widyaiswara profesional


widyaiswara sebagai sub sistem merupakan daya ungkit yang kuat untuk membentuk pns yang berkopetensi” demikian disampaikan oleh Prof. DR.Ir Rahmat Syahni, MS.MSi dalam seminarnya pada acara konferda II widyaiswara se sumatera barat.

Tanggung jawab widyaiswara terasa berat ketika seorang wi harus menjadi fasilitator, pengajar, pendidik, pelatih, motivator, konsultan. Ini menuntut kompetensi tinggi untuk menjadi orang yang luar biasa sehingga bisa menularkan virus yang sama kepada peserta didiknya.

Tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara yaitu: kompetensi (penguasaan keilmuanbaik teori maupun konsep), komitmen (kebulatan tekad secara individu yang harus didukung oleh lembaga dan organisasi), Etika (mengetahui apa yang boleh dan  apa yang tidak boleh dilakukan). Kompetensi ini merupakan kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara dalam proses pembelajaran.

Ironisnya ketika jabatan widyaiswara dituntut dengan kompetensi tinggi dan tanggung jawab yang begitu besar namun tidak diimbangi atau belum diimbangi dengan reward yang sesuai. Akibat yang dialami adalah kondisi ini memicu jabatan widyaiswara menjadi jabatan yang sunyi dan sepi.. bertkebalikan dengan jabatan struktural yang banyak menjadi rebutan.

Mengapa kondisi ini terjadi adalah akibat euforia indonesia yang masih belum menghargai seorang spesialis, edunsia (indonesia)  masih mengagungkan jabatan struktural dari eselon empat sampai eselon satu yang cenderung seremonial kesana sini yang seolah gelamor, mengakibatkan seorang enggan menjadi widyaiswara.

Ketika rekannya sesama pendidik yaitu guru dan dosen dengan program sertifikasi namun bagaimana dengan widyaiswara. Ketika ada profesor APU (ahli peneliti utama yang sekarang menjadi profesor rekayasa) apakah di widyaiswara ada profesor widyaiswara? jawabannya adalah belum. Jadi ketika digemborkan widyaiswara adalah tulang punggung tapi widyaiswara malah menjadi warga kelas dua….dinegeri yang kita cintai bersama ini.

Semoga dengan adanya tulisan ini menjadi pihak pihak yang berkepentingan lebih care terhadap jabatan widyaiswara ini.

2 responses to “widyaiswara profesional

  1. hendrisagung

    salam kenal kembali… semoga sukses juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s