahapan tahapan dalam berkomunikasi terutama dalam proses pembelajaran dalam suatu pelatihan dimana widyaiswara sebaga komunikator dan audience sebagai komunikan.

  1. Tahapan pendahuluan atau pembukaan.

Widyaiswara pada awal sebuah sesi pertemuan maka akan menjelaskan kerangka pikir materi yang akan disampaikan. Sehingga terjadi kesiapan dalam bentuk konsentrasi antara komunikator dengan komunikan. Tahap pembukaan ini merupakan ajang perkenalan yang membutuhkan alokasi waktu sekitar 10 % dari total waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyajian materi. Meski alokasi waktu yang cukup sempit namun pendahuluan atau sesi pembukaan ini merukan sesi yang cukup penting dimana peserta widyaiswara sebagai pembicara harus bisa mendapatkan kesan yang baik bagi peserta sehingga peserta akan memberi perhatian terhadapa materi yang akan disampaikan. 

  1. Tahap isi

Dalam kontek ini widyaiswara menyampaikan seluruh materi yang disajikan secara jelas dan tuntas dengan alokasi waktu sekitar 85% yang memuat isi materi, diskusi dan tanya jawab. Ada kalanya karena waktu yang begitu panjang atau materi yang disajikan kurang menarik bagi peserta maka widyaiswara harus bisa membawa diri dan memaparkan materi yang diampunya secara gamblang dan berusaha untuk membuat audience tertarik. Hal ini bisa dilakukan jiak seorang widyaiswara sudah punya jam terbang yang cukup dan punya kemampuan dalam mengelola kelas dan memanajemeni proses pembelajaran.

  1. Tahap penutup

Merupakan sesi simpulan dari isi materi serta tindak lanjut dari materi yang disampaikan. Biasanya sesi penutup ini digunakan oleh widyiswara untuk memberi kesan terbaik sehingga peserta akan mengingatnya serta sesi untuk melakukan tanya jawab dan widyaiswara harus berusaha untuk memberikan jawaban yang sederhana dan bisa memberikan kepuasan kepada penanya.Alokasi waktu biasanya sekitar 5  % dari toatal alokasi yang disediakan.

 

Keberhasilan seorang widyaiswara dalam melakukan komunikasi bisa dilihat melului feedback yang diterimanya dari peserta, tingkat perhatian peserta terhadap widyiswara, daya tarik pesan yang disampaikan dan tercapainya tujuan pembelajaran. Komunikasi ini sangat penting dalam proses pembelajaran dan mutlak seorang widyaiswara harus mampu melakukan komunikasi efektif secara baik.

 

Berikut tip – tip yang bisa digunakan supaya widyaiswara dapat melakukan komunikasi yang efektif:

  1. Keep it simple, sebuah informasi usahakan disampaikan sesederhana mungkin sesuai tingkat pemahaman peserta, sesuaikan dengan kemampuan pendengar, dan jangan bergaya sok pintar karena dapat membuat anti pati bagi pendengar. Banyak widyaiswara yang lupa untuk menyederhanakan bahasanya, menggunakan kata kata njlimet yang mungkin susah diterima oleh orang lain yang mungkin disebabkan tingkat intelejensia, atau kebiasaan komunikasi yang berbeda akibat budaya yang berbeda pula.
  2. Lakukan komunikasi ini dengan ramah dan murah senyum.
  3. Sampaikan dengan santai tidak tegang dan tidak terburu buru.
  4. Ketika anda berdiri didepan kelas uasahakan penuh dengan kepercayaan diri, selalu berikan perhatian kepada peserta selalu pikirkan bahwa peserta adalah yang utama.
  5. Dekati audience jangan hanya berdiri dibelakang meja., tatap secara merata kepada seluruh peserta dan jika berbicara jangan membelakangi peserta. Jiak harus menulis di media white board misalnya janganlah sambil berbicara, tulis terlebih dahulu baru anda berbicara.
  6. Jangan bergaya sebagai bos atau pejabat, karena anda adalah widyaiswara seorang fasilitator. Gunakan bahasa yang membumi, jangan bangga dengan bahasa intelektual tinggi tapi tidak dapat dimengerti oleh peserta, sangat membosankan bukan jika anda mendengar kata kata yang tinggi yang tidak anda mengerti.
  7. Tidak kalah penting adalah body language anda, dengan bahasa tubuh yang menarik maka peserta akan memberi perhatian, jangan berdiri disatu tempat tetapi anda juga tidak bergerak mondar mandir. Dengan bahsa tubuh yang tepat maka esensi dari komunikasi dapat dipahami oleh audience.
  8. Jika perlu menggunakan bahasa humor, maka gunakanlah sesuaikan dengan kondisi yang ada.
  9. Pastikan intonasi anda bisa ditangkap oleh pendengar, nada bicara jangan terlalu pelan, variasikan sesuai dengan tingkat penekanan.
  10. Gunakan jawaban yang tidak menggunakan pertanyaan lanjutan untuk itu perlu mempersiapkan jawaban.
  11. Namun jangan lupa untuk tidak merancang kata kata selanjutnya jika lawan bicara sedang berbicara ’ never plan what you say when listening!’
  12. Komunikasi efektif ini dapat terwujud jika anda sering berlatih.

 

Banyak sekali buku buku yang membahas cara berkomunikasi efektif dan juga cara cara presentasi yang sukses, perbanyak pengetahuan anda dengan membaca buku bagaiman memberikan presentasi yang baik. Hindari bahasa tubuh berikut: tangan bersilang atau bergaya bos, menghindar dari pandangan mata, menunjut dengan jari tunggal, memasukan tangan kedalam kantong celana, bersembunyi dibelakang meja, berdiri dengan tubuh yang loyo.

 

Dalam berkomunikasi atau dalam memberikan materi usahakan jangan melakukan  gerakan tubuh yang sama secara berulang ulang, atau mengucapkan kata kata yang sama berulang ulang. Biasakan tidak menggunakan kalimat yang ambigo atau mempunyai beberapa arti. Seorang pembicara baik juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Berikan perhatian jika ada audience yang bertanya.

 

Komunikasi adalah sebuah kunci sukses namun banyak pembicara baik itu presenter, narasumber, termasuk widyaiswara yang gagal menerapkannya, alasan klasiknya adalah tidak percaya diri didepan forum, atau penampilan fisik yang tidak memadai, atau bahkan takut terlihat bodoh ketika mengucapkan sebuah pernyataan atau kalimat. Gunakan kata kata yang pas ditempat yang pas.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

PENGENALAN HYDRAULIC (1)

November 17, 2008 · 1 Komentar

1.1   Obyektif

Tergantung pada kelengkapan bab ini, satu hal yang dapat di lakukan:

  • Memahami latar belakang  dan sejarah hidrolik
  • Menjelaskan fungsi utama fluida hidrolik dan juga belajar tentang sifat dasar fluida hidrolik.
  • Memahami bagaimana pentingnya sifat fluida hidrolik seperti kecepatan, percepatan, gaya dan gaya adalah saling terkait, dan juga mempelajari tentang hubungan  dengan fluida hidrolik.
  • Mengerti konsep dari kekentalan dan indek kekentalan.
  • Menjelaskan sifat sifat pelumas dari fluida hidrolik.

 

1.2 Pengenalan dan latar belakang

Dalam dunia modern sekarang ini, permainan hidrolik sangat penting dalam kehidupan manusia dari hari kehari. Betapa pentingnya ini dapat diukur dari kenyataan bahwa ini terkait sebagai salah satu urat  yang menggerakan industri, selain pneumatik. Kegunaan dari buku ini adalah untuk membiasakan satu prinsip mendasarhidrolikseperti membuat sebuah usaha pada pemahaman konsep praktis membangun rancangan dan konstruksi bermacam sistem hidrolik dan aplikasinya. Aspek fungsi tambahan, fokus pada sistem komponen utama hidrolik  yang sudah disetujui, secara deatil. Bagian akhir buku ini adalah pembahasan kepada  maintenance umum yang praktis dan teknik penyelesaian masalah yang digunakan dalam sistem hidrolik dengan cara yang spesifik dan bermaksud untuk mencegah kerusakan komponen atau sistem. Dalam bahasa yunani hidro artinya air sedang aulos arinya pipa. Kata hidroli aslinya dari yunani dengan kombinasi kata ini, yang dalam bahasa inggris artinya air dalam pipa. Manusia sudah sadar akan pentingnya hidrolik sejak jaman dulu. Dalam kenyataan pertamanya sebagai permulaan ketika periode waktu antara tahun 100 dan 200, manusia sudah merealisasikan  energi potensial liran air disungai. Prinsip hidrolik telah digunakan pada awal ahun tersebut, dalam merubah energi air yang mengalir kedalam energi mekanik dengan memanfaatkan sebuah  roda air. Bagaimanapun penggunaan pertama gaya fluida membutuhkan gerakan jumlah fluida yang besar  karena tekanan rendah yang disediakan oleh alam.

Dengan melalui masa ini, pengetahuan hidrolik terus berkembang lebih dan lebih efisiendalam merubah gaya hdrolik ke kerja yang bermanfaat yang tercakup didalamnya. Subjek hidrolik yang terkait kebiasaan fisik dari air ketika diam atau dalam keadaan bergerak sebagai bagian teknik sipil dalam kurun waktu yang panjang. Bagaimanapun setelah penemuan mesin uap oleh James Watt, disana muncul kebutuhan penerus gaya yang efisien dari generasike titik penggunaan. Secara bertahap beberapa bagian mekanikal seperti poros, sistem roda gigi, puli dan rantai ditemukan. Itu adalah kemudian menjadi konsep pemikiran penerus gaya melalui fluida bertekanan. Sungguh hal ini adalah sesuatu yang baru dalam hal hidrolik, meliputi berbagai subjek seperti penerus gaya dan pengontrol gerakan mekanis, ketika  terkait juga dengan karakteristik fluida bertekanan. Untuk membedakan cabang hidrolik dari air, sebuah nama baru yang disebut hidrolik industri atau lebih umum disebut oli hidrolik dipasarkan.

Hal yang signifikan dibelakang pemilihan nama ini membohongi kenyataan bahwa area ini membuat oli sebagai media meneruskan gaya. Air yang dalam prakteknya incompressible masih digunakan pada saat ini pada teknologi hydro. Dalam hal hidrolik dari air sudah di perdadangkan untuk area teknik. Tetapi secara nyata dari  kualitas seperti ketahanan terhadap korosi seperti kemampuan luncur dan pelumasan, oli adalah mineral dasar yang umum sebagai penerus gaya hidrolik.

Pemebelajaran mengenai oli hidrolik secara aktual dimulai diakhir abad tujuh belas ketika Pascal menemukan sebuah hukum yang menjadi bentuk dasar untuk keseluruhan ilmu hidrolik. Konsep pengembangan penerus tekanan dalam batasan ruang zat cair dibuat melalui prinsip ini. Terakhir Josep Bramah mengembangkan sebuah peralatan berdasarkan pada hukum Pascal, dikenal dengan Bramah press, ketika Bernoulli mengembangkan hukumnya tentang konservasi energi untuk aliran fluida didalam pipa.

Ini sejalan dengan pengoperasian  hukum Pascal pada setiap jantung dari semua penggunaan gaya hidrolik dan digunakan untuk penganalisisan, meskipun mereka dapat secara nyata diaplikasikan pada industri hanya setelah terjadi revolusi industri tahun 1850 di Inggris.

Pengembangan terakhir telah dihasilkan dalam penggunaan sebuah jaringan dari pipa air bertekanan tinggi, antara pusat pembangkit yang mempunyai pompa pengalir uap dan penggiling yang membutuhkan gaya. Dalam melakukan ini, beberapa bagian tambahan seperti katup pengontrol, akumulator dan seal juga ditemukan. Bagaimanapun proyek ini telah dikesampingkan karena dua alasn utama, pertama tidak tersedianya komponen hidrolik yang lain, kedua berkembang pesatnya elektrik, yang mana sudah ditemukan untuk menjadi lebih nyaman dan sesuai untuk penggunaan.

 Sedikit perkembangan kedepan diakhir abad sembilan belas memimpin elektrik secara drastis sebagai sebuah teknologi yang dominan menghasilkan dalam penggantian fokus, menjauh dari gaya fluida. Gaya listrik cepat ditemukan menjadi lebihsuperior dibanding hidrolik untuk meneruskan gaya pada jarak yang jauh.

Awal abad duapuluh menjadi saksi munculnya era modern dari gaya fluida dengan sistem hidrolik yang menggantikan sistim elektrik dimana telah digunakan sebagai alat mengelevasikan dan mengontrol senjata pada kapal perang USS Virginia. Aplikasi ini menggunakan oli sebagai pengganti air. Hal ini menjadi tonggak sejarah lahirnya kembali fluida sebagai gaya hidrolik. Setelah perang Dunia II, area perkembangan gaya hidrolik menjadi saksi perkembangan yang luar biasa. Di masa modern ini, sebagian besar permesinan bekerja dengan prinsip “hidrolik dengan oli” sudah dikerjakan untuk meneruskan gaya. Ini telah sukses menggantikan penggerak mekanikal dan elektrikal. Hidrolik kemudian disebut ‘ ilmu pengetahuan dari sifat fisik fluida’.

 

1.3  Klasifikasi.

Beberapa bagian yang dioperasikan dengan menggunakan fluida hidrolik mungkin disebut bagian hidrolik, tetapi sebuah perbedaan telah dibuat antara bagian yang menggunakan impak atau momentum dari pergerakan fluida dan ini dioperasikan dengan sebuah daya dorong pada fluida yang dibatasi, sebagai contoh dengan tekanan. Ini menuntun kita untuk membagi kategori dari area hidrolik ke dalam:

  • Hidrodinamik.
  • Hidrostatik

Hidrodinamik sesuai dengan karakter zat cair yang mengalir, khususnya ketika zat cair membentur pada sebuah obyek dan melepas sebagian dari energinya untuk melakukan beberapa pekerjaan yang bermanfaat.

Hidrostatik sesuai dengan energi potensial yang tersedia ketika zat cair dibatasi dan diberi tekanan. Energi potensial ini juga dikenal sebagai energi hidrostatik yang diaplikasikan paling banyak pada sistem hidrolik. Area hidrolik ini dipengaruhi oleh hukum Pascal. Ini kemudian dapat disimpulkan bahwa energi tekanan dikonversi kedalam gerakan mekanik dalam sebuah bagian hidrostatik dimana energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik dalam bagian hidrodinamik.

1.4  Sifat sifat yang dimiliki fluida hidrolik.

Satu material paling penting dalam sistem hidrolik adalah fluida kerja itu sendiri. Karakter fluida hidrolik mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap performa dan umur, dan karena itu penting untuk menggunakan fluida yang berkualitas tinggi dan bersih sehingga menjadi pengoperasian sistem hidrolik yang didapat menjadi efisien. Pada esensinya, sebuah fluida hidrolik mempunyai empat fungsi:

  1. Meneruskan gaya: sifat incompressibel dari fluida terkait dengan penerusan energi yang mengambil tempat dari sisi masuk ke sisi keluaran (gambar 1.1)

 

 

 

Gambar 1.1

Sifat pengantar energi dari fluida hidrolik

 

  1. Pelumas bagian bagian yang bergerak: Fungsi pelumasan dari fluida adalah untuk mengurangi gesekan dan keausan (Gambar 1.2)

 

Gambar  1.2

Sifat melumasi dri fluida hidrolik

 

  1. Menutup celah antara dua bagian: Fluida antara piston dan dinding tabung bertindak sebagai seal.

Gambar 1.3 Sealing Sifat menutup dari fluida hidrolik

 

  1. Menghilangkan panas: Menghilangkan panas terkait dengan sifat fluida yang meneruskan panas.

Gambar 1.4

Sifat meneruskan panas dari fluida hidrolik

Untuk fluida hidrolik yang sesuai dengan fungsi utamanya, sifat sifat berikut sangat esensial:

  • Kemampuan melumasi yang baik.
  • Kekentalan yang ideal.
  • Kestabilan terhadap kimia dan lingkungan.
  • Tahan api
  • Kemampuan meneruskan panas yang baik.
  • Berat jenis yang rendah.
  • Tidak mudah berbusa.
  • Tidak beracun.
  • Tidak mudah menguap.

Terakhir bukan berarti yang paling kecil, fluida dipilih harus karena biaya yang efektif dan mudah tersedia. Hal ini cukup menjelaskan dasar pemahaman tentang fluida yang dibutuhkan secara luas pada konsep hidrolik. Secara gamblang kami mengulas hal penting dan definisi yang sering digigunakan dalam hidrolik.

1.4.1        Fluida

Zat cair adalah fluida, yang memiliki massa akan mempunyai volume tetap dan berbentuk sesuai dengan tempatnya. Hal ini akan berimplikasi bahwa fluida akan mengisi bagian dari tempatnya dengan volume yang  sesuai dengan volume zat cair, walaupun itu diasumsikan sesuai bentuk tempatnya. Sebagi contoh, jika kita menuangka air ke dalam bejana dan volume air tidak cukup untuk mengisi bejana, kemudian permukaan rata (gambar 1.5) akan dibentuk seperti dalam gambar.

 

 

Gambar 1.5

Permukaan rata dari air

 

Tidak seperti gas, zat cair susah dikompresikan dan itu menjadi alasan mengapa volume mereka tidak berubah dengan adanya perubahan tekanan. Meski ini tidak lengkap  benar sebagai perubahan volume yang terjadi pada variasi jumlah tekanan, perubahan ini begitu kecil yang banyak diabaikan oleh aplikasi rekayasa teknik.

Gas dilain hal merupakan zat cair yang mudah dikompresikan. Untuk itu tidak seperti zat cair yang mempunyai volume yang pasti dengan massa yang dimiliki, volume dengan massa sebuah gas akan bertambah dengan pasti memenuhi bejana yang berisi gas. Terlebih gas sangat dipengaruhi oleh tekanan yang mana sangatlah subyektif. Sebuah penambahan tekanan menyebabkan volume gas berkurang  dan kebaikanatau kekurangan. Udara adalah gas yang umum digunakan dalam hidrolik sistem karena udara murah dan mudah tersedia.

 

1.4.2        Massa

Massa sebuah benda atau objek diukur dari jumlah kandungan materi yang terkandung didalamnya. Massa sebuah benda adalah konstan dan independent  dari lingkungan sekitar maupun posisinya. Sebuh keseimbangan fisik digunakan untuk mengukur massa sebuah benda. Massa secara normal diukur dalam kg atau pounds (lbs). Massa satu liter air pada suhu 4ºC diambil sebagai 1 kg. Satuan massa yang umum lainnya adalah metrik ton, dimana 1 metrik ton = 1000 kg.

 

1.4.3        Volume

Ruangan yang diduduki oleh sebuah benda disebut volume. Volume bisanya dituliskan dalam kubik meter (m3) atau kubik feet (ft3) atau liter. Satu liter sama dengan 1000 cm3 dan sama dengan volume 1 kg air pada suhu 4ºC.

Satuan dari volume adalah sebagai berikut:

1 m3     = 1000 liter.

1 dm3   = 1000 cm3      = 1 liter

1 cm3   = 1 ml              = 1000 mm3

 

1.4.4        Berat Jenis

Berat jenis dari sebuah substansi adalah didefinisikan sebagai massa benda tersebut dibagi unit volume. Dituliskan dengan simbol p rho. Jika persamaan massa dari kapas dan timah  diambil (katakan masing masing 1 kg), kita akan menemukan bahwa volume kapas akan lebih bessar dibanding volume timah. Ini karena timah lebih berat  dibanding kapas. Partikel timah akan lebih mengumpul sedangkan kapas lebih menyebar. Berat jenis dapat dihitung dari persamaan berikut:

 

Massa dari 1 cm3 besi adalah 7,8 g; karena itu berat jenis besi adalah 7,8g/cm3 atau 7,8 X 103kg/m3. Berat jenis berubah seiring perubahan temperatur. Contoh:

Ketika air didinginkan sampai suhu 4ºC, perjanjiannya adalah volumenya berkurang, dengan demikian hasil penambahan berat jenis. Tetapi jika air lebih didinginkan dibawah 4ºC, akan mulai mengembang sebagai contoh volume bertambah dan dengan alasan ini berat jenis berkurang.  Jadi, berat jenis air adalah maksimum pada 4ºC dan 1gm/cm3 atau 1000 kg/m3.

 

1.4.5        Berat Jenis Relatif atau Spesifik Gravity

Berat jenis relatif dari sebuah zat  adalah perbandingan berat jenis zat itu ke berat jenis zat standar. Ini ditunjukan dengan huruf s. Zat standar biasanya air (pada 4ºC) untuk zat cair dan padat, sedang gas biasanya udara.

Berat jenis zat (cair atau padat) = Berat jenis air 4ºC X Berat jenis relatif zat sebagai contoh (cair atau padat) = 1000 X s dan (gas) =1,29 x 5

Berat jenis relatif adalah mutlak perbandingan, tidak mempunyai satuan.

 

1.4.6        Kecepatan

Jarak yang ditempuh oleh sebuah benda dalam sebuah unit interval waktu dan dalam sebuah arah tertentu dinamakan kecepatan. Jika perpindahan benda sama dengan jarak dalam interval waktu sepanjang arah yang khusus, dikatakan bahawa benda bergerak dengan kecepatan tetap. Jika perpindahan benda tidak sama dengan jarak dalam arah lurus pada interval waktu yang sama atau jika benda bergerak dengan jarak yang sama dalam interval waktu yang sama tetapi ada perubahan arah, maka kecepatan benda dikatakan berubah ubah.

Kecepatan rata rata (v) =  

Satuan kecepatan dalam meter/detik (m/s) atau kilometer/jam (km/h)

 

1.4.7        Percepatan

Secara umum, benda tidak bergerak dengan kecepatan tetap. Kecepatan mungkin berubah dalam jarak atau arah atau kedua duanya. Sebagai contoh, sebuah mobil berubah kecepatananya ketika berjalan dijalanan yang sibuk. Ini menunjukan kepada kita tentang konsep  percepatan yang mungkin didefinisikan sebagai perubahan angka kecepatan dalam pergerakan benda. Percepatan dikatakan seragam ketika perubahan kecepatan yang sama terjadi dalam interval waktu yang sama pula, bagaimanapun kecil kemungkinan ini terjadi. Jika kecepatan bertambah, percepatannya positif. Jika kecepatannya berkurang, percepatannya negatif dan biasanya disebut penurunan kecepatan atau pelambatan.

Satuan percepatan adalah ft/dt2 atau m/dt2  

 

1.4.8        Percepatan terkait gaya gravitasi

Perepata dihasilkan dengan menjatuhkan sebuah benda secara bebas yang dipengaruhi gaya gravitasi bumi dinamakan percepatan yang dipengaruhi gaya gravitasi. Ini dinotasikan dengan huruf g. Jika benda jatuh kebawah percepatan akibat gravitasi dikatakan positif, ketika benda bergerak vertikal, percepatannya dikatakan negatif. Nilai rata rata percepatan gravitasi adalah 9,8 m/dt2 (sekitar 32 ft/dt2). Kemudian untuk benda jatuh bebas kecepatannya akan bertambah dari angka 9,8m/dt sebagai contoh detik pertama kecepatan 9,8m/d setelah 2 detik kecepatannya akan menjadi 9,8 x2 = 19,6 m/dt dan seterusnya. Aktualnya nilai ‘g’ beragam dari satu tempat ke tempat yang lain. Pada permukaan bumi ‘g’ maksimum di titik tengah dan minimum di ekuator.

 

1.4.9        Gaya

Sehubungan dengan hal berikut:

  • Mendorong pintu untuk membukanya.
  • Menarik troley
  • Menarik per dengan beban yang ada padanya.

Dalam contoh diatas, kita mempunyai gaya yang digunakan untuk mendorong, menarik atau menggeser. Besarnya gaya berbeda tiap kasus tergantung pada ukuran dan isi benda. Gaya dalam kasus diatas disebut gaya kontak sebab gaya langsung digunakan bersentuhan dengan  benda. Teanaga bukan perubahan posisi/tempat sebuah benda atau dimensinya. Besarnya sebuah gaya terkait pengaruh gravitasi pada sebuah obyek tergantung pada massa benda itu. Pada tempat tertentu, gaya gravitasi langsung secara proporsional mempengaruhi masa benda. Gaya yang dipengaruhi gravitasi pada massa 1 kg gaya disebut (1 kgf) atau diekspresikan dalam Newton (9,8 Newton).

Ini dapat diperoleh dari percobaan jika, sebuah gaya (F) bekerja pada sebuah massa benda (m), benda mengalami percepatan secara langsung karena gaya. Percepatan (a) proporsional terhadap gayadan terbalik terhadap massa.

F = ma

Hubungan ini juga disebut sebagai hukum gerakNewton kedua. Yang telah didiskusikan diatas  dalam sistem SI, satuan gaya adalah Newton yang disingkat N. Satu Newton didefinisikan  sebagai gaya yang bekerja pada sebuah bnda dengan masa 1 kg, menghasilkan percepatan 1 m/dt2

 

1.4.10    Berat

Berat merujuk pada gaya gravitasi yang diberiakan massa. Di bumi, berat adalah gaya gravitasi yang menarik bend. Jika m adalah massa benda, kemudian berat mempunyai hubungan.

Berat (W) = Massa benda (m) x percepatan gravitasi (g), sehingga

W = mxg

Satuan berat dalam SI adalah Newton (N). Selama g di bumi adalah 9,81 m/dt2, sebuah 1 kgf  berat benda 9,8 N di bumi.

1 kgf = 9,81 N

 

1.4.11    Berat Spesifik

Berat spesifik atau berat jenis sebuah zat cair didefinisikan sebagai perbandingan dari berata fluida terhadap volumenya. Ditulis dalam V. Kemudian berat per unit volume dari fluida disebut berat jenis.

                    =

Selama m/V adalah berat jenis persamaan dapat ditulis sebagai berikut

Sehingga berat jenis (W) = massa jenis ( ) x percepatan gravitasi (g)

Berat jenis air ditunjukan dengan = 1000 x 9,81 = 9810N/m3 ( dalam Satuan SI)

 

1.4.12    Usaha

Usaha didefinisikan sebagai gaya yang melalui jarak. Dengan kata lain, ketika sebuah benda bergerak dibawah pengaruh gaya, usaha dikatakan sedang dilakukan. Sebaliknya, jika disana tidak ada gerakan yang dilakukan benda, usahanya nol. Selanjutnya usaha dikatakan dilakukan hanya ketika gaya diaplikasikan ke benda untuk membuatnya bergerak contoh ada perubahan tempat dari benda). Jika anda mencoba mendorong batu besar tetapi anda tidak dapatmenggerakannya, maka kerja yang dilakukan adalah nol. Merujuk pada gambar 1.6 usaha dikatakan disempurnakan jika kita mengerakan 100 kg dengan jarak 2 m. Jumlah usaha diukur dalam Kg m.

 

Gambar 1.6 Prinsip usaha

Kerja yang dilakukan akan besar, jika gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan benda adalah besar  atau jika perpindahan benda membutuhkan gaya yang besar. Rumus matematika untuk menghitung kerja adalah

Usaha (W) = Gaya (F)xJarak perpindahan (s)

W = Fs

Sistem SI untuk kusaha adalah Newton meter yang juga direferensikan dalam Joule (J). Satu Joule adalah usaha yang dilakukan gaya 1N ketika benda dipindahkan 1 m dengan arah gaya.

 

1.4.13    Energi

Sebuah benda dikatakan memiliki energi ketika benda itu mampu melakukan kerja. Karena itu energi mungkin secara luas disebut kemampuan melakukan usaha. Dengan kata lain energi adalah kemampuan benda mengahasilkan akibat. Dalam hidrolik, metodenya energi diteruskan, diketahui sebagai tenaga zat cair. Penerusan tenaga dari penggerak mula atau sumber tenaga input ke bagian output atau silinder

Energi diklasifikasikan sebagai:

Energi yang disimpan : contohnya energi kimia di bahan bakar dan energi didalam air.

Energi dalam transisi   : contohnya menjadi panas dan kerja.

Berikut adalah berbagai macam energi.

Energi Potensial (PE)

Energi ini adalah energi yang disimpan dalam sistem terkait dengan letak gravitasi. Jika benda berat seperti batu besar diangkat dari tanah ke atap, energi yang dibutuhkan untuk mengangkat batu yang tersimpan didalamnya disebut energi potensial. Energi potensial ini tidak berubah sepanjang batu tetap dalam posisinya.

Energi potensial ditunjukan  dengan rumuh

PE = z x g

Dimana z adalah ketingian benda dari dasar.

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda ketika sedang bergerak. Jika benda engan berat 1 kg bergerak dengan kecepatan v m/dt, kemudian energi kinetik yang disimpan dalam benda ditunjukan sebagai berikut:

Energi ini akan tetap tersimpan di benda selama bergerak terus menerus dalam kecepatan konstan. Ketika kecepatan nol, energi kinetik juga nol.

Energi Internal

Molekul memiliki massa dan mempunyai gerakan translasi dan gerakan rotasi dalam keadaan cair maupun gas. Keduanya, massa dan gerakan molekul, mempunyai sejumlah energi kinetik didalamnnya. Perubahan temperatur menghasilkan perubahan energi kinetik molekul, selama kecepatan molekul adalah bagian fungsi temperatur. Tambah lagi, molekul dalam kondisi padat mengalami gaya saling tarik menarik antara satu sama lainnya yang cukup bessar. Gaya ini cenderung menghilang ketika satu molekul menjadi gas sempurna. Dalam proses seperti mencairnya benda padat atau menguapnya zat cair, ini membutuhkan gaya . Energi dibutuhkan untuk melakukan  perubahan di molekul sebagai energi potensial. Kumpulan energi ini disebut energi dalam dan disimpan di dalam benda tersebut. Merujuk energi sebagai energi dalam atau energi panas dinotasikan dengan simbol µ. Atau diekspresikan dengan British thermal unit (Btu) atau Joule (J).

 

1.4.14    Tenaga

Dasar untuk melakukan kerja disebut tenaga. Ini diukur sebagai jumlah yang dilakukan dalam 1 detik. Jika total kerja dalam waktu ‘t’ adalah W maka

Ini dapat ditulis

Tenaga = gaya x kecepatan rata rata

P = Fxv

Selama kerja yang dilakukan = gaya x jarak dan kecepatan = jarak/waktu.

Dari gambar 1.7 jika kita mengangkat 100kg, 2 m dan dalam 2 detik, kita menyelesaikan 100 unit tenaga atau dengan kata lain 100 kali 2 dibagi 2 detik. Ini biasanya dikonversikan ke kilowatt atau horsepower dengan maksud untuk mendapatkan maksud relatif untuk mengukur tenaga.

Gambar 1.7 Prinsip Tenaga

Satuan SI dari tenaga adalah J/detik atau W. Jika sejumlah kerja dilakukan 1 J dalam 1 detik, kemudian tenaga akan menjadi 1 W.

1 W = 1J/dt

Satuan unit tenaga yang lebih besar adalah (kW) dan Megawatt (MW).

1 kW =1000W

1MW = 106W

Dalam prakteknya satuan tenaga sering digunakan dalam teknik mesin adalah (hp).

 

Horsepower (Tenaga Kuda)

Horsepower adalah tenaga satu kuda, atau diukur dari nilai satu ekor kuda dapat bekerja. Ketika mesin memiliki 30 hp, itu sama bahwa mesin dapat bekerja sama dengan 30 ekor kuda. Satu kuda dikatakan dapat berjalan 50 m dalam satu menit, mengangkat 90 kgf berat.

Kerja yang dilakukan kuda = 90×50 = 4500 kgfm

Tenaga = Kerja yang dilakukan/waktu = 4500 kgfm/menit

1 hp = 4500/60 =75 kgfm/detik

1 hp = 746 W.

Kami maksudkan diawal bahwa energi diekspresikan dalam satuan yang lebih besar disebut kilowatt hour (kWh)

1 kWh = 1 kW x 1 h

= 1000J/sx60×60s

= 3,6 x 106J

1kWh = 3,6 x 106J

1Wh = 3,6 x 103J

 

1.4.15    Bulk Modulus

Tenaga tinggi yang diharapkan terhadap perbandingan berat dan kekakuannya dan perbandingan dengan sistem lain membuat sistem hidrolik merupakan sebuah pilihan yang tepat untuk penggunaan dengan tenaga yang tinggi. Kekakuan dari sistem hidrolik langsung terkait dengan sifat incompressibilitas oli. Bulk modulus ini diukur dari komressibilitas ini. Bulk modulus yang lebih tinggi, kemampuan kompressibilitasnya berkurang atau kekakuan fluida lebih tinggi.

Bulk modulus ditunjukan dengan rumus sebagai berikut:

  

Dimana

V         = volume awal.

      = perbedaan tekanan

     = perbedaan volume

 

1.4.16    Viskositas dan Indek Viskositas

Viskositas adalah  sifat terpenting yang mungkin dimiliki oleh fluida hidrolik. Ini diukur dengan kelembaman ketika fluida mengalir atau dengan kata lain mengukur hambatan aliran zat cair. Fluida yang pekat memiliki viskositas yang lebih tinggi pula dan oleh sebab itu bertambahlah hambatan aliran. Kekentalan  diukur dengan bilangan dimana fluida melawan deformasi. Kekentalan sebagai sifat fluida dipengaruhi oleh temperatur. Penambahan temperatur fluida hidrolik akan menyebabkan penurunan viskositasnya  atau hambatan untuk mengalir.

Kekentalan yang terlalu tinggi mengakibatkan:

  • Hambatan yang tinggi dalam mengalir menyebabkan kelembaman pada operasinya.
  • Menambah konsumsi tenaga akibat kehilangan gesekan.
  • Bertambahnya tekanan yang melalui katup dan jalur.
  • Bertambahnya kondisi suhu disebabkan gesekan.

Kekentalan yang terlalu rendah:

  • Bertambahnya kerugian akibat kebocoran melalui seal.
  • Banyaknya keausan pada bagian yang bergerak.

 

Viskositas dapat diklasifikasikan:

  • Viskositas absolute
  • Viskositas kinematik

Viskositas absolute juga diketahui sebagai koefisien kekentalan dinamik, kekentalan dinamik ini merupakan gaya tangensial pad sebuah satuan area, satu sama lain atau  dua permukaan paralel dengan sedikit jarak, ketika celah diisi dengan zat cair dan satu permukaan digerakan mendekati lainnya pada satuan kecepatan. Ini diukur dalam poise. Satuan paling umum yang digunakan adalah centipoise yang mana 1/100 poise.

Viskositas kinematik pada umumnya digunakan pada perhitungan hidrolik yang meliputi penggunaan viskositas kinematik dibanting viskositas absolute. Viskositas kinematik adalah sebuah pengukuran waktu yang dibutuhkan untuk sejumlah oli mengalir melalui tabung kapiler dibawah pengaruh gaya gravitasi. Ini juga dapat didefinisikan sebagai hasil bagi dari viskositas absolute dalam centipoise dibagi dengan masa jenis fluida. Viskositas kinematik secara matematik dapat ditunjukan dengan . Biasanya diukur dalam centistokes. Viskositas fluida diukur dengan menggunakan saybolt viskometer, dimana skematik yang representative ditunjukan dalam gambar 1.8.

Bagian ini terdiri dari ruang dalam yang berisi contoh oli yang akan ditest.Sebuah kompatement luar yang terpisah, yang ada disekitar ruang dalam, terdiri dari sejumlah oli yang temperaturnya dikontrol dengan thermostat dan sebuah pemanas. Sebuah orifice standar diletakan pada bagian tengah dasar ruang oli. Ketika oli mencapai temperatur yang diinginkan, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi 60cm3 penampungan dicatat melalui orifice meter. Waktu (t) diukur dalam detik, viskositas dalam saybolt universal second (SUS). Viskositas SUS untuk fluida yang pekat akan lebih tinggi dibanding untuk fluida yang encer, selama hal itu mengalir pelan.

Untuk mengkonversikan SUS ke dalam centistokes, digunakan persamaan empiris berikut:

V (centistokes) =

V (centistokes) = > 100SUS.

Dimana v menunjukan viskositas dalam centistokes dan waktu diukur dalam SUS atau detik yang sederhana.

 

Gambar 1.8 Saybolt Viskometer

 

Indek viskositas

Indek viskositas adalah sebuah angka empiris yang mengindikasikan nilai perubahan viskositas dari sebuah oli yang ditunjukan dalam kisaran suhu. Indek viskositas yang rendah  mengindikasikan perubahan yang lebih besar dalam viskositas dengan temperatur tertentudimana sebuah indek viskositas yang tinggi mengindikasikan perubahan yang lebih kecil dalam kekentalan dengan temperatur tertentu.

Indek viskositas dikalkulasi sebagai berikut:

Dimana

U adalah viskositas dalam SUS dari oli dimana indek viskositas dihitung pada suhu 37.8°C atau 100 °F.

L adalah viskositas oli dalam SUS dari indek viskositas 0 pada suhu 37.8 °C (100 °F).

H adalah viskositas oli dalam SUS dari indek viskositas 100 pada suhu 37.8 °C (100 °F).

 

1.4.17 Panas

Ini adalh sifat penting yang lain terkait fluida hidrolik.  Menurut hukum konversi energi, walaupun panas mengalami perubahan bentuk, panas ini tidak dapat dibuat maupun dihancurkan. Energi yang tidak digunakan dalam sistem hidrolik menjadi bentuk panas. Sebagai contoh jika fluida mengalir melalui sebuah relief valve dengan setingan tekanan standar yang diketahui, jumlah energi dirubah menjadi panas dan mudah dihitung.

 

1.4.18                            Torsi

Torsi juga diketahui sebagai gaya puntir diukur dalam kgm atau ftpound. Dalam ilustrasi yang ditunjukan dalam gambar 1.9, sebuah torsi 10kgm dihasilkan ketika gaya 10 kg dikenakan pada kunci pas dengan panjang 1 m. Temuan teori ini diaplikasikan pada motor hidrolik. Untuk memberikan tekanan, motor hidrolik dinilai pada angka torsi sepesifik. Torsi atau gaya puntir yang  dihasilkan oleh motor hidrolik  membangkitkan kerja. Spesifikasi motor hidrolik dalam hal rpm memberikan sebuah kapasitas torsi dari energi yang digunakan atau yang dibutuhkan.

 

 

 

 

Gambar 1.9 Prinsip Torsi

 

 

1.4.19 Pelumasan

Fluida hidrolik harus mempunyai sifat melumasi yang baik untuk mencegah keausan dan baret antara bagian yang saling bergesekan. Kontak antara permukaan metaldengan metal pada komponen hidrolik normalnya dicegah dengan kerja fluida yang mempunyai viskositas yang cukup dimana memberikan lapisan pelumas antara bagian yang bergerak (gambar 1.10). Ini ditunjukan dalam gambar 1.3

Gambar 1.10 Lapisan film mencegah metal dengan metal saling bersentuhan.

 

Gambar 1.10 Lapisan film mencegah kontak antara permukaan metal dengan metal.

Komponen hidrolik yang paling menderita akibat tidak cukupnya kemampuan melumasi adalah pompa, spool katup, ring dan rod bearing.

Keausan dan goresan adalah pengurangan permukaan material terkait dengan gesekan antara dua permukaan logam. Ini sudah ditentukan bahwa gaya gesek adalah proporsional terhadap gaya normal dimana gaya dua permukaan bersatu dan proporsionalnya tetap, diketahui sebagai koefisien gesek (CF).

 NOTE; GAMBAR TDK DIUPLOAD 

→ 1 CommentKategori: Uncategorized

WIDYAISWARA SUCCESS PRESENTATION(3)

November 14, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

APA CIRI WIDYAISWARA YANG BAIK

 

Ketrampilan mengajar didepan kelas dari widyaiswara adalah kemampuan hasil dari pengalaman, atau bisa diambil dari berbagai informasi yang sudah dialami oleh orang lain sehingga bisa untuk  mengembangkan kemampuan mengajar seorang widyaiswara. Seorang widyaiswara yang intelektualnya tinggi belum tentu mampu memberi pengajaran yang baik, karena itu selain intelektual juga dibutuhkan kemampuan dalam menyampaikan informasi secara tepat serta kemampuan dalam mengkomunikasikan sebuah gagasan. Dalam subbab – subbab berikutnya akan dibahas mengenai seorang widyaiswara yang baik yaitu yang menguasai hal hal berikut:

Menguasai landasan pendidikan

Landasan pendidikan berikut merupakan landasan bagi sesorang dalam memberikan pengajaran sehingga bisa mengembangkan kondisi yang optimal dalam penyampaian sebuah materi. Dengan menguasai landasan pendidikan maka transfer knowledge dan transfer expert akan dapat berjalan dengan baik.

Memahami peserta didik

Seorang widyaiswara yang sukses dalam menjalankan tugasnya harus menyesuaikan diri dengan kondisi peserta didiknya. Widyaiswara yang sukses lebih berminat kepada peserta didik daripada kepada materinya, ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Walter Raleigh. Widyaiswara diusahakan harus menguasai masalah profesional, akademik, kemampuan berfikir, gaya belajar dan perilaku sosial peserta didik. Dengan memahami peserta didik maka proses belajar mengajar akan berjalan secara efisien dan efektif dan memang hal inilah yang menjadi acuan tercapanya tujuan pembelajaran baik tujuan pembelajaran umum maupun tujuan pembelajaran khusus.

 

Memahami kurikulum

Widyaiswara yang memberikan pembelajaran harus memahami kurikulum diklat yang sedang berjalan, tidak asal menyampaikan materi, sudah selasai sudah gugurlah kewajibannya. Bukan …bukan seperti itu seorang widyaiswara, harus punya tanggung jawab moral terhadap peserta dengan materi yang disampaikannya. Kurikulum yang sudah disusun bersama harus dipahami sehingga materi tidak kemana mana dan tujuan dari diklat dapat tercapai.

 

Memahami pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas adalah usaha yang dilakukan oleh widyaiswara untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif  dalam rangka mencapai hasil belajar yang optimal. Semua komponen yang ada didalam kelas harus mempunyai fokus dan tujuan yang sama untuk menghasilkan belajaran yang optimal. Antara widyaiswara dan peserta diklat harus terjalin hubungan yang akrab sehingga suasana yang tercipta ketika proses pembelajaran akan terasa menyenangkan. Jika pembelajaran dilakukan dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan maka penyerapan materi oleh peserta akan terasa lebih mudah, suasana kelaspun akan lebih cair. Widyaiswara harus mampu membaca situasi dan kondisi peserta diklat, seorang widyaiswara harus tetap mengutamakan peserta atau kelas yang dikelolanya.  Peserta menjadi yang utama dalam hal ini, sehingga perhatian widyaiswara harus fokus kepada peserta, dengan demikian pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dalam suasana yang hangat tidak menegangkan.

 

Memahami manajemen pembelajaran

Peran penting yang dimiliki oleh  widyaiswara dalam mengelola kelas harus dijalankan sebaik baiknya. Di kelas ada peserta diklat yang harus dibina oleh widyaiswara untuk menerima dan menelaah secara bersama sama terhadap materi tertentu. Manajemen pembelajaran ini dilakukan untuk meminimalkan segala hambatan yang mungkin terjadi dalam proses pembelajaran sehingga tranfer pengetahuan dan transfer expert dapat berjalan optimal, widyaiswara harus bisa memfasilitasi keinginan peserta Sebagai mediator, widyaiswara harus mampu menggunakan berabagai media pembelajaran yang ada sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dan materi dapat diserap dengan mudah oleh  peserta.

 

Penguasaan Materi

Seorang yang melakukan presentasi didepan audience akan lebih percaya diri jika menguasai materi.

Seorang widyaiswara sebaiknya hanya mengambil materi yang dikuasainya saja. Jangan menjadi MSI…..menguasai segala ilmu, tidak dikuasai asal ada materi diampunya juga…pepatah bilang main sikat main embat…

Dengan mengampu materi yang benar benar dikuasai, maka proses penyampaian kepada audience akan lebih mudah.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

WIDYAISWARA SUCCES PRESENTATION(2)

November 14, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sukses dalam proses pembelajaran menjadi sangat penting, itulah yang menjadi tujuan widyaiswara ketika berada didepan kelas. Keberhasilan ini tidak akan terlepas dari berbagai elemen dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tranfer knowledge dan transfer expert harus dicapai secara efektif dan efisien. Keberhasilan ini tidak akan terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan didalam  kelas, yaitu diantaranya:


Peserta

Kondisi peserta harus disadari oleh seorang widyaiswara, karena mereka mempunyai motivasi yang berbeda beda tergantung tujuan masing masing, ada yang benar benar ingin belajar bahkan ada yang hanya untuk melepaskan diri dari rutinitas kerja, minat tidak jauh berbeda dengan motivasi, tiap peserta yang datang dari berbagai daerah mempunyai minat yang berbeda pula, dalam kediklatan peserta sudah dewasa sehingga tahu mana materi yang dibutuhkannya atau mana yang tidak dibutuhkan yang akan selalu dikaitkan dengan pengetahuan mana yang akan menunjang dalam kerjanya,  latar belakang pendidikan juga akan mempengaruhi kondisi peserta, karena itu seorang fasilitator haruslah mengetahui kondisi awal sebelum memberikan materi termasuk latar belakang pendidikan peserta sehingga proses pembelajran dapat berjalan dengan baik.

 

Widyaiswara

Kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik mutlak dibutuhkan, maksudnya bahwa seorang widyaiswara harus bisa menjadi komunikator dan komunikan yang baik, atau bisa menjadi pembicara dan pendengar yang baik. Kemampuan menguasai materi harus dimiliki oleh seorang widyaiswara, meskipun dalam proses pembelajaran selalu ada yang lebih baik atau lebih berpengalaman maka kemampuan seorang widyaiswara untuk saling memberikan sharing pengalaman sangatlah dibutuhkan, kesabaran widyaiswara sebagai fasilitator dalam menghadapi berbagai karakter dan pribadi yang berbeda beda dari peserta diklat juga sangat diperlukan sehingga pengelolaan kelas dapat berjalan dengan baik, kemampuan mengelola kelas harus dimilki oleh seorang widyaiswara sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

 

Lingkungan

Faktor lingkungan memegang peran yang sangat penting dikarenakan akan berpengaruh terhadap kenyamanan fisik, akibatnya membuat peserta merasa lebih menikmati dan jika sudah menikmati maka akan lebih fokus dan konsentrasi.

 

Seperti dalam kata kata bijak yang dikemukakan oleh Conficius dari Cina:

I hear I forget, I see I remember, I do I understand, maka seorang widyaiswara dalam menyampaikan presentasinya harus diingat bahwa jika peserta mempraktekan maka akan dimengerti oleh peserta.

Namun adapula anekdot yang mengatakan ‘sedikit belajar sedikit lupa, banyak belajar banyak yang lupa’.

 

TAMPILAN SLIDE PRESENTASI

 

Sudah sangat umum bahwa seorang widyaiswara dalam memberikan materinya melalui audio visual berupa power point atau slide. Peserta bisa fokus ke materi jika slide yang ditampilkan menarik bagi peserta, karenanya diperlukan ketrampilan widyaiswara untuk menampilkan berbagai bentuk slide yang menarik dan tidak menjemukan bagi peserta. Tampilan slide bisa di tambah dengan animasi maupun film yang relevan dengan materi yang disajikan. Pilihan warna yang sesuai dan enak dipandang. Jumlah kata kunci yang ada dalam sebuah slide tidak berlebihan yaitu sepuluh baris dalam satu slide sehingga ukuran huruf dari kata juga sesuai dengan standar, tidak terlalu kecil.

 

Slide merupakan alat bantu yang digunakan oleh widyaiswara, dosen, presenter atau orang lain yang melakukan presentasi baik itu materi kuliah, diklat, marketing atau materi seminar. Slide hanya memuat kata kata kunci, bukan copy paste dari sebuah makalah, maka harus dipilih kata kata kunci saja dan kewajiban  widyaswara, atau orang yang melakukan presentasi untuk mengembangkannya. Karena itu sangat terkait dengan  alinea sebelumnya bahwa seorang presenter atau widyaiswara harus menguasai materi yang dibawakannya. Banyak buku yang membahas cara pembuatan slide dengan program power point atau menggunakan flash media.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized

MAINTENANCE

November 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

MAINTENANCE DAN RELIABILITAS

 

2.1  Definisi

Maintenance dan reliabilitas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam manajemen operasional. Hal ini disebabkan semua fasilitas yang dimiliki harus dijaga agar dapat digunakan sehingga proses operasional tidak terganggu.

Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai pada suatu kondisi atau standar yang dapat diterima atau suatu aktivitas yang dibutuhkan untuk menjaga semua fasilitas produksi dalam kondisi siap pakai / operasi dan tetap dalam kondisi seperti semula.

Tujuan pemeliharaan adalah untuk menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga digunakan untuk mengendalikan biaya serta perbaikan dan pencegahan jika terjadi kerusakan.

Untuk kelancaran proses produksi, mutlak diperlukan perawatan yang baik terhadap mesin dan peralatan. Inilah sistem perawatan yang tepat. Perawatan mesin dan peralatan, sangat diperlukan untuk ikut menjamin kelancaran prosesproduksi.
Namun, sebelumnya harus diperhatikan soal tata letak dan urutan mesin / peralatan, yang harus sesuai dengan urutan proses. Juga, harus disesuaikan dengan tata ruang dan diatur sedemikian rupa, sehingga proses produksi efektif dan efisien. Tata letak ini juga harus memperhatikan arus keluar masuknya bahan dan produk.

Perawatan perlu dilakukan secara periodik, untuk mencegah terjadinya kerusakan fatal mendadak, yang bisa mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Perawatan juga berarti menyiapkan mesin/peralatan, pada kondisi puncak kerja dan memperpanjang umur ekonominya. Untuk menghemat biaya perawatan, perlu dicari sarana produksi yang vital. Artinya, jika sarana itu rusak dapat berakibat fatal bagi keseluruhan unit yang ada disuatu badan usaha.

Biasanya, jumlah sarana vital tersebut tidak banyak. Karena itu, hendaknya dilakukan perawatan yang lebih intensif, sehingga terhindar dari kerusakan yang fatal, proses produksi tetap berjalan dengan menggunakan sarana cadangan tersebut.

Ada baiknya pula memberikan latihan atau kursus untuk meningkatkan ketrampilan pekerja, agar lebih menguasai dalam menangani mesin/peralatan. Masalah keselamatan kerja juga harus mendapat perhatian serius. Pengaman tidak hanya diberikan pada mesin, tetapi juga terhadap penggunanya.

Perawatan peralatan, pada akhirnya, sangat erat terkait dengan pengendalian mutu. Pengendalian mutu ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan mutu, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan mutu yang terjadi. Berarti, pengendalian ini tugasnya adalah memeriksa apakah penyimpangan mutu yang telah terjadi dan kemudian melakukan tindakan perbaikan dan pengendalian.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan itu hendaknya pengendalian dilakukan terhadap tiap-tiap tahap proses. Dengan cara ini maka akan sempat dilakukan pembenahan di tengah jalan sehingga produk akhir terjamin mutunya.

Untuk keperluan pengendalian mutu ini ada beberapa unsur yang harus tersedia yaitu :

·         Petugas pengawas mutu yang terlatih

·         Alat standar untuk mengukur waktu

·         Tempat-tempat yang diawasi

·         Batas-batas penyimpangan yang dapat diterima

Reliabilitas merupakan probabilitas bahwa suatu bagian dari mesin atau produk akan berfungsi sebagaimana mestinya untuk waktu dan kondisi tertentu.

Dengan demikian maintenance dan reliabilitas adalah dua hal yang saling terkait dan  tidak dapat dipisahkan

Batas penyimpangan atau kondisi yang dapat diterima :

Mengacu pada standar yang telah ditentukan:

1. Pemeliharaan mesin pesawat terbang memerlukan standar yang lebih tinggi dibanding dengan mesin mesin pada bengkel.

2. Ketelitian ukuran, bagi mesin presisi penyimpangannya dalam ukuran mikron.

 

 

 

Menurut Teroteknologi

Kombinasi dari manajemen, keuangan, rekayasa dan kegiatan lain yang diterapkan bagi aspek fisik untuk mendapatkan biaya siklus hidup ekonomis.

Hal tersebut berkaitan dengan spesifikasi dan rancangan untuk keandalan serta pemeliharaan mesin mesin, peralatan, bangunan dan struktur, instalasi, pengujian, pemeliharaan, modifikasi dan penggantian dengan umpan balik informasi untuk rancangan, unjuk kerja dan biaya.

 

2.2. Tujuan

 

Adapun tujuan dari perawatan adalah:

  1. Memperpanjang umur kegunaan dari aset (bangunan, mesin dan fasilitas lain yang digunakan untuk berproduksi).
  2. Menjamin ketersedianan optimum peralatan yang terpasang untuk produksi atau jasa dan mendapatkan laba investasi (return of investmen) yang maksimum.
  3. Menjamin kesiapan operasi dari seluruh peralatan / mesin yang diperlukan setiap waktu, misalnya pengoperasian mesin mesin cadangan, dan mesin mesin pembantu lainnya.
  4. Menjamin keselamatan kerja dari orang yang menggunakan peralatan / mesin dan peralatan bantu lainnya.
  5. Menaikan produktivitas dengan melakukan berbagai modifikasi terhadap peralatan/mesin sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi.

 

Perawatan atau pemeliharaan mestinya harus:

  1. Dilaksanakan secara efisien artinya teknisi perawatan harus membuat perencanaan dan melaksanakannya sesuai dengan yang telah direncanakan.
  2. Dikelola secara baik artinya pengorganisasian pemeliharaan harus disusun secara baik untuk mendapatkan unjuk kerja yang baik.
  3. Terpisah dari unit produksi, artinya bagian maintenance / pemeliharaan harus terpisah dari unit produksi, sehingga jelas dekripsi dari tugas masing masing.
  4. Jelasnya deskripsi tugas masing masing teknisi bagian pemeliharaan.

 

2.3. Ruang Lingkup dan Fungsi Bagian Perawatan

Tugas dan tanggung jawab dari bagian akan bervariasi dengan ukuran dan jenis perusahaan, tetapi tujuan dari setiap bagian akan sama, yaitu bertujuan menjaga agar semua peralatan produksi tetap dapat bekerja secara normal.

Karena itu bagian perawatan adalah bagian pelayanan terhadap semua kegiatan yang berlangsung diindustri atau perusahaan atau unit tertentu, sehingga proses produksi atau semua kegiatan yang telah diprogramkan dapat berlangsung sesuai dengan rencana kerja. Untuk industri kecil, bagian perawatan mungkin hanya memiliki beberapa staff, sementara untuk industri besar mempunyai beberapa tenaga spesialis dan pekerjaan dikontrol secara komputerisasi.

Fungsi divisi perawatan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Fungsi utama, yang meliputi:

a.    Perawatan terhadap semua peralatan dan bangunan.

b.    Merehabilitasi dan mengubah peralatan yang ada dan bangunan yang ada

c.    Memasang instalasi peralatan baru.

d.    Melaksanakan penyediaan tenaga, panas, udara, dan air.

e.    Mengontrol pengeluaran untuk bagian perawatan.

 

2.    Fungsi kedua adalah:

Dikarenakan pengalamannya, kemampuan, dan tidak adanya bagian yang menangani pekerjaan tersebut, maka tugas tersebut diserahkan kepada bagian lain, yaitu antara lain:

a. Perlindungan terhadap instalasi perusahaan, seperti perlindungan terhadap bahaya kebakaran.

b. Kebersihan perusahaan

c.  Pergudangan

d. Penanganan limbah.

Kedua fungsi diatas adalah jenis jenis pekerjaan yang akan ditangani oleh bagian perawatan, tetapi bisa berubah sesuai dengan besar kecilnya dan kompleksitas dari perusahaan.

 

 

2.4. Kegiatan Pemeliharaan

Secara umum pemeliharaan dapat dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

  1. Kegiatan yang tidak direncanakan:

Kegiatan perbaikan yang dilakukan segera untuk mencegah terjadinya kerusakan yang fatal, misal kegiatan produksi menjadi terhenti jika tidak segera dilakukan atau perbaikan, atau akan terjadi kerusakan yang lebih besar atau dapat menyebabkan kecelakaan kerja.

  1. Kegiatan yang direncanakan, yaitu:

Kegiatan yang telah dijadwalkan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh industri pembuat mesin atau oleh petunjuk lainnya. Dengan demikian semua kegiatan telah dijadwalkan dan pelaksanaan telah ditetapkan.

Pada kegiatan yang direncanakan ini dapat dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

a.       Untuk pencegahan atau yang sering disebut dengan preventive maintenance, yaitu usaha yang dilakukan untuk menjaga atau mempertahankan sarana dan prasarana dalam kondisi tertentu melalui perlindungan dan pengawasan secara sistematis.

b.       Korektif yaitu kegiatan yang meliputi perbaikan ringan , perbaikan menengah sampai pada perbaikan besar besaran (overhoul), yang semua kegiatan tersebut dilakukan secara terjadwal, sesuai dengan petunjuk  dan kondisi pengoiperasian peralatan/mesin, korektif disini berarti suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan/kegagalan yang terjadi pada sarana dan prasarana  tersebut dapat berfungsi kembali.

 

        Organisasi Perawatan

 

Dalam operasionalnya atau pengendaliannya organisasi perawatan dapat dikelompokan menjadi 3 organisasi, yaitu:

1. Organisasi Perawatan Terpusat.

Semua teknisi perawatan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan pada seluruh daerah pabrik, dan laporan pekerjaan perawatan disampaikan pada seorang manajer perawatan.

Jenis organisasi ini biasanya diterapkan pada industri yang besar dimana  jumlah teknisi perawatan bisa bervariasi dari hanya 1 orang sampai ratusan orang seperti pada industri pengeboran minyak lepas pantai sampai industri penyulingannya.

Keuntungan dari organisasi terpusat adalah:

a.    Tersedia teknisi yang cukup untuk mengerjakan semua kegiatan perawatan.

b.    Sangat fleksibel dalam memberikan tugas pada teknisi yang mempunyai ketrampilan yang bervariasi.

c.    Penanganan keadaan darurat untuk pekerjaan perbaikan dan pemasangan mesin mesin baru dapat dilakukan dengan cepat.

d.    Jumlah teknisi pemeliharaan dapat rasional, artinya efisiensi kerja dapat ditata lebih baik

e.    Teknisi spesialis dapat optimum kerjanya

f.     Penggunaan peralatan khusus untuk perawatan dapat lebih efektif

g.    Masing masing individu  bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan perawatan

h.    Perhitungan kebutuhan biaya pemeliharaan dapat dilakukan secara terpusat

i.      Pengontrolan atau pengawasan dapat dilakukan lebih baik.

j.      Kebutuhan pelatihan dapat dikoordinasi dengan baik.

 

Kerugian organisasi terpusat:

a.    Jumlah tenaga pemeliharaan terpencar pencar pada seluruh plant, sehingga kurang tersupervisi.

b.    Kehilangan jam kerja karena dibutuhkan waktu untuk mencapai lokasi pekerjaan dan pengambilan peralatan.

c.    Koordinasi dan penjadwalan  para teknisi yang mempunyai berbagai tingkat keahlian untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi cukup sulit.

d.    Diperlukan pengontrolan administrasi yang lebih baik agar diperoleh unjuk kerja yang optimal.

e.    Karena dalam penyelesaian suatu pekerjaan kadang kadang dibutuhkan dua orang mekanik yang sama, sehingga peningkatan keahlian / profesionalisme kurang terlihat.

f.     Pengeluaran untuk investasi menjadi lebih besar karena diperlukan pengadaan peralatan transportasi guna menjangkau luasnya plant.

 

2. Organisasi Perawatan Berdasarkan Area

Jika organisasi pemeliharaan didasarkan pada area, maka teknisi pemeliharaan ditugaskan pada area yang khusus berada dalam plant. Seluruh laporan pemeliharaan disampaikan pada manager pemeliharaan. Pengelompokan area dapat dilakukan berdasarkan pada jenis produksi (jenis peralatan produksi), fungsi dan lainnya.

Keuntungan organisasi ini adalah:

a.    Teknisi perawatan dapat berakses langsung dengan teknisi produksi sehingga penjadwalan perawatan dapat disederhanakan.

b.    Waktu terbuang untuk perjalanan dan pengambilan peralatan dapat dikurangi / dipersingkat.

c.    Pemeliharaan dan perbaikan dapat dilakukan secara cepat oleh kelompok pemeliharaan karena ia sudah cukup mengenal dengan jenis peralatan dan sukucadang serta penyimpanannya. Dengan demikian proses penggantian komponen dapat dilakukan dengan cepat.

d.    Supervisi terhadap pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan dengan baik.

e.    Kesinambungan antar kelompok kerja dengan yang menggantikannya dapat lebih baik.

f.     Hubungan antara pekerja dan supervisor menjadi lebih akrab, sehingga pekerjaan pemeliharaan dapat berlangsung dengan baik , dan kegiatan penjadwalan dapat diatur dengan baik.

Kekurangan organisasi perawatan berdasarkan area:

  1.  
    1. Kecenderungan terjadi kelebihan teknisi pemeliharaan pada suatu tempat, sedangkan ditempat lain mungkin terjadi kekurangan teknisi.
    2. Perbaikan overhaul agak sulit dilakukan atau ditangani.
    3. Terjadi banyak masalah pada pengaturan jam kerja , pemindah personal, sehingga diperlukan aturan yang jelas dan dipahami oleh semua teknisi.
    4. Sulit untuk menetapkan peralatan peralatan khusus untuk pemeliharaan.
    5. Terlalu banyak duplikasi peralatan
    6. Banyak memerlukan pembantu teknisi, jika ruang lingkup kerjanya luas.
    7. Sulit untuk menempatkan para spesialis.

 

 

 

3. Organisasi Pemeliharaan Departemental

Pada system organisasi ini para teknisi ditempatkan  pada suatu unit kerja yang tetap  dan melaporkan kegiatannya pada supervisor produksi.

Keuntungan:

Keuntungan system organisasi ini adalah sama dengan keuntungan pada system organisasi berdasarkan area.

Perbedaannya hanya pada proses pelaporan pekerjaannya dimana pada organisasi ini, pelaporan kegiatan pemeliharaan disampaikan pada supervisor bagian produksi.

Kerugiannya:

a.    Supervisor produksi tidak mempunyai kualifikasi langsung terhadap pekerjaan perawatan, sehingga tidak memahami laporan pekerjaan perawatan.

b.    Supervisor produksi tidak dapat memberikan bantuan teknik kepada mekanik bagian perawatan.

c.    Supervisor produksi mungkin akan mengacuhkan jadwal atau masalah pemeliharaan atau perawatan.

d.    Sulit untuk mengontrol biaya pemeliharaan dan menetapkan besarnya biaya pemeliharaan.

e.    Persoalan tenaga kerja menjadi runit, sehingga perlu aturan yang jelas.

 

 

2.6  Analisa Kerusakan

Pada beberapa tahun lalu terminology tentang analisa kegagalan / kerusakan selalu diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan aktivitas analisa kegagalan yang disebabkan oleh perpatahan mekanik  dan kerusakan akibat korosi. Analisa kegagalan disini tidak hanya ditinjau dari segi metalurgi. Analisa kegagalan disini adalah untuk dapat menentukan metoda kegagalan dari komponen permesinan dan kemungkinan penyebab utamanya.

 

Sangat sering kegagalan suatu mesin merupakan rantai sebab dan akibat. Akhir dari rantai tersebut biasanya berupa penurunan performance ( unjuk kerja) yang umumnya mengacu pada gejala, permasalahan atau permasalahan yang sederhana. Troubleshooting merupakan pekerjaan yang berusaha untuk menelusuri rantai sebab dan akibat dan seterusnya  melakukan perbaikan setelah ditemukan penyebab terjadinya kerusakan  dan menghilangkan terjadinya kegagalan. Untuk kepentingan pelaksanaannya, aktivitas  seluruh kegiatan analisa kegagalan  dan troubleshooting sering menggabungkan satu dengan lainnya.

Ketidak normalan fungsi dari suatu komponen mesin akan menyebabkan kerusakan mesin secara keseluruhan. Untuk itu seorang investigator harus benar benar mengetahui system  yang berkaitan dengan fungsi dari masing masing komponen. Atau setidaknya investigator harus mengenal dengan baik hubungan antar komponen, cara mengoperasikan mesin , sifat dan karakteristik dari komponen / mesin.

Tujuan dari analisa kegagalan / kerusakan mesin dan troubleshooting adalah:

1.    Mencegah terjadinya kerusakan dimasa mendatang.

2.    Adanya jaminan keselamatan, kepercayaan dan sifat mampu rawat dari mesin sebagaimana dapat digambarkan sebagai suatu siklus yang meliputi:

a.    Proses perencanaan  dan spesifikasinya.

b.    Perencanaan asli peralatan / mesin dan proses pembuatannya.

c.    Pengapalan dan penyimpanan.

d.    Installasi dan komisioning

e.    Pengoperasian dan perawatan.

f.     Penggantian.

 

Dari hal tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa analisa kegagalan dan trouble shooting  adalah proses yang sangat penting untuk mencapai objective yang telah ditentukan oleh perusahaan yang mengoperasikan mesin.

 

Penyebab kegagalan dan kerusakan mesin dapat didefinisikan  atau ditetapkan sebagai setiap terjadi penyimpangan dalam komponen mesin yang dapat menyebabkan mesin tersebut tidak mampu mencapai unjuk kerjanya. Secara umum penyebab tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a.    Penyimpangan rancangan.

b.    Cacat pada bahan.

c.    Proses dan pembentukan yang tidak sempurna.

d.    Kesalahan dalam assembling.

e.    Kurang perhatian pada kondisi pengopersian.

f.     Perawatan yang tidak memadai.

g.    Ketidak sempurnaan dalam pengopersaian.

 

Tabel klasifikasi metoda kegagalan permesinan.

No

Jenis Kerusakan

Contoh kerusakan

1

Perubahan bentuk

1.    Plastic deformation

2.    Elastic deformation

2

Perpatahan

1.    Retak

2.    Fatik

3.    Perpatahan

4.    Pitting (korosi sumuran)

3

Perubahan permukaan (surface change)

1.    Hairline crack

2.    Cavitation

3.    Keausan

4

Perubahan bahan

1.    Kontaminasi

2.    Korosi

3.    Keausan

5

Displacement (salah penempatan)

1.    Loosening (terlalu longgar)

2.    Seizure

3.    Excessive Clearance (Kelonggaran yang berlebihan)

6

Kebocoran

 

7

Kontaminasi

 

 

Kita jangan sampai kebingungan antara model kerusakan dan penyebab kerusakan. Keduanya mempunyai arti yang berbeda, dimana model kerusakan adalah akibat, sedangkan penyebab merupakan hal yang dapat terjadinya kerusakan. Model kerusakan juga bisa dihasilkan dari sebab dan akibat  yang terjadi pada periode yang lama dimulai dengan adanya gejala, timbulny masalah dari suatu komponen mesin dan selanjutnya mesin secara keseluruhan mengalami kerusakan.

Mekanisme kerusakan biasanya menjelaskan tentang aspek metalurgi, kimia dan tribological proses yang mengarahkan terjadinya bentuk kerusakan. Sebagai contoh mekanisme kerusakan yang menjelaskan rantai hubungan sebab akibat pada kerusakan keausan freeting  dalam assembling roller bearing, kavitasi pada impeller pompa, dan initial pitting pada permukaan gigi roda gigi. Dasar utama yang menjadikan penyebab adalah gaya, waktu, temperature dan lingkungan yang reaktif.

 

  

 CORRECTIVE MAINTENANCE

 

Perawatan perbaikan ini bertanggung jawab atau berkonsentrasi pada pekerjaan perbaikan, baik pada perusahaan yang terorganisasi dengan baik dan telah dilakukan program perawatan yang baik, tetapi kerusakan tetap terjadi.

3.1 Alasan Mengapa Kerusakan Tetap Terjadi.

a.    Kelelahan logam komponen mesin, dimana hampir tidak mungkin untuk bisa dideteksi dan sangat sulit untuk dicegah.

b.    Kelelahan dari operator, bisa disebabkan ketidak hati hatian, kurangnya pengalaman atau kesalahan pengoperasian mesin atau tidak dimengertinya instruksi yang diberikan.

c.    Alasan kecelakaan, diakibatkan kerusakan pada sumber tenaga atau jatuhnya peralatan mesin  dan penyebab kecelakaan lain.

Untuk bisa dilakukan perbaikan yang efektif dan efisien maka bagian perawatan harus mengorganisir prosedur perbaikan, sehingga dapat dilakukan pekerjaan perbaikan yang cepat, karena mesin yang mengalami kerusakan akan berakibat menurunnya keuntungan. Pengorganisasian dan pengontrolan perawatan sangat tergantung pada ukuran  perusahaan dan rumitnya peralatan dan mesin.

Pada industri yang besar ada bagian khusus yang akan mengorganisir teknisi ahli perbaikan yang terlatih dengan baik yang mampu memperbaiki semua jenis mesin yang ada.

Ada empat factor yang harus diperhatikan dalam perbaikan:

  1.  
    1. Adanya personil yang professional
    2. Peralatan (perkakas potong, pembuka roda gigi, dll) tersedia komplit.
    3. Tersedianya suku cadang  yang diperlukan.
    4. Organisasi dan para pekerja administrasi.

 

3.2. Aturan Umum Pekerjaan Perawatan

Sebelum memulai pekerjaan perbaikan, pertimbangkan secara benar / tepat apa yang akan dikerjakan. Lihat  diagram atau gambar detail mesin dan tentukan seberapa banyak dan bagaimana cara melakukan pembongkaran mesin. Jangan membongkar mesin melebihi yang diperlukan. Jika anda kurang yakin cara melakukan pembongkaran sebaiknya anda menanyakan pada teknisi atau supervisor.

Aturan tersebut antara lain:

a.    Tidak menggunakan gaya yang berlebihan dalam melakukan pembongkaran mesin.

b.    Jaga kebersihan komponen mesin.

c.    Jaga kebersihan lingkungan atau area kerja.

d.    Jaga kualitas pekerjaan tetap tinggi.

e.    Temukan penyebab kerusakan.

f.     Dapatkan rancangan mesin  dan fungsi serta kondisi masing masing komponen mesin.

g.    Perhatikan prosedur keselamatan kerja.

h.    Lakukan hubungan yang baik dengan supervisor.

i.      Sebelum pekerjaan mesin dianggap selesai pastikan dilakukan running test.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized