Ketika Media Menginspirasi Tindak Kejahatan akan saya sedikit rubah..KETIKA MEDIA MENGINSPIRASI POLA HIDUP MASYARAKAT.


Sesaat mata saya tertuju pada artikel di harian kompas… entah judul yang saya tulis benar atau salah dan belum sempat saya baca artikel tersebut, namun otak saya yang kadang berfikir ala kadarnya ini membayangkan tayangan tayangan di televisi yang begitu manis mengemasnya.

Tayangan tanyangan yang muncul ditelevisi memang baik buruk akan berpengaruh terhadap perilaku kehidupan masyarakat. Anak saya yang baru berumur 4 tahun pun sudah meniru gaya sinetron  sampai sampai kalau ngomong pakai bahasa ‘akyu – akyu… (yang maksudnya aku..). Begitu besar tayangan televisi menginpirasi masyarakat.  Tayangan tayangan atau berita kriminal dikemas secara runtut sehingga mata yang menonton akan mengikutinya sampai tuntas..

Berita berita infotainment yang dimunculkan seakan menjadi ajang pengiklanan para artis itu.. tak terkecuali para religi maupun tokoh politik. Berita berita infotainment ini sering mengundang canda diantara kawan kawan saya ketika menonton ada berita pernikahan yang habis sekian ratus juta atau sekian milyar yang terkesan begitu mesra di layar televisi namun kita sering bertanya… “berapa lama mereka akan bertahan dengan pernikahannya? Satu tahun, tiga tahun? Yang sudah pasti pemikiran kita hanya berfikir mereka pasti akan cerai… hik hik hik entah kapan.

Iklan iklan kuis atau apapun dengan dalih apapun ketik reg spasi bla blabla.. kirim ke 9….. begitu banyak bertebaran di layar televisi dan mewabah disemua stasiun dengan pertanyaan pertanyaan konyol dengan menjual kemolekan sensualitas host nya… menurut saya pembodohan masyarakat yang nyata…

Iklan para normal yang gencar mengiklankan supaya kita berkirim ramalan nasib.. ahhh apa lagi para normal punya embel embel seabrek gelar… drs…st …msc… mba … atau berlabel Ki….semuanya menjurus ke kemusyrikan.. lagi lagi pembodohan masyarakat versi saya.

Muncul lagi tayangan sinetron yang menggambarkan kehidupan cerita legenda yang tidak sreg.. dikemas dengan kondisi modern yang bisa berantem sampai terbang,.. berubah menjadi binatang… yang pemainnya pun tak ada satupun yang saya tahu namanya.. ibu sama anak sama mudanya.. lebih kacau…

Saya setuju sekali supaya KPI lebih berperan akif untuk mengawasi tayangan tayangan di televisi yang akan merusak mental dan hanya membuat mimpi dan hayalan bagi masyarakat…

Namun semua kembali kepada kita yang menyikapinya dengan pemikiran jernih.. namun menjadi masalah mampukah masyarakat banyak yang terdiri dari berbagai tingkat pemahaman akan mampu mencerna dan mengambil nilai positif dari tayangan televisi tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s