MAINTENANCE


MAINTENANCE DAN RELIABILITAS

 

2.1  Definisi

Maintenance dan reliabilitas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam manajemen operasional. Hal ini disebabkan semua fasilitas yang dimiliki harus dijaga agar dapat digunakan sehingga proses operasional tidak terganggu.

Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang atau memperbaikinya sampai pada suatu kondisi atau standar yang dapat diterima atau suatu aktivitas yang dibutuhkan untuk menjaga semua fasilitas produksi dalam kondisi siap pakai / operasi dan tetap dalam kondisi seperti semula.

Tujuan pemeliharaan adalah untuk menjaga agar system yang ada dapat berjalan sebagaimana mestinya dan juga digunakan untuk mengendalikan biaya serta perbaikan dan pencegahan jika terjadi kerusakan.

Untuk kelancaran proses produksi, mutlak diperlukan perawatan yang baik terhadap mesin dan peralatan. Inilah sistem perawatan yang tepat. Perawatan mesin dan peralatan, sangat diperlukan untuk ikut menjamin kelancaran prosesproduksi.
Namun, sebelumnya harus diperhatikan soal tata letak dan urutan mesin / peralatan, yang harus sesuai dengan urutan proses. Juga, harus disesuaikan dengan tata ruang dan diatur sedemikian rupa, sehingga proses produksi efektif dan efisien. Tata letak ini juga harus memperhatikan arus keluar masuknya bahan dan produk.

Perawatan perlu dilakukan secara periodik, untuk mencegah terjadinya kerusakan fatal mendadak, yang bisa mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Perawatan juga berarti menyiapkan mesin/peralatan, pada kondisi puncak kerja dan memperpanjang umur ekonominya. Untuk menghemat biaya perawatan, perlu dicari sarana produksi yang vital. Artinya, jika sarana itu rusak dapat berakibat fatal bagi keseluruhan unit yang ada disuatu badan usaha.

Biasanya, jumlah sarana vital tersebut tidak banyak. Karena itu, hendaknya dilakukan perawatan yang lebih intensif, sehingga terhindar dari kerusakan yang fatal, proses produksi tetap berjalan dengan menggunakan sarana cadangan tersebut.

Ada baiknya pula memberikan latihan atau kursus untuk meningkatkan ketrampilan pekerja, agar lebih menguasai dalam menangani mesin/peralatan. Masalah keselamatan kerja juga harus mendapat perhatian serius. Pengaman tidak hanya diberikan pada mesin, tetapi juga terhadap penggunanya.

Perawatan peralatan, pada akhirnya, sangat erat terkait dengan pengendalian mutu. Pengendalian mutu ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan mutu, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan mutu yang terjadi. Berarti, pengendalian ini tugasnya adalah memeriksa apakah penyimpangan mutu yang telah terjadi dan kemudian melakukan tindakan perbaikan dan pengendalian.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan itu hendaknya pengendalian dilakukan terhadap tiap-tiap tahap proses. Dengan cara ini maka akan sempat dilakukan pembenahan di tengah jalan sehingga produk akhir terjamin mutunya.

Untuk keperluan pengendalian mutu ini ada beberapa unsur yang harus tersedia yaitu :

·         Petugas pengawas mutu yang terlatih

·         Alat standar untuk mengukur waktu

·         Tempat-tempat yang diawasi

·         Batas-batas penyimpangan yang dapat diterima

Reliabilitas merupakan probabilitas bahwa suatu bagian dari mesin atau produk akan berfungsi sebagaimana mestinya untuk waktu dan kondisi tertentu.

Dengan demikian maintenance dan reliabilitas adalah dua hal yang saling terkait dan  tidak dapat dipisahkan

Batas penyimpangan atau kondisi yang dapat diterima :

Mengacu pada standar yang telah ditentukan:

1. Pemeliharaan mesin pesawat terbang memerlukan standar yang lebih tinggi dibanding dengan mesin mesin pada bengkel.

2. Ketelitian ukuran, bagi mesin presisi penyimpangannya dalam ukuran mikron.

 

 

 

Menurut Teroteknologi

Kombinasi dari manajemen, keuangan, rekayasa dan kegiatan lain yang diterapkan bagi aspek fisik untuk mendapatkan biaya siklus hidup ekonomis.

Hal tersebut berkaitan dengan spesifikasi dan rancangan untuk keandalan serta pemeliharaan mesin mesin, peralatan, bangunan dan struktur, instalasi, pengujian, pemeliharaan, modifikasi dan penggantian dengan umpan balik informasi untuk rancangan, unjuk kerja dan biaya.

 

2.2. Tujuan

 

Adapun tujuan dari perawatan adalah:

  1. Memperpanjang umur kegunaan dari aset (bangunan, mesin dan fasilitas lain yang digunakan untuk berproduksi).
  2. Menjamin ketersedianan optimum peralatan yang terpasang untuk produksi atau jasa dan mendapatkan laba investasi (return of investmen) yang maksimum.
  3. Menjamin kesiapan operasi dari seluruh peralatan / mesin yang diperlukan setiap waktu, misalnya pengoperasian mesin mesin cadangan, dan mesin mesin pembantu lainnya.
  4. Menjamin keselamatan kerja dari orang yang menggunakan peralatan / mesin dan peralatan bantu lainnya.
  5. Menaikan produktivitas dengan melakukan berbagai modifikasi terhadap peralatan/mesin sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi.

 

Perawatan atau pemeliharaan mestinya harus:

  1. Dilaksanakan secara efisien artinya teknisi perawatan harus membuat perencanaan dan melaksanakannya sesuai dengan yang telah direncanakan.
  2. Dikelola secara baik artinya pengorganisasian pemeliharaan harus disusun secara baik untuk mendapatkan unjuk kerja yang baik.
  3. Terpisah dari unit produksi, artinya bagian maintenance / pemeliharaan harus terpisah dari unit produksi, sehingga jelas dekripsi dari tugas masing masing.
  4. Jelasnya deskripsi tugas masing masing teknisi bagian pemeliharaan.

 

2.3. Ruang Lingkup dan Fungsi Bagian Perawatan

Tugas dan tanggung jawab dari bagian akan bervariasi dengan ukuran dan jenis perusahaan, tetapi tujuan dari setiap bagian akan sama, yaitu bertujuan menjaga agar semua peralatan produksi tetap dapat bekerja secara normal.

Karena itu bagian perawatan adalah bagian pelayanan terhadap semua kegiatan yang berlangsung diindustri atau perusahaan atau unit tertentu, sehingga proses produksi atau semua kegiatan yang telah diprogramkan dapat berlangsung sesuai dengan rencana kerja. Untuk industri kecil, bagian perawatan mungkin hanya memiliki beberapa staff, sementara untuk industri besar mempunyai beberapa tenaga spesialis dan pekerjaan dikontrol secara komputerisasi.

Fungsi divisi perawatan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Fungsi utama, yang meliputi:

a.    Perawatan terhadap semua peralatan dan bangunan.

b.    Merehabilitasi dan mengubah peralatan yang ada dan bangunan yang ada

c.    Memasang instalasi peralatan baru.

d.    Melaksanakan penyediaan tenaga, panas, udara, dan air.

e.    Mengontrol pengeluaran untuk bagian perawatan.

 

2.    Fungsi kedua adalah:

Dikarenakan pengalamannya, kemampuan, dan tidak adanya bagian yang menangani pekerjaan tersebut, maka tugas tersebut diserahkan kepada bagian lain, yaitu antara lain:

a. Perlindungan terhadap instalasi perusahaan, seperti perlindungan terhadap bahaya kebakaran.

b. Kebersihan perusahaan

c.  Pergudangan

d. Penanganan limbah.

Kedua fungsi diatas adalah jenis jenis pekerjaan yang akan ditangani oleh bagian perawatan, tetapi bisa berubah sesuai dengan besar kecilnya dan kompleksitas dari perusahaan.

 

 

2.4. Kegiatan Pemeliharaan

Secara umum pemeliharaan dapat dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

  1. Kegiatan yang tidak direncanakan:

Kegiatan perbaikan yang dilakukan segera untuk mencegah terjadinya kerusakan yang fatal, misal kegiatan produksi menjadi terhenti jika tidak segera dilakukan atau perbaikan, atau akan terjadi kerusakan yang lebih besar atau dapat menyebabkan kecelakaan kerja.

  1. Kegiatan yang direncanakan, yaitu:

Kegiatan yang telah dijadwalkan sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh industri pembuat mesin atau oleh petunjuk lainnya. Dengan demikian semua kegiatan telah dijadwalkan dan pelaksanaan telah ditetapkan.

Pada kegiatan yang direncanakan ini dapat dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu:

a.       Untuk pencegahan atau yang sering disebut dengan preventive maintenance, yaitu usaha yang dilakukan untuk menjaga atau mempertahankan sarana dan prasarana dalam kondisi tertentu melalui perlindungan dan pengawasan secara sistematis.

b.       Korektif yaitu kegiatan yang meliputi perbaikan ringan , perbaikan menengah sampai pada perbaikan besar besaran (overhoul), yang semua kegiatan tersebut dilakukan secara terjadwal, sesuai dengan petunjuk  dan kondisi pengoiperasian peralatan/mesin, korektif disini berarti suatu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan/kegagalan yang terjadi pada sarana dan prasarana  tersebut dapat berfungsi kembali.

 

        Organisasi Perawatan

 

Dalam operasionalnya atau pengendaliannya organisasi perawatan dapat dikelompokan menjadi 3 organisasi, yaitu:

1. Organisasi Perawatan Terpusat.

Semua teknisi perawatan ditugaskan untuk melaksanakan pekerjaan pada seluruh daerah pabrik, dan laporan pekerjaan perawatan disampaikan pada seorang manajer perawatan.

Jenis organisasi ini biasanya diterapkan pada industri yang besar dimana  jumlah teknisi perawatan bisa bervariasi dari hanya 1 orang sampai ratusan orang seperti pada industri pengeboran minyak lepas pantai sampai industri penyulingannya.

Keuntungan dari organisasi terpusat adalah:

a.    Tersedia teknisi yang cukup untuk mengerjakan semua kegiatan perawatan.

b.    Sangat fleksibel dalam memberikan tugas pada teknisi yang mempunyai ketrampilan yang bervariasi.

c.    Penanganan keadaan darurat untuk pekerjaan perbaikan dan pemasangan mesin mesin baru dapat dilakukan dengan cepat.

d.    Jumlah teknisi pemeliharaan dapat rasional, artinya efisiensi kerja dapat ditata lebih baik

e.    Teknisi spesialis dapat optimum kerjanya

f.     Penggunaan peralatan khusus untuk perawatan dapat lebih efektif

g.    Masing masing individu  bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan perawatan

h.    Perhitungan kebutuhan biaya pemeliharaan dapat dilakukan secara terpusat

i.      Pengontrolan atau pengawasan dapat dilakukan lebih baik.

j.      Kebutuhan pelatihan dapat dikoordinasi dengan baik.

 

Kerugian organisasi terpusat:

a.    Jumlah tenaga pemeliharaan terpencar pencar pada seluruh plant, sehingga kurang tersupervisi.

b.    Kehilangan jam kerja karena dibutuhkan waktu untuk mencapai lokasi pekerjaan dan pengambilan peralatan.

c.    Koordinasi dan penjadwalan  para teknisi yang mempunyai berbagai tingkat keahlian untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi cukup sulit.

d.    Diperlukan pengontrolan administrasi yang lebih baik agar diperoleh unjuk kerja yang optimal.

e.    Karena dalam penyelesaian suatu pekerjaan kadang kadang dibutuhkan dua orang mekanik yang sama, sehingga peningkatan keahlian / profesionalisme kurang terlihat.

f.     Pengeluaran untuk investasi menjadi lebih besar karena diperlukan pengadaan peralatan transportasi guna menjangkau luasnya plant.

 

2. Organisasi Perawatan Berdasarkan Area

Jika organisasi pemeliharaan didasarkan pada area, maka teknisi pemeliharaan ditugaskan pada area yang khusus berada dalam plant. Seluruh laporan pemeliharaan disampaikan pada manager pemeliharaan. Pengelompokan area dapat dilakukan berdasarkan pada jenis produksi (jenis peralatan produksi), fungsi dan lainnya.

Keuntungan organisasi ini adalah:

a.    Teknisi perawatan dapat berakses langsung dengan teknisi produksi sehingga penjadwalan perawatan dapat disederhanakan.

b.    Waktu terbuang untuk perjalanan dan pengambilan peralatan dapat dikurangi / dipersingkat.

c.    Pemeliharaan dan perbaikan dapat dilakukan secara cepat oleh kelompok pemeliharaan karena ia sudah cukup mengenal dengan jenis peralatan dan sukucadang serta penyimpanannya. Dengan demikian proses penggantian komponen dapat dilakukan dengan cepat.

d.    Supervisi terhadap pekerjaan pemeliharaan dapat dilakukan dengan baik.

e.    Kesinambungan antar kelompok kerja dengan yang menggantikannya dapat lebih baik.

f.     Hubungan antara pekerja dan supervisor menjadi lebih akrab, sehingga pekerjaan pemeliharaan dapat berlangsung dengan baik , dan kegiatan penjadwalan dapat diatur dengan baik.

Kekurangan organisasi perawatan berdasarkan area:

  1.  
    1. Kecenderungan terjadi kelebihan teknisi pemeliharaan pada suatu tempat, sedangkan ditempat lain mungkin terjadi kekurangan teknisi.
    2. Perbaikan overhaul agak sulit dilakukan atau ditangani.
    3. Terjadi banyak masalah pada pengaturan jam kerja , pemindah personal, sehingga diperlukan aturan yang jelas dan dipahami oleh semua teknisi.
    4. Sulit untuk menetapkan peralatan peralatan khusus untuk pemeliharaan.
    5. Terlalu banyak duplikasi peralatan
    6. Banyak memerlukan pembantu teknisi, jika ruang lingkup kerjanya luas.
    7. Sulit untuk menempatkan para spesialis.

 

 

 

3. Organisasi Pemeliharaan Departemental

Pada system organisasi ini para teknisi ditempatkan  pada suatu unit kerja yang tetap  dan melaporkan kegiatannya pada supervisor produksi.

Keuntungan:

Keuntungan system organisasi ini adalah sama dengan keuntungan pada system organisasi berdasarkan area.

Perbedaannya hanya pada proses pelaporan pekerjaannya dimana pada organisasi ini, pelaporan kegiatan pemeliharaan disampaikan pada supervisor bagian produksi.

Kerugiannya:

a.    Supervisor produksi tidak mempunyai kualifikasi langsung terhadap pekerjaan perawatan, sehingga tidak memahami laporan pekerjaan perawatan.

b.    Supervisor produksi tidak dapat memberikan bantuan teknik kepada mekanik bagian perawatan.

c.    Supervisor produksi mungkin akan mengacuhkan jadwal atau masalah pemeliharaan atau perawatan.

d.    Sulit untuk mengontrol biaya pemeliharaan dan menetapkan besarnya biaya pemeliharaan.

e.    Persoalan tenaga kerja menjadi runit, sehingga perlu aturan yang jelas.

 

 

2.6  Analisa Kerusakan

Pada beberapa tahun lalu terminology tentang analisa kegagalan / kerusakan selalu diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan aktivitas analisa kegagalan yang disebabkan oleh perpatahan mekanik  dan kerusakan akibat korosi. Analisa kegagalan disini tidak hanya ditinjau dari segi metalurgi. Analisa kegagalan disini adalah untuk dapat menentukan metoda kegagalan dari komponen permesinan dan kemungkinan penyebab utamanya.

 

Sangat sering kegagalan suatu mesin merupakan rantai sebab dan akibat. Akhir dari rantai tersebut biasanya berupa penurunan performance ( unjuk kerja) yang umumnya mengacu pada gejala, permasalahan atau permasalahan yang sederhana. Troubleshooting merupakan pekerjaan yang berusaha untuk menelusuri rantai sebab dan akibat dan seterusnya  melakukan perbaikan setelah ditemukan penyebab terjadinya kerusakan  dan menghilangkan terjadinya kegagalan. Untuk kepentingan pelaksanaannya, aktivitas  seluruh kegiatan analisa kegagalan  dan troubleshooting sering menggabungkan satu dengan lainnya.

Ketidak normalan fungsi dari suatu komponen mesin akan menyebabkan kerusakan mesin secara keseluruhan. Untuk itu seorang investigator harus benar benar mengetahui system  yang berkaitan dengan fungsi dari masing masing komponen. Atau setidaknya investigator harus mengenal dengan baik hubungan antar komponen, cara mengoperasikan mesin , sifat dan karakteristik dari komponen / mesin.

Tujuan dari analisa kegagalan / kerusakan mesin dan troubleshooting adalah:

1.    Mencegah terjadinya kerusakan dimasa mendatang.

2.    Adanya jaminan keselamatan, kepercayaan dan sifat mampu rawat dari mesin sebagaimana dapat digambarkan sebagai suatu siklus yang meliputi:

a.    Proses perencanaan  dan spesifikasinya.

b.    Perencanaan asli peralatan / mesin dan proses pembuatannya.

c.    Pengapalan dan penyimpanan.

d.    Installasi dan komisioning

e.    Pengoperasian dan perawatan.

f.     Penggantian.

 

Dari hal tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa analisa kegagalan dan trouble shooting  adalah proses yang sangat penting untuk mencapai objective yang telah ditentukan oleh perusahaan yang mengoperasikan mesin.

 

Penyebab kegagalan dan kerusakan mesin dapat didefinisikan  atau ditetapkan sebagai setiap terjadi penyimpangan dalam komponen mesin yang dapat menyebabkan mesin tersebut tidak mampu mencapai unjuk kerjanya. Secara umum penyebab tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a.    Penyimpangan rancangan.

b.    Cacat pada bahan.

c.    Proses dan pembentukan yang tidak sempurna.

d.    Kesalahan dalam assembling.

e.    Kurang perhatian pada kondisi pengopersian.

f.     Perawatan yang tidak memadai.

g.    Ketidak sempurnaan dalam pengopersaian.

 

Tabel klasifikasi metoda kegagalan permesinan.

No

Jenis Kerusakan

Contoh kerusakan

1

Perubahan bentuk

1.    Plastic deformation

2.    Elastic deformation

2

Perpatahan

1.    Retak

2.    Fatik

3.    Perpatahan

4.    Pitting (korosi sumuran)

3

Perubahan permukaan (surface change)

1.    Hairline crack

2.    Cavitation

3.    Keausan

4

Perubahan bahan

1.    Kontaminasi

2.    Korosi

3.    Keausan

5

Displacement (salah penempatan)

1.    Loosening (terlalu longgar)

2.    Seizure

3.    Excessive Clearance (Kelonggaran yang berlebihan)

6

Kebocoran

 

7

Kontaminasi

 

 

Kita jangan sampai kebingungan antara model kerusakan dan penyebab kerusakan. Keduanya mempunyai arti yang berbeda, dimana model kerusakan adalah akibat, sedangkan penyebab merupakan hal yang dapat terjadinya kerusakan. Model kerusakan juga bisa dihasilkan dari sebab dan akibat  yang terjadi pada periode yang lama dimulai dengan adanya gejala, timbulny masalah dari suatu komponen mesin dan selanjutnya mesin secara keseluruhan mengalami kerusakan.

Mekanisme kerusakan biasanya menjelaskan tentang aspek metalurgi, kimia dan tribological proses yang mengarahkan terjadinya bentuk kerusakan. Sebagai contoh mekanisme kerusakan yang menjelaskan rantai hubungan sebab akibat pada kerusakan keausan freeting  dalam assembling roller bearing, kavitasi pada impeller pompa, dan initial pitting pada permukaan gigi roda gigi. Dasar utama yang menjadikan penyebab adalah gaya, waktu, temperature dan lingkungan yang reaktif.

 

  

 CORRECTIVE MAINTENANCE

 

Perawatan perbaikan ini bertanggung jawab atau berkonsentrasi pada pekerjaan perbaikan, baik pada perusahaan yang terorganisasi dengan baik dan telah dilakukan program perawatan yang baik, tetapi kerusakan tetap terjadi.

3.1 Alasan Mengapa Kerusakan Tetap Terjadi.

a.    Kelelahan logam komponen mesin, dimana hampir tidak mungkin untuk bisa dideteksi dan sangat sulit untuk dicegah.

b.    Kelelahan dari operator, bisa disebabkan ketidak hati hatian, kurangnya pengalaman atau kesalahan pengoperasian mesin atau tidak dimengertinya instruksi yang diberikan.

c.    Alasan kecelakaan, diakibatkan kerusakan pada sumber tenaga atau jatuhnya peralatan mesin  dan penyebab kecelakaan lain.

Untuk bisa dilakukan perbaikan yang efektif dan efisien maka bagian perawatan harus mengorganisir prosedur perbaikan, sehingga dapat dilakukan pekerjaan perbaikan yang cepat, karena mesin yang mengalami kerusakan akan berakibat menurunnya keuntungan. Pengorganisasian dan pengontrolan perawatan sangat tergantung pada ukuran  perusahaan dan rumitnya peralatan dan mesin.

Pada industri yang besar ada bagian khusus yang akan mengorganisir teknisi ahli perbaikan yang terlatih dengan baik yang mampu memperbaiki semua jenis mesin yang ada.

Ada empat factor yang harus diperhatikan dalam perbaikan:

  1.  
    1. Adanya personil yang professional
    2. Peralatan (perkakas potong, pembuka roda gigi, dll) tersedia komplit.
    3. Tersedianya suku cadang  yang diperlukan.
    4. Organisasi dan para pekerja administrasi.

 

3.2. Aturan Umum Pekerjaan Perawatan

Sebelum memulai pekerjaan perbaikan, pertimbangkan secara benar / tepat apa yang akan dikerjakan. Lihat  diagram atau gambar detail mesin dan tentukan seberapa banyak dan bagaimana cara melakukan pembongkaran mesin. Jangan membongkar mesin melebihi yang diperlukan. Jika anda kurang yakin cara melakukan pembongkaran sebaiknya anda menanyakan pada teknisi atau supervisor.

Aturan tersebut antara lain:

a.    Tidak menggunakan gaya yang berlebihan dalam melakukan pembongkaran mesin.

b.    Jaga kebersihan komponen mesin.

c.    Jaga kebersihan lingkungan atau area kerja.

d.    Jaga kualitas pekerjaan tetap tinggi.

e.    Temukan penyebab kerusakan.

f.     Dapatkan rancangan mesin  dan fungsi serta kondisi masing masing komponen mesin.

g.    Perhatikan prosedur keselamatan kerja.

h.    Lakukan hubungan yang baik dengan supervisor.

i.      Sebelum pekerjaan mesin dianggap selesai pastikan dilakukan running test.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s