HARUSKAH WIDYAISWARA


banyak masyarakat umum yang tidak mengetahui siapa dan apa itu widyaiswara. Dalam kamus besar bahasa indonesia edisi ketiga terbitan Balai Pustaka 2003 disebutkan bahwa widyaiswara adalah guru; jabatan fungsional yang diberikan kepada pegawai negeri sipil dengan tugas mendidik, mengajar dan /atau melatih  secara penuh pada unit pendidikan dan latihan dari instansi pemerintah.

Seorang widyaiswara yang mempunyai tugas dikjartih, maka harus mempunyai kemampuan dalam melakukan komunikasi yang efektif dalam transfer expert dan transfer knowledge, sehingga apa yang diberikan kepada peserta diklat dapat optimal dan efektif.

Widyaiswara berdiri didepan kelas bukan menjadi orang yang paling pinter karena dalam hal ini peserta sangat beragam yang datang dari berbagai back ground yang berbeda beda. Kelas yang dihadapi tidaklah sama dengan dosen yang berhadapan dengan mahasiswa atau guru dengan murid yang menggunakan metode paedagogy. Karena itu widyaiswara berdiri didepan kelas sebagai fasilitator yang mengarahkan supaya peserta atau audience mempelajari materi diklat lebih terarah dan efektif.

(dilanjut  ‘sukses dalam kelas’)

5 responses to “HARUSKAH WIDYAISWARA

  1. Ya…..Widyaiswara memang pendidikan orang dewasa / Adragogi, yang penting saat tampil di depan peserta diklat… jangan “anda grogi” banyak cara untuk menyiasati supaya tidak grogi, kuasai materi, dan buat penampilan yang memukau……..

  2. thks sdh mampir mba loetfia, semoga makin sukses

  3. WI memang sebagai fasilitator dan tidak mengajari tetapi hanya memberikan petunjuk atau mengarahkan ajah. Selanjutnya terserah peserta didik.
    Nah.. bila anda grogi pasti tidak lulus saat uji cawid.
    LamNal

  4. Widyaiswaya si Pembawa Kebenaran
    Dalam ensiklopedia, widyaiswara mempunyai arti pembawa kebenaran, hakekatnya sama dengan guru dan dosen, tetapi metode pembelajaran dan peserta didiknya yang berbeda. Jika guru dan dosen menerapkan metode pembelajaran pedagogi, maka widyaiswara menerapkan metode pembelajaran Adragogi. Pilosofinya sama, yang berbeda adalah tunjangan fungsionalnya.
    Jangan takut menjadi widyaiswara, asal pelan-pelan mempersiapkan mental, karena peserta didiknya berkumis, berjenggot, dan terkadang usianya jauh lebih tua dari widyaiswara pengajarnya. Tetapi dengan kemantapan penguasaan materi dan menerapkan strategi pembelajaran yang taktis, niscaya masa minder Anda akan terlewati. Jangan minta mengajar dengan pesertanya jauh lebih tinggi pangkat/golongan, usia, pendidikan, pengalaman dari Anda, tetapi mulailah bertahap dari bawah agar mental Anda terbina.
    Selamat buat Anda yang menjadikan widyaiswara pilihan profesi karier masa depan.
    Jajang Sumarna
    Widyaiswara Madya
    Balai Diklat Aparatur Sukamandi, DKP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s